Jayapura, Jubi – Kelompok Usaha Cemerlang yang beralamat di Jalur Kelapa I Jalan GBI Bukin Zaitun Skow Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua yang diketua oleh Makhmud Bakkir telah memproduksi sabun Virgin Coconut Oil atau VCO, dengan bahan tambahan ekstrak daun sirih dan ekstrak daun zodia.
Pelatihan pembuatan sabun ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal, Riset dan Pengembangan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Kelompok usaha cemerlang merupakan kelompok usaha kecil yang awalnya memproduksi VCO untuk dijual sebagai herbal kesehatan.
Produksi sabun terlaksana dengan difasilitasi lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Cenderawasih melalui program pengabdian BIMA Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal, Riset dan Pengembangan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Pelatihan pembuatan sabun VCO berbahan tambahan ekstrak daun sirih maupun daun zodia, digelar di Skow Babo pada 4 Juni hingga Juli 2026.
Narasumber (pelaksana kegiatan) diketuai oleh Dr. Ilham Salim,MSi dibantu dua dosen lainnya sebagai anggota pengabdian serta dua orang mahasiswa.
Pembuatan VCO oleh Kelompok Usaha Cemerlang telah dilakukan secara mandiri. Namun untuk pembuatan sabun harus mendapat pendampingan, sehingga mendapatkan kualitas dan kemasan yang baik.
BERITATERKAIT
Pendampingan dilakukan oleh narasumber dari Kimia FMIPA Ucen. Selanjutnya mitra dapat memproduksi sendiri bahan baku kelapa dan daun sirih yang diperoleh dari daerah sekitar Skow Mabo.
Sedangkan soda dan pewangi diperoleh dari gerai penjulan di Kota Jayapura. Pembuatan VCO dilakukan melalui fermentase alami.

Sabun yang dibuat dengan superfat yang tinggi sehingga aman bagi kulit. Dengan penambahan ekstrak daun sirih maka akan meningkatkan khasiat sabun untuk anti oksidan, terutama karena kandungan utama VCO meliputi asam laurat sekitar 45–53%, diikuti oleh asam miristat, asam kaprilat, dan asam kaprat.
Komposisi tersebut menjadikan VCO sangat cocok sebagai bahan dasar sabun karena mampu menghasilkan busa yang stabil dan memiliki aktivitas anti mikroba alami dan antiseptik.
Jika ditambah ekstrak daun sirih, akan meningkatkan antiseptik dari sabun yang dihasilkan. Pemanfaatan VCO sebagai bahan baku sabun padat tidak hanya menghasilkan produk pembersih yang efektif, juga memberikan nilai tambah pada komoditas kelapa.
Ini juga mendukung pengembangan produk berbasis bahan alami yang ramah lingkungan teknologi yang diterapkan sudah umum dikerjakan cukup sederhana sehingga pada saatnya dapat dilakukan oleh mitra.
Pembuatan sabun ini telah dilaksanakan oleh mitra dalam hal ini kelompok usaha usaha cemerlang dan dengan cetakan yang dirancang oleh pelaksana kegiatan sebagai narasumber maka dapat dihasilkan sekitar 200 sabun perhari tergantung bahan baku khususnya VCO yang telah tersedia.

Jika VCO tersedia maka produksi sesuai target yang diharapkan. Setelah masa curing (masa terjadinya reaksi saponifikasi) selama minimal 4 minggu. Masa ini reaksi pembentukan sabun telah sempurna, maka sabun padat VCO dimasukan kemasan siap jual.
Setelah dimasukkan dalam kemasan maka sabun dijual di kios atau perorangan. Awal pemasaran sabun dijual di gerai atau kios di Waena, Kota Jayapura sebanyak satu lusin.
Hanya dalam jangkah waktu sepekan atau satu minggu, sabun tersebut telah laku terjual. Kini kios tersebut telah memesan lagi. Selanjutnya sabun VCO ini telah dijual secara perorangan maupun dijual di pasar Yotefa Abepura, dan secara online. (*)



























