Jayapura, Jubi — Area tambang terbuka Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah diguncang aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (11/3/2026) sekira pukul 08.30 Waktu Papua (WP).
Insiden maut tersebut menyebabkan satu orang karyawan perusahaan tambang emas dan tembaga itu meninggal dunia.
VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, membenarkan adanya peristiwa berdarah di wilayah operasional mereka. Korban tewas diketahui bernama Simson Mulia, pria berusia 48 tahun.
”Keluarga besar PTFI sangat berduka atas kehilangan satu orang rekan karyawan atas nama Sdr. Simson Mulia, usia 48 tahun, yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut,” ujar Katri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Katri belum merinci kronologi detail maupun lokasi spesifik titik penembakan di kawasan Grasberg tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihak manajemen saat ini tengah fokus memberikan bantuan bagi keluarga korban dan berkoordinasi dengan otoritas keamanan.
”Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terkait hal ini,” kata Katri menambahkan.
Pasca-insiden ini, manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan akan memperketat pengamanan di area kerja. Hingga berita ini diturunkan, identitas maupun motif pelaku penembakan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan TNI di wilayah tersebut.
”Keselamatan dan keamanan seluruh karyawan serta semua pihak di wilayah operasional kami tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Katri menutup pernyataannya.
Sementara itu, Kepala Kepoliisan Daerah atau Kapolda Papua Tengah Komisaris Besar Polisi Jermias Rontini mengatakan, korban meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian bawah telinga kiri.
Katanya, saat kejadian korban berada di dalam kendaraan jenis pick up operasional bersama seorang saksi berinisial AM.
Saksi yang selamat dari insiden itu kemudian melapor melalui radio emergency kepada pihak kantor dan keluar dari kendaraan untuk menyelamatkan diri. Ia bersembunyi di balik bebatuan hingga tim respon keamanan tiba di lokasi.
“Kanit Reskrim Polsek Tembagapura Ipda Akhmad Y. Wiratama bersama personel Polsek Tembagapura langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan langkah-langkah awal penanganan dan pengamanan tempat kejadian perkara,” kata Jermias Rontini.
Katanya, korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian menuju Rumah Sakit ISOS Tembagapura. Berdasarkan keterangan tim medis Rumah Sakit (RS) ISOS Tembagapura, korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazah selanjutnya ditempatkan di ruang jenazah rumah sakit.
Saksi berinisial AM juga dibawa ke RS ISOS untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka lecet pada telapak tangan kanan karena terjatuh saat menyelamatkan diri.
“Hingga saat ini saksi masih dalam kondisi trauma, sehingga belum dapat dimintai keterangan secara lengkap oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Jermias Rontini mengatakan, aparat kepolisian masih melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara atau TKP, pengumpulan barang bukti serta pendalaman keterangan saksi guna mengungkap pelaku penembakan dan motif kejadian. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post