• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Koalisi Kemanusian untuk Papua desak pemerintah investigasi penyiksaan warga oleh prajurit TNI

March 23, 2024
in Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Penyiksaan oleh Prajurit TNI di Puncak

Foto ilustrasi. - pixabay.com

0
SHARES
2.5k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Koalisi Kemanusian untuk Papua mendesak Pemerintah Indonesia untuk melakukan investigasi atas kasus penyiksaan warga sipil yang dilakukan terduga prajurit TNI di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah pada Februari 2024 lalu. Desakan ini disampaikan Koalisi Kemanusian untuk Papua di Jakarta, pada Sabtu (23/3/2024).

Koalisi Kemanusian untuk Papua  terdiri atas Amnesty International Indonesia, Biro Papua PGI , Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP), Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS), Imparsial, AJAR  dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Mereka meminta pemerintah melakukan investigasi atas dugaan penyiksaan warga sipil oleh prajurit TNI.

“Atas kejadian itu Koalisi Kemanusiaan untuk Papua mendesak negara untuk segera menginvestigasi dan mengadili para terduga pelaku dengan seadil-adilnya melalui mekanisme peradilan umum yang terbuka dan independen. Koalisi mengutuk keras penyiksaan yang diduga dilakukan prajurit  TNI terhadap warga sipil yang diduga terjadi di Kabupaten Puncak Papua,” tegas koalisi dalam keterangan tertulisnya, pada Sabtu.

Jumat pagi, beredar video di media sosial yang merekam penyiksaan terhadap seorang warga sipil. Korban ditaruh dalam drum berisi air, dengan kedua tangannya terikat. Korban itu dipukuli dan ditendang berulang kali oleh sejumlah orang yang diduga prajurit TNI. Punggung korban juga disayat menggunakan pisau. Wajah sejumlah pelaku terlihat dalam video itu.

Pada Sabtu, Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Papua menyatakan jumlah warga sipil Papua yang menjadi korban penyiksaan sejumlah prajurit TNI ada tiga orang. Perwakilan Komnas HAM Papua juga menyatakan para pelaku penyiksaan itu diduga prajurit Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya yang pada Februari 2024 lalu telah dipulangkan kembali ke Komando Daerah Militer atau Kodam III/Siliwangi.

Dalam pernyataan persnya pada Sabtu, Koalisi Kemanusian untuk Papua menilai penyiksaan itu sangat mengkhawatirkan. Koalisi menyatakan tindakan prajurit TNI itu melanggar larangan hukum internasional, konstitusi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Sebagai aparat keamanan, sudah seharusnya para prajurit TNI itu menghormati hukum yang berlaku. Peristiwa ini pun semakin menambah daftar aksi kekerasan aparat terhadap warga sipil di Tanah Papua,” demikian pernyataan koalisi tersebut.

BERITATERKAIT

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

Gubernur dan Wagub Papua Tengah kunjungi Puncak pascapembakaran kantor pemerintahan

Gubernur Nawipa utus pimpinan OPD ke Puncak pascapembakaran kantor pemerintah

Komnas HAM desak penegakan hukum dan pemulihan korban peristiwa Kembru

Koalisi menilai pelaku tindak pidana penyiksaan ini harus ditangani melalui sistem peradilan pidana. Kasus itu tidak boleh ditangani secara internal atau hanya ditangani sebagai suatu tindak pelanggaran disiplin. Koalisi menyatakan sanksi disiplin terhadap para pelaku tidak boleh menghalangi proses hukum bergulir terhadap mereka.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Proses investigasi yang berlangsung atas tindakan ini harus merujuk pada Istanbul Protocol. Komite HAM PBB, dalam kapasitasnya sebagai penafsir otoritatif ICCPR, menyatakan bahwa negara berkewajiban untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM secepatnya, secara mendalam dan efektif melalui badan independen dan imparsial. [Pemerintah Indonesia] harus menjamin terlaksananya pengadilan maupun penghukuman terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memberikan hak reparasi bagi para korban,” tegas koalisi.

Koalisi mendesak pemerintah untuk menghentikan pendekatan keamanan di Tanah Papua yang selama ini justru menimbulkan korban. Koalisi mendorong Panglima TNI untuk segera melakukan evaluasi internal dan menerapkan pengawasan yang lebih baik untuk memastikan terwujudnya akuntabilitas kinerja TNI dan penggunaan kekuatan pasukan TNI di Tanah Papua.

“Negara juga harus segera menerapkan kebijakan yang nyata untuk memastikan ketidakberulangan kasus semacam itu di kemudian hari. Penyiksaan adalah pelanggaran atas hak fundamental yang jelas dilindungi oleh hukum HAM internasional yang telah diterima dan berlaku sebagai hukum nasional,” tegas koalisi.

Koalisi juga menuntut Panglima Kodam Cenderawasih, Mayjen Izak Pangemanan untuk menunjukkan bukti bahwa video itu merupakan rekayasa. Menurut Koalisi jika tidak bisa menunjukkan bukti maka Pangdam Cenderawasih berpotensi melakukan kebohongan publik. (*)

Tags: Batalion Infanteri Raider 300/Braja WijayaKabupaten PuncakKekerasan Aparat Keamanan di Tanah PapuaKoalisi Kemanusian untuk PapuaKodam III/Siliwangikonflik PapuaPendekatan KeamananPengiriman Pasukan ke PapuaPenyiksaanPrajurit TNITNI
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Warga sipil ditembak di Maybrat

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

August 14, 2026
Papua Tengah

Gubernur dan Wagub Papua Tengah kunjungi Puncak pascapembakaran kantor pemerintahan

August 14, 2026

Gubernur Nawipa utus pimpinan OPD ke Puncak pascapembakaran kantor pemerintah

August 14, 2026

Komnas HAM desak penegakan hukum dan pemulihan korban peristiwa Kembru

August 13, 2026

Kantor Bupati Puncak dan sejumlah bangunan perkantoran dibakar massa

August 12, 2026

TNI Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

July 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara