Jayapura, Jubi – Markas Pusat Komisi Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka atau Komnas TPNPB-OPM wilayah Intan Jaya, mengimbau kepada orang asli Papua (OAP) atau warga sipil di wilayah konflik bersenjata, agar tidak baku bunuh karena kepentingan pilkada.
“Karena pilkada salah satu akar persoalan konflik dan itu adalah aturan negara-negara untuk mengadu domba kita, untuk saling membunuh,” demikian siaran pers yang dikutip Jubi dari Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Sabtu (21/12/2024).
Sebby Sambom mengatakan, TPNPB-OPM juga meminta rakyat Papua, untuk segera bersatu dan memperjuangkan kemerdekaan.
“Setelah merdeka baru kita (buat) aturan pemerintahan sendiri,” kata Sebby Sambom.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sebby Sambom mengatakan, TPNPB-OPM juga meminta kepada seluruh warga sipil di Intan Jaya, yang sedang terlibat dalam konflik akibat pilkada, untuk segera menghentikan aktivitasnya.
“Dan kami juga sampaikan kepada Banpol, intel atau mata-mata intelijen militer Indonesia, terlebih khusus orang Papua, yang ada di Intan Jaya, untuk segera hentikan aktivitasnya dalam mencari tahu keberadaan pasukan TPNPB,” katanya.
“Karena kami telah mengikuti pergerakan 15 orang Banpol, yang sedang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, dan jika kami ketemu akan diinterogasi dan jika terlibat kami akan tembak mati,” lanjutnya.
Terkait dengan hal tersebut, TPNPB Kodap VIII Intan Jaya juga meminta kepada semua warga sipil di Sugapa, ibu kota Intan Jaya, untuk segera mengosongkan pusat kota Sugapa dalam waktu dekat. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post