Sorong, Jubi – Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP) Barat Daya, Susance Saflesa, menyerahkan buku bacaan kepada Komunitas Pemuda Adat Tival, sub-suku Imian Knaisamos, di Kampung Woloin, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, langkah sederhana ini adalah simbol perlawanan terhadap keterbelakangan pendidikan generasi muda Papua. “Selama ini pembangunan Papua hanya dilihat dari aspal, gedung, dan dana besar. Tapi apakah generasi mudanya siap menghadapi perubahan? Itu yang sering dilupakan. Pembangunan sejati adalah pembangunan manusia,” tegas Susance.
Ia menekankan pentingnya literasi sebagai senjata melawan kebodohan dan penindasan. “Kalau kita tidak membaca, kita tidak tahu. Kalau kita tidak tahu, kita mudah ditipu, bahkan tanah kita bisa diambil tanpa kita mengerti. Buku ini bukan sekadar bacaan, tapi senjata,” ujarnya.
Sambutan hangat datang dari pemuda adat setempat. Ketua Anak Muda Adat Knaisamos atau Amak, Nabot Sreklefat, menilai langkah Susance tulus dan menyentuh kebutuhan dasar. “Kami sering merasa pemerintah hanya datang saat ada proyek atau kepentingan politik. Tapi hari ini berbeda, Ibu Susance datang membawa buku dan berbicara langsung dengan kami,” katanya.
Ketua Komunitas Pemuda Adat Tival, Rifka Kemesrar, menambahkan buku-buku itu akan dijadikan bahan belajar bersama. “Kehadiran Ibu Susance membuka mata kami bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana. Kami ingin menjadikan Komunitas Tival sebagai pusat literasi kecil di kampung ini,” ujarnya.
Susance juga mengingatkan tantangan generasi muda Papua yang kini lebih akrab dengan gawai dibanding buku. “Kalau kita tidak mengubah kebiasaan ini, generasi muda kita akan kehilangan arah. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di atas tanah kita sendiri. Literasi adalah kunci untuk bertahan,” tegasnya.
Acara ditutup doa bersama dan penyerahan simbolis buku bacaan. Para pemuda berkomitmen membangun ruang baca sederhana di kampung, menjadikan literasi sebagai gerakan perlawanan sekaligus jalan menuju masa depan yang lebih baik.(*)





















Discussion about this post