Sentani, Jubi – Direktur Rumah Sakit Yowari, Maryen Braweri menyatakan rumah sakit yang dipimpinnya memiliki keterbatasan dalam sumber daya manusia atau SDM, terutama dokter spesialis.
Katanya, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa dokter spesialis, terutama dokter spesialis kandungan, bedah dan ortopedi.
“[Terkait] dengan kekurangan SDM itu, kami akan bekerja sama dengan dokter-dokter terutama untuk kasus-kasus darurat, misalnya kebidanan. Pesanya, pak bupati tadi, paling tidak kami harus menyiapkan lima dokter kandungan di rumah sakit ini,” kata Maryen Braweri usai bertemu Bupati Jayapura, Yunus Wonda, di RSUD Yowari, Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, tambahan dokter nantinya diharapkan dapat mengisi kekosongan SDM, dan mencegah hal yang tak diharapkan terjadi.
“[Tambahan dokter spesialis] itu yang mungkin akan jadi perhatian. Tahun ini kami sudah mulai mengontak dokter, kira-kira siapa yang bisa kami melakukan perjanjian kerja sama untuk di rumah sakit ini,” ucapnya.
Braweri mengatakan, manajemen rumah sakit juga akan selalu melakukan memonitoring, evaluasi secara teratur dan berkala, sehingga hal-hal yang menjadi kendala di lapangan bisa segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi.
Katanya, Bupati Jayapura juga berpesan agar ibu hamil masyarakat asli Papua di Kabupaten Jayapura yang melakukan persalinan di Rumah Sakit Yowari harus digratiskan karena sudah memiliki dana otsus.
Menurutnya, pelayanan gratis itu sudah diberlakukan tahun ini, bukan hanya pelayanan persalinan, juga seluruh penyakit selama pihak RSUD Yowari masih bisa menanganganinya.
“Kami sudah berlakukan tahun ini karena kami sudah dapat dana otsus untuk pelayanan gratis. Seluruh masyarakat dengan kasus [penyakit] apa saja, selama kami punya [fasilitas] bisa dilayani di sini. Yang penting punya KTP Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Selain itu pihak RSUD Yowari juga akan melakukan perjanjian kerjasama dengan rumah sakit di wilayah Kota Jayapura, agar dapat merujuk pasien apabila diperlukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Motte mengatakan untuk layanan rujukan, akan lebih efektif menggunakan Respon Medical Center (RMC).
Katanya, dengan penggunaan RMC akan menghubungkan dengan semua rumah sakit yang ada mulai dari RS Yowari, Dian Harapan, hingga RSUD Jayapura.
Namun kata Mote, aplikasi itu baru diluncurkan beberapa waktu lalu, dan masih dalam tahap sosialisasi ke pengguna.
“Itu langsung via call, jadi kalau rumah sakit sudah bersedia, dari RMC langsung akan mengontak ke rumah sakit Yowari untuk merujuk ke rumah sakit itu,” kata Anton Mote. (*)






















Discussion about this post