• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB: Stop kirim militer, hentikan investasi di Papua, gelar referendum

February 15, 2022
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73
0
SHARES
24
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB kembali menyeru pemerintah Indonesia untuk berhenti mengirimkan pasukan militer ke Tanah Papua dan berbagai penerbitan izin investasi di Tanah Papua. KNPB menantang Indonesia membuktikan keberadaannya sebagai negara demokratis dengan menggelar referendum Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi rakyat Papua.

Ketua Umum KNPB, Agus Kosay menyatakan pendekatan keamanan yang digunakan Indonesia menyelesaikan masalah Papua telah meluaskan konflik bersenjata di Tanah Papua. Pendekatan keamanan itu juga menimbulkan berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia baru di Tanah Papua.

“Penambahan pasukan ini justru menambah konflik berkepanjangan di Papua. Papua tidak membutuhkan kekuatan militer. Papua butuh penegakan kebenaran, keadilan, dan kedamaian,”kata Kosay saat ditemui Jubi di Kota Jayapura, Papua, Selasa (15/2/2022).

Baca juga: KNPB : Perubahan nama operasi militer, dalih Indonesia tutup wajah kekerasan di Papua

Kosay mengkritik pendekatan keamanan yang menimbulkan berbagai kasus kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) baru di Tanah Papua. Ia menyatakan orang di Tanah Papua hanya berjuang demi kebenaran dan harkat kemanusiaannya.

Kosay juga mengkritik pemerintah Indonesia yang selalu berpandangan bahwa persoalan konflik Papua disebabkan ketertinggalan pembangunan dan kesejahteraan. “Kami  rakyat West Papua berjuang untuk menegakkan nilai manusia di Papua yang sedang diinjak-injak oleh kolonial Indonesia,” katanya.

BERITATERKAIT

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

Polda didesak usut dugaan teror bom molotov di kantor Komnas HAM Papua

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

Kosay juga mengecam pemerintah Indonesia yang terus membuka pintu investasi di Tanah Papua. Ia menyatakan investasi telah mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat di Tanah Papua. Kosay mencontohkan dampak investasi tambang PT Freeport Indonesia pasca penandatanganan Kontrak Karya antara Indonesia dan Freeport McMoRan pada 1967.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Masyarakat [adat] Papua selalu disingkirkan. Seperti yang bisa kita lihat hari ini [nasib] Suku Amungme [dan] Kamoro di Timika.  Saya dapat menyimpulkan bahwa semua investasi di Papua adalah musuh yang sesungguhnya, yang membunuh orang Papua,” katanya.

Kosay mengatakan kepentingan investasi telah menimbulkan banyak korban kekerasan, baik dari kalangan warga sipil, aparat TNI/Polri, maupun orang asing. Hal itu yang membuat KNPB menuntut Indonesia menutup pintu investasi di Tanah Papua.

Baca juga: KNPB konsisten satukan semua komponen perjuangan

“Aparat kolonial Indonesia adalah korban kepentingan investasi di Papua. Sudah cukup dulu orang tua kami yang ditipu. Sekarang Indonesia jangan menipu rakyat dengan tawaran rupiah merah yang tidak ada nilai sama sekali,” katanya.

Kosay menyerukan agar pemerintah Indonesia membuktikan keberadaan Indonesia sebagai negara demokratis dengan memenuhi tuntutan menggelar referendum Hak Penentuan Nasib Sendiri di Tanah Papua. Menurutnya, referendum itu akan menentukankan apakah rakyat Papua memilih tetap menjadi bagian dari Indonesia, atau memilih berpisah dari Indonesia.

“Untuk menentukan nasib orang Papua yang sedikit lagi punah ini, kami  pikir referendum satu solusi yang tepat dalam  mengambil jalan tengah di Tanah Papua,” katanya.

Kosay menyatakan KNPB menuntut referendum itu haruslah diselenggarakan oleh pihak ketiga yang netral. “Agar supaya tidak ada kecemburuan dari orang Papua dan orang Jakarta. Indonesia juga mendapatkan dampak positif [dari penyelenggaraan referendum itu], Papua pun demikian,” katanya.

Baca juga: Masyarakat adat Keerom berupaya lindungi tanah adatnya dari ancaman investasi

Kepala Pemerintahan Adat Wilayah III Doberay,  Samuel Awom  mengatakan bahwa Papua selalu menjadi incaran berbagai kepentingan elit di Jakarta. “Mereka tidak akan pernah dengar jeritan rakyat korban penembakan di Intan Jaya, Ndugama, Maybrat, Pegunungan Bintang, Puncak, Yahukimo, juga hampir 60 ribu pengungsi yang ada di Tanah Papua” katanya.

Juru Bicara Gerakan Mahasiswa, Pemuda Rakyat Papua (Gempa) versi Kongres Luar Biasa (KLB), Samuel Womsiwor mengatakan saat ini ada ribuan perusahaan yang beroperasi di Tanah Papua. “Dampaknya, penyingkiran orang orang asli setempat atau masyarakat adat, militerisme, dan pelanggaran HAM berat bagi orang Papua pemilik hak ulayat,” katanya.

Womsiwor meminta Presiden Joko Widodo mentutup pintu investasi asing di Papua. Ia mengkritik berbagai izin dan konsesi bagi investor yang tumpang tindih, namun izin investasi baru terus diterbitkan. “Sehingga terjadi perampasan tanah adat besar-besaran di Tanah Papua. Kami mau mengatakan kepada pemerintah, sebelum pemerintah ada kami sudah terlebih dahulu ada di Tanah Papua. Apapun kebijakan yang bertentangan dengan [kepentingan] masyarakat adat akan tetap kami lawan,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Tags: Hak Asasi Manusiahak menentukan nasib sendiriHAMInvestasiMiliterPendekatan KeamananReferendum
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
teror

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

Polda didesak usut dugaan teror bom molotov di kantor Komnas HAM Papua

September 10, 2026

Kunjungan komisioner PBB untuk HAM ke Papua Barat berjalan sesuai rencana

September 5, 2026

Komnas HAM dan DPD RI bahas situasi HAM di Tanah Papua

September 5, 2026

PAPEDA Summit 2026: Pembangunan dan investasi mengabaikan masyarakat adat Papua

September 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara