• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Advertorial

Guru MTs Negeri Kota Jayapura diperkuat numerasi Papua dan AI

May 18, 2026
in Advertorial
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Admin Jubi
Guru

Foto setelah sosialisasi konsep numerasi dan komponennya - Dok. Untuk Jubi

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Tim Universitas Cenderawasih mendorong guru lintas mata pelajaran merancang soal numerasi berstandar AKM-PISA, berbasis budaya lokal Papua, serta memanfaatkan ChatGPT secara kritis, terarah, dan terverifikasi.

Upaya memperkuat kualitas pembelajaran di Papua itu dilakukan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan tim Universitas Cenderawasih bersama guru-guru MTs Negeri Kota Jayapura, Papua.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan pelatihan teknis, juga menawarkan cara pandang baru. Numerasi bukan hanya urusan guru matematika, melainkan kemampuan lintas mata pelajaran yang dapat tumbuh dari konteks kehidupan nyata peserta didik, termasuk dari kekayaan budaya lokal Papua yang dekat dengan keseharian mereka.

Program ini diketuai oleh Rian Efendi, dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Cenderawasih. Tim pelaksana terdiri atas Maya Pujowati, dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Agnes Teresa Panjaitan, dosen Program Studi Pendidikan Matematika, serta dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, yaitu Firman Rizki Alfianto dan Desy Ivon Lourenza Hutagalung.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam satu tim memperlihatkan semangat kolaboratif kampus, ilmu tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi bergerak ke sekolah, menyapa guru, dan menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat langsung digunakan.

Kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program kompetisi hibah nasional BIMA.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada luaran yang berdampak bagi sekolah mitra.

BERITATERKAIT

Pemda didorong serap lulusan Universitas Jayapura atasi kekurangan nakes

Jayapura Regent to summon hundreds of developers over environmentally unsound housing

Jayapura Civil Registry Office updates Population Data, focuses on Indigenous Papuans

Jaringan internet dan telepon di Jayapura terganggu selama lima jam

Melalui skema ini, PkM tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan kunjungan, tetapi sebagai proses pendampingan yang memiliki target jelas. Peningkatan kapasitas guru, pengembangan bank soal, dan penguatan praktik asesmen numerasi yang relevan dengan konteks Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan konsolidasi bersama sekolah mitra. Pada tahap awal, tim dan pihak sekolah menyepakati masalah prioritas, kesiapan pelaksanaan, jadwal kegiatan, pembagian peran, serta mekanisme komunikasi.

Proses ini menjadi fondasi penting karena kegiatan berlangsung di tengah kesibukan sekolah, termasuk agenda TKA dan berbagai ujian akhir.

Kesepakatan awal tersebut memastikan bahwa program tidak berjalan secara terpisah dari kebutuhan nyata sekolah, tetapi justru menyesuaikan diri dengan ritme kerja guru dan kalender akademik yang sedang berlangsung.

Inti program ini adalah mengubah AI dari sekadar teknologi yang “diketahui” menjadi alat bantu profesional yang digunakan guru secara kritis, etis, dan terverifikasi.

Tahap diagnostik menjadi salah satu momen paling menentukan. Para guru mengikuti pretest pemahaman numerasi AKM-PISA pada 11 Mei 2026,

Dari proses awal tersebut tampak bahwa sebagian guru masih memandang numerasi sebagai tanggung jawab guru matematika semata.

Pandangan ini menjadi titik masuk yang strategis bagi tim pelaksana untuk menjelaskan bahwa numerasi adalah kemampuan menggunakan penalaran matematis dalam berbagai konteks, termasuk Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, IPS, IPA, dan mata pelajaran lain yang berhubungan dengan data, pola, ukuran, perbandingan, interpretasi informasi, serta pengambilan keputusan.

Sosialisasi konsep dasar numerasi kemudian berkembang menjadi diskusi yang hidup. Sesi yang semula dirancang sekitar dua jam efektif berubah menjadi kurang lebih tiga jam karena antusiasme guru dalam mengajukan pertanyaan, membedah contoh soal, dan menghubungkan konsep numerasi dengan praktik pembelajaran di kelas.

Hasil posttest pada hari yang sama menunjukkan capaian menggembirakan: seluruh guru peserta telah memahami konsep dasar literasi matematika atau numerasi beserta komponen utamanya, mulai dari konten, proses, hingga konteks.

Memasuki 12 Mei 2026, kegiatan berfokus pada literasi AI dan keterampilan menyusun prompt. Para guru dikenalkan pada struktur prompt ChatGPT dari bentuk paling sederhana menuju rancangan yang lebih kompleks dan terarah.

Sebelum pelatihan, sebagian guru baru mengenal AI secara umum, tetapi belum memanfaatkannya secara optimal untuk membantu pekerjaan keseharian di sekolah.

signal 2026 05 18 20 48 36 244 1
Pemaparan struktur prompt AI oleh Tim pengabdi – Dok. Untuk Jubi

Melalui pendampingan ini, guru belajar bahwa kualitas keluaran AI sangat ditentukan oleh kualitas instruksi, kejelasan tujuan, batasan konteks, format hasil, serta mekanisme pengecekan ulang terhadap akurasi konsep dan kesesuaian budaya.

Salah satu luaran penting dari tahap ini adalah template prompt AI yang dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis soal numerasi, seperti pilihan ganda, uraian, menjodohkan, benar-salah, dan variasi soal lainnya.

Template tersebut dirancang agar dapat digunakan oleh guru lintas mata pelajaran, bukan hanya guru matematika. Lebih penting lagi, prompt diarahkan untuk mengangkat konteks budaya lokal Papua secara aman, relevan, dan tidak stereotip.

Dengan demikian, konteks lokal tidak ditempelkan secara dekoratif, tetapi diposisikan sebagai jembatan bermakna antara konsep akademik dan pengalaman hidup peserta didik.

Tahap klinik desain soal pada 13 Mei 2026, guru mulai mengembangkan soal numerasi berbasis budaya lokal Papua dengan bantuan AI.

Namun, penggunaan AI tidak dibiarkan berjalan otomatis. Setiap soal harus dianalisis dan diperiksa kembali berdasarkan tiga komponen utama, yaitu konten, konteks, dan proses. Konten memastikan bahwa unsur matematika atau numerasi yang muncul benar secara konsep.

Konteks memastikan bahwa cerita, data, atau objek lokal Papua yang digunakan akurat, pantas, dan sesuai dengan kehidupan peserta didik.

Sementara itu, proses menilai apakah soal benar-benar menuntut peserta didik untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan informasi, bukan sekadar menghitung secara mekanis.

Pada tahap ini, guru ditantang menghasilkan minimal sepuluh soal dengan variasi bentuk. Soal-soal tersebut tidak langsung dianggap selesai, tetapi harus melewati proses konfirmasi, verifikasi, dan perbaikan. .

Hal ini menjadi penekanan penting dalam kegiatan, AI dapat mempercepat penyusunan draf, tetapi kualitas akhir tetap berada pada tanggung jawab profesional guru.

Karena itu, guru tidak hanya belajar membuat soal, melainkan juga belajar membaca kelemahan soal, menguji keterbacaan, menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran, serta memastikan bahwa unsur budaya lokal digunakan secara hormat dan bertanggung jawab.

Rangkaian program ini juga diarahkan pada validasi ahli dan tindak lanjut berkelanjutan. Soal-soal yang telah dikembangkan guru direncanakan untuk divalidasi pada minggu ketiga dan keempat Mei 2026.

Tahap berikutnya mencakup uji coba terbatas di kelas, observasi pelaksanaan pembelajaran, pengumpulan umpan balik peserta didik, refleksi guru, serta revisi akhir bank soal.

Dengan alur tersebut, bank soal yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen pelatihan, tetapi disiapkan menjadi perangkat asesmen yang layak digunakan dan diperbarui secara berkala oleh sekolah.

Program ini semakin kuat karena memuat agenda keberlanjutan. Tim pelaksana merancang pembentukan pengelola bank soal di sekolah, penyusunan SOP singkat pembuatan-verifikasi-revisi soal berbantuan AI, serta penataan repositori digital agar dokumen, stimulus, kunci jawaban, rubrik, dan metadata soal dapat tersimpan rapi.

Langkah ini penting agar hasil PkM tidak bergantung pada satu kali pelatihan, tetapi dapat menjadi budaya kerja baru di sekolah: guru berkolaborasi, mengkurasi konteks lokal, memanfaatkan teknologi, dan menjaga mutu asesmen melalui proses telaah yang berkelanjutan.

Bagi MTs Negeri Kota Jayapura, kegiatan ini memberikan nilai strategis. Guru memperoleh pemahaman baru tentang numerasi, pengalaman langsung menggunakan AI, serta keterampilan menyusun soal yang lebih kontekstual.

Guru
Pendampingan dalam pengembangan soal numerasi – Dok. Untuk Jubi

Bagi Universitas Cenderawasih, program ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra sekolah dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 di Papua.

Sementara bagi peserta didik, dampak yang diharapkan lebih luas. Mereka kelak berhadapan dengan soal yang tidak asing dari dunianya, lebih dekat dengan lingkungan sosial budayanya, dan tetap menantang secara penalaran.

Melalui kegiatan ini, pesan yang muncul sangat jelas: inovasi pendidikan di Papua tidak harus menjauh dari akar lokal. Justru, ketika numerasi, budaya Papua, dan teknologi AI dipertemukan secara cermat, lahirlah praktik pembelajaran yang lebih relevan, modern, dan bermakna.

Dari ruang guru di MTs Negeri Kota Jayapura, kolaborasi kecil ini berpotensi memberi pengaruh besar. Memperkuat kualitas asesmen, memperkaya pengalaman belajar, dan menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari keberanian guru untuk belajar, mencoba, memeriksa, dan terus memperbaiki. (*)

Continue Reading
Tags: guruJayapuraMTs
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Freeport

Freeport setor tambahan keuntungan Rp2,88 triliun ke Pemprov Papua Tengah

May 8, 2026
Indosat

Indosat Ooredoo Hutchison Dorong Akselerasi AI Terapan Skala Nasional, Hasilkan Pembagian Dividen yang Solid

May 6, 2026
Indosat

Indosat Mencatat Pertumbuhan Dua Digit pada Kuartal I 2026, Membukukan Kinerja Kuat yang Dipercepat oleh Hyper-Personalization Berbasis AI

May 4, 2026

Ke Tanah Suci Biar Fokus Ibadah, Urusan Koneksi Pakai Tri Ibadah

April 22, 2026

Pelanggan IM3 dan Tri Kini Bisa Akses Google Gemini. Bikin Tugas, Kerja, hingga Ngonten Jadi Lebih Mudah

April 9, 2026

Kode gratis dan tips tingkatkan level Blox Fruits

March 31, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara