• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Pemprov Papua Pegunungan diminta memediasi pro-kontra pembangunan kantor gubernur  

January 19, 2024
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Pro-Kontra Kantor Gubernur Papua Pegunungan

Lokasi pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di atas tanah adat Walesi dan Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. - Dok. Bonny Lanny

0
SHARES
1.8k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memediasi pro-kontra rencana pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di Kabupaten Jayawijaya. Kantor itu rencananya dibangun di atas tanah seluas 108 hektare milik masyarakat adat Walesi dan Wouma.

Anggota Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Latifah Anum Siregar mengatakan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan dan Kementerian Dalam Negeri tidak boleh mengabaikan fakta bahwa pemilik hak ulayat menolak rencana pembangunan kantor itu. Anum menyatakan pemerintah harus bersikap bijak dan memediasi pro dan kontra pembangunan kantor pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan itu.

“[Pemerintah] harus melihat fakta ada [yang] pro dan [ada yang] kontra. Pemerintah tidak boleh mengabaikan,” kata Anum dalam keterangan pers di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Kamis (18/1/2024).

Anum mengatakan pengabaian aspirasi masyarakat adat yang menolak rencana pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan bisa menimbulkan konflik sosial di antara masyarakat adat.

“[Pemerintah] mereka mengabaikan kelompok yang menolak. Cara mereka mengabaikan adalah kasih uang. Itu kan pemerintah sedang memecah belah masyarakat. Itu gaya pemerintah dari daerah sampai pusat. [Pemerintah] dia hanya bertemu dengan orang yang sepaham dengan dia. Itu bukan dialog. Dialog itu terima yang pro dan kontra,” ujar Anum.

Anum juga menyayangkan cara pemerintah memakai aparat keamanan untuk mengamankan proses pembangunan itu. Menurut Anum, kehadiran aparat keamanan di lokasi pembangunan menunjukan ada masalah dalam pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan.

“Adanya aparat menandakan ada masalah yang mereka tidak bisa selesaikan. Jadi mereka pakai aparat [untuk meredam masalah],” katanya.

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

Anum meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Kementerian Dalam Negeri segera mengajak kelompok masyarakat yang pro maupun kontra pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan untuk duduk bersama dan mencari solusi atas pro-kontra itu. Anum mengatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum jika Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tidak memediasi pro-kontra pembangunan kantor gubernur itu.

“Kami akan mengambil langkah hukum. [Tapi] kita berpendapat langkah hukum itu sebaiknya langkah berikut. Ayo dengar masyarakat, [mereka harus] diajak bicara. Ko tidak boleh pakai politik kasih uang,” ujarnya.

Abaikan rekomendasi Komnas HAM

Koordinator Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay mengatakan lahan yang rencana dijadikan kantor pemerintahan adalah lahan pertanian produktif yang digarap masyarakat adat Wouma dan Walesi. Gobay khawatir apabila tanah adat itu diambil masyarakat akan kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan mereka.

“Jika tanah adat diambil alih oleh pemerintah untuk pembangunan, mereka masyarakat adat akan pindah ke mana? Tanah di sebelah adalah tanah adat milik marga lain. Dalam satu suku itu jelas, kepemilikan tanah [didasarkan] marga, apa lagi beda suku, itu lain lagi. Orang yang kehilangan tanah akan jadi orang yang hidup tanpa tanah, dan itu sungguh sangat keterlaluan,” kata Gobay.

Gobay mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan seharusnya mempertimbangkan hasil penyelidikan Komnas HAM RI pada 4 – 6 Oktober 2023. Hasil pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM menyimpulkan rencana pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di atas hak ulayat adat Walesi dan Wouma melanggar Hak Asasi Manusia dan akan menimbulkan konflik.

Pro-Kontra Kantor Gubernur Papua Pegunungan
Koordinator Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay (berkemeja kuning) selaku kuasa hukum masyarakat adat Walesi dan Wouma menyampaikan pernyataan di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (18/1/2024), terkait pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di tanah adat Walesi dan Wouma. – Jubi/Rabin Yarangga

“Tentu kami tidak mau [konflik] terjadi di sana. Penjabat Gubernur Papua Pegunungan bisa mengambil peran sesuai dengan perintah Undang-undang Otonomi Khusus Papua yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat. Pemerintah setempat memiliki kewajiban melindungi hak masyarakat adat dan pemanfaatan tanah adat,” ujar Gobay.

Gobay mengingatkan pemerintah tidak melakukan penyesatan terhadap warga. Menurut Gobay, penyesatan informasi terkait pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan akan memicu konflik horizontal.

“[Pro-kontra yang telah terjadi] itu diruncing oleh pemerintah dengan cara memberikan uang yang tidak jelas sumbernya, dan tidak jelas arahnya kepada siapa. [Saat] ini sudah ada percikan-percikan untuk menciptakan konflik di antara dua kubu,” ujarnya.

Masyarakat sudah terpecah

Perwakilan masyarakat adat Wouma, Melki Wetipo mengatakan rencana pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan telah membuat masyarakat adat terpecah. Ia menyatakan pemerintah dengan sengaja merampas tanah masyarakat adat dengan cara memberikan uang kepada masyarakat yang bukan pemilik hak ulayat atau penggarap.

“Kami masih tetap tolak. Walaupun yang dong istilahkan sudah bayar uang tanah, kami yang tolak tetap tolak. Kami masih berharap Koalisi kawal kami. Soal tanah itu kita tidak bisa hitung dari jumlah manusia [yang] ikut ambil uang. Kami bicara tentang hak ulayat, soal hak ulayat satu orang pun harus diikut, perempuan pun harus dihitung,” ujarnya.

Wetipo mengatakan masyarakat adat melakukan protes dengan melakukan pemalangan aktivitas pembangunan dengan cara menyegel dua alat eskavator.

Wetipo mengatakan pemalangan dilakukan karena tanah yang akan menjadi lokasi Kantor Gubernur Papua Pegunungan itu adalah penghidupan warga.

“Itu wilayah yang tersisa di situ, ada kebun, dan perkampungan warga. [Kalau] itu juga yang pemerintah mau ambil, baru kami mau ke mana? Kalau kebun kami di ambil, [itu] sama dengan mengusir kami. Kami orang gunung hidup dengan tanah dan kebun. Kami minta Koalisi untuk selidiki masalah itu. Kami tidak bisa ke mana-mana lagi,” ujarnya.

Perwakilan Masyarakat adat Walesi, Bonny Lanny menilai Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melepas tanggung jawabnya. Lanny mengingatkan jika pemerintah secara diam-diam memberikan uang ganti rugi lahan kepada pihak tertentu, hal itu akan memantik konflik di masa depan.

“Pemerintah dengar sebelah, dan kami pemilik hak ulayat tidak didengar dan diabaikan. [Pemerintah] mereka kasih uang itu ganti rugi kebun-kebun yang rencana digusur. Satu kebun Rp5 juta sampai Rp150 juta,” katanya.

Lanny mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemalangan lokasi itu. Menurutnya, hingga kini pembangunan kantor itu terus berlanjut.

“Kami merasa tidak dianggap sebagai pemilik hak ulayat. Kita akan naik ke Wamena, dan melakukan pemalangan, minta pemerintah dalam waktu dekat untuk fasilitasi. Pekerjaan masih jalan, dan ada pasukan TNI ikut mengawal pekerjaan di lokasi pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan. Saya sudah tegur mereka, tapi mereka tetap kerja,” ujarnya. (*)

Tags: Hak UlayatKantor Gubernur Papua PegununganKoalisi Penegak Hukum dan HAM PapuaMasyarakat AdatPembangunan Kantor Gubernur Papua PegununganSengketa Tanah Ulayattanah ulayat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Pemetaan Hutan Ulayat, Hutan Adat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 12, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara