• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB: Rakyat Papua sudah menjadi korban militerisme Indonesia sejak 1963

January 29, 2025
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aryo Wisanggeni G
KNPB, Papua,

Para peserta seminar nasional bertajuk “Mewujudkan Semangat Perlawanan Rakyat untuk Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua Barat” yang diselenggarakan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (27/1/2025). - Dok. KNPB

0
SHARES
85
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Rakyat Papua terus menerus menjadi korban praktik militerisme yang dilakukan Pemerintah Indonesia sejak 1963. Hal itu dinyatakan Ketua I Komite Nasional Papua Barat, Warius Sampari Wetipo pada seminar nasional bertajuk “Mewujudkan Semangat Perlawanan Rakyat untuk Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua Barat” yang berlangsung di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (27/1/2025).

Warius Sampari Wetipo mengatakan KNPB lahir karena militerisme di Tanah Papua yang tidak pernah berhenti sejak 1 Mei 1963. Menurutnya, dalam praktiknya operasi militer di Tanah Papua tidak pernah berhenti sejak 1 Mei 1963, ketika bangsa Papua Barat dianeksasi Indonesia.

Sejak itulah operasi militer secara masif dan terstruktur terjadi di seluruh Tanah Papua. Meskipun Pemerintah Indonesia tidak secara resmi mengumumkan penerapan darurat militer di Tanah Papua, akan tetapi aparat keamanan terus menerus menggelar berbagai operasi militer di sana.

“Negara melakukan kejahatan melalui Operasi Trikora, Operasi Mandala, Operasi Wibawa, Operasi, Tumpas, Operasi Sadar, Operasi Ketupat, Operasi Senyap, Operasi Koteka. Sampai kini kita masih mendengar ada Operasi [Damai] Cartenz, Operasi Nemangkawi, Operasi Elang, dan seterusnya. Papua adalah zona darurat militer atau Daerah Operasi Militer,” kata Warpo Wetipo saat diwawancarai lebih lanjut melalui layanan aplikasi WhatsApp pada Selasa (28/1/2025).

Wetipo menyatakan sejak 2018 terjadi penyisiran di rumah warga, pembakaran gereja, sekolah, penembakan terhadap warga sipil oleh aparat TNI/Polri di berbagai wilayah Papua. Pengungsian besar-besaran terjadi di Kabupaten Nduga. Pasca itu, konflik bersenjata antara aparat TNI/Polri dan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB terjadi dan menyebar ke berbagai wilayah di Tanah Papua.

“Konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI/Polri terus meluas di berbagai daerah di kita punya tanah air, seperti di Kabupaten Intan jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Maybrat, Puncak Jaya, Timika, Paniai, Dogiyai, Lanny jaya, Puncak Jaya, dan terakhir di kabupaten Yalimo dan Tambrauw. Rakyat Papua adalah korban utama,” kata Wetipo.

Pengungsian besar-besaran membuat warga sipil kehilangan rumah, kehilangan sanak saudara. Sejumlah orang lanjut usia dan bayi yang meninggal di tengah hutan meninggal. Para pengungsi juga kehilangan ternak, tidak bisa berkebun, dan kehilangan mata pencaharian.

BERITATERKAIT

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

Badan Pengurus Pusat BPP KNPB Bersama KNPB Konsulat Wilayah Makassar menggelar seminar nasional bertajuk “Mewujudkan Semangat Perlawanan Rakyat untuk Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua Barat” di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin. Seminar itu dihadiri para pelajar, mahasiswa, pemuda, serta delegasi KNPB dari Manado, Gorontalo, dan Tomohon.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Seminar itu juga dihadiri perwakilan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, para aktivis HAM dan demokrasi, LBH Makassar, FRI-WP, para aktivis KNPB, AMPTPI dan AMP.

Aktivis Front Rakyat Indonesia untuk Pembebasan West Papua (FRI-WP) Wilayah Makassar, Arul mengulas sejarah Presiden Soekarno mengeluarkan Maklumat Trikora di Alun-alun Yogyakarta pada 19 Desember 1961, yang salah satu isinya adalah pembubaran negara boneka Papua buatan Belanda. Maklumat itu juga memerintahkan mobilisasi umum yang dipimpin Soekarno.

“Dampaknya adalah invasi militer besar-besaran di wilayah Irian Barat (West Papua). Kemerdekaan bangsa Papua Barat dikebiri pada 19 Desember 1961,” katanya.

Menurut Arul konspirasi politik ekonomi Amerika, Belanda, dan Indonesia dalam masa perebutan Irian Barat telah mengorbankan rakyat dan bangsa Papua Barat, karena rakyat dan bangsa Papua Barat tidak pernah dilibatkan dalam perundingan itu. “Itu menandakan bahwa, pertemuan hanya dilakukan oleh iblis, setan, dan disaksikan oleh hantu,” ujar Arul.

Aktivis FRI-WP Makassar lainnya, Nyora mengatakan masalah di Papua Barat itu, pihaknya melihat tidak hanya genosida, ekosida dan etnosida. Menurutnya, masalah utama yang dihadap rakyat Papua adalah kolonialisme, rasialisme, dan kapitalisme di Tanah Papua.

“Secara singkat, Indonesia melakukan praktik kolonialisme di Papua Barat, Yang berikutnya, rasisme sangat subur di Indonesia. Praktik rasisme itu sudah diterapkan sejak awal, sejak Bangsa Papua Barat dicaplok masuk ke dalam NKRI,” kata Nyora.

Nyora membeberkan bangsa Indonesia sebagai kolonial baru merasa dirinya superior terhadap bangsa Papua. Dalam setiap keputusan apa pun terkait status politik, ekonomi, hukum, sosial, dan budaya, Orang Asli Papua tidak pernah dilibatkan sebagai subjek.

“Maka disitulah rasisme itu ditanamkan. Indonesia menganggap bangsa Papua masih terbelakang, kuno, primitif, bodoh, lemah, miskin. Begitulah watak kolonial,” katanya.

Kondisi rakyat di Tanah Papua semakin buruk, karena persoalan kapitalisme. Nyora menyebut Papua secara ekonomi dikuasai oleh kapitalisme asing dan Indonesia hanya menjadi anjing suruhan. Kondisi itu membuat masyarakat adat sering mengalami konflik agraria yang menjadi masalah serius dan melahirkan konflik baru.

“Indonesia hanya menjadi anjing suruhan para kapitalis asing. Tanah adat sekalipun dikapitalisasi oleh kaum kapital dan borjuasi lokal,” kata Nyora.

Advokat publik LBH Makassar, Rasak menyampaikan bahwa LBH ada untuk mengadvokasi dan perlindungan hukum terhadap para korban, terutama kaum lemah yang membutuhkan bantuan hukum. LBH Makassar mendampingi para korban dalam berbagai isu, termasuk para aktivis Papua yang menyampaikan pendapat dan melakukan protes dalam bentuk demonstrasi.

“Kami pernah diinterogasi aparat keamanan Indonesia, ‘kenapa kalian mengadvokasi isu Papua dan lain sebagainya’. Bagi LBH Makassar, mengadvokasi kaum lemah, kaum tertindas/terjajah perlu, [mereka] dilindungi hak-hak fundamentalnya,” kata Rasak. (*)

Tags: FRI-WPhak menentukan nasib sendiriKNPBkonflik PapuaPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Masalah Papua

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Komnas HAM Papua: Kekerasan tak menyelesaikan masalah Papua

September 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara