Jayapura, Jubi – Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP Universitas Cenderawasih atau Uncen, Prof Wigati Yektiningtyas memaparkan kekayaan pusaka budaya Papua.
Dia menyebut ada ratusan cerita rakyat atau folklor, tersebar di tujuh wilayah budaya yaitu Tabi, Saireri, Domberai, Bomberai, Anim-Ha, La-Pago, Me-Pago.
Melihat kekayaan folklor yang dimiliki Papua, Prof Wigati mengusulkan sejumlah pemikirannya, di antaranya, Uncen bisa menyikapinya dengan mendirikan Program Studi Linguistik atau Folklor.
Dua prodi tersebut, lanjut Prof Wigati, guna mewadahi atau memfasilitasi para mahasiswa dari Papua, luar Papua, maupun luar negeri untuk belajar kekayaan pusaka budaya Papua.
Dalam paparannya pada diskusi publik di Auditorium FKIP Uncen, Rabu (30/10/2024), dia mengutip data Berdasarkan Badan Bahasa 2019, di Papua terdapat 428 bahasa daerah. Sedangkan menurut Summer Institute Linguistic (SIL) pada 2016, Tanah Papua memiliki 275 bahasa daerah. Sayangnya, menurut Ethnoloque SIL International 2020, bahasa daerah di Papua menyusut menjadi 269.
Wigati mengatakan perbedaan data antara SIL dan Badan Bahasa tidak dibahas lanjut. Kemungkinan, katanya, karena menggunakan metodelogi yang berbeda.
“Ketika SIL menganggap itu adalah dialek, maka badan bahasa menganggap itu adalah bahasa.Itu yang membuat berbeda,” katanya.
Pada yang sama, Prof Dr Auldry F Walukow MSi, Guru Besar Pendidikan Fisika Uncen, memaparkan sejumlah masalah di Uncen, salah satunya penelitian eksternal institusi masih kurang. Pada 2024, terdapat 22 judul yang lolos atau hanya 3,2 persen dosen yang lolos penelitian.
Lebih lanjut, Prof Auldry mengatakan salah satu syarat agar mendapatkan penelitian eksternal yaitu Sinta score overall. Score ilmu humaniora 100 dan sains 300. Ia pun mendorong dosen meningkatkan peneliitan sebagai salah satu Tri Dharma perguruan tinggi.
“Perlu diperhatikan bahwa penelitian dan publikasi diharapkan linear ata relevan dengan studi terakhir,”ujarnya.
Adapun salah satu usulan yang ditawarkan Prof Auldry, yaitu meningkatkan penelitian berbasis kearifan lokal Papua dan konservasi dan manajemen lingkungan. (*)




















Discussion about this post