• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Pembangunan pos keamanan di Tanah Papua bukan solusi tepat

June 10, 2025
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Pos Keamanan

Ilustrasi-Dok Polri

0
SHARES
29
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pemerintah berencana membangun pos keamanan di sejumlah wilayah konflik di Tanah Papua. Namun kebijakan itu dinilai bukan solusi tepat.

Salah satu tokoh politik di Tanah Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, yang mesti dilakukan adalah mengevaluasi kebijakan keamanan di Tanah Papua. Bukan justru berencana mendirikan pos batu.

Pernyataan tersebut disampaikan Laurenzus berkaitan dengan rapat antara Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai dengan Gubernur Papua Tengah dan sejumlah bupati di wilayah itu, di Bali pada 6 Juni 2025.

Salah satu pembahasan dalam rapat tersebut adalah rencana memfasilitasi pembangunan pos militer di daerah rawan konflik di Papua Tengah, agar tidak menempati fasilitas milik masyarakat sipil.

Namun Laurenzus Kadepa berpendapat, yang mesti dilakukan pemerintah adalah menghentikan pendekatan keamanan di Tanah Papua, termasuk rencana pembangunan pos-pos militer.

“Yang mesti dilakukan adalah mendorong evaluasi keamanan di Tanah Papua. Bukan menambah pos baru,” kata Kadepa melalui panggilan teleponnya kepada Jubi, Selasa (10/06/2025).

Menurutnya, sejak lama berbagai kalangan sudah mempertanyakan kebijakan pendekatan keamanan di Tanah Papua, karena pendekatan keamanan dianggap tidak menjadi solusi.

BERITATERKAIT

Kadepa: Di Tanah Papua bukan hanya emas, ada manusia yang mesti dijaga

Mahasiswa tolak pembangunan pos keamanan di Distrik Borme

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

“Kita harus jujur pada diri sendiri dan rakyat. Rencana pembangunan pos militer baru di daerah rawan konflik yang di rencanakan pemerintah kurang tepat. Justru menambah trauma dikalangan masyarakat,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kadepa mengatakan, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan bupati di Tanah Papua, yang wilayahnya masuk daerah rawan konflik harusnya bijaksana dan belajar mendengar aspirasi masyarakat dan korban.

“Korban konflik Papua sudah banyak. Korban berasal dari semua kelompok jangan berpura-pura tidak tahu,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai mengatakan, kini ada sejumlah pos penjagaan TNI dan Polri di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Intan Jaya dan Puncak Jaya, yang menggunakan gereja dan rumah klasis.

“Gubernur dan para bupati juga menyampaikan soal rencana pembangunan pos tersebut yang akan mereka fasilitasi, termasuk nanti mencari tanahnya agar bisa dijadikan tempat mendirikan pos-pos penjagaan aparat baik TNI maupun Polri,” kata Pigai dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Juni 2025. (*)

Continue Reading
Tags: konflik di Tanah Papuakonflik PapuaLaurenzus KadepaPos Keamanan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026
SETARA

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara