Sentani Jubi – Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo meresmikan dua layanan fasilitas kesehatan atau faskes baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada Kamis (18/7/2024). Acara peresmian dihadiri pimpinan dan dewan pengawas RSUD Yowari.
Kedua layanan baru itu adalah Poliklinik Jantung dan peralatan CT-Scan. Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengapresiasi RSUD Yowari yang telah menghadirkan kedua fasilitas tersebut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura.
“Kehadiran alat CT-Scan ini juga bisa memudahkan tenaga medis dalam melakukan diagnosa dan menentukan kondisi-kondisi pasien,” katanya.

Perkembangan cukup luar biasa yang dilakukan RSUD Youwari, kata Triwarno, bisa menambah pelayanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Jayapura.
“Sudah saya lihat semua peralatan yang ditampilkan, baik dan bagus, dengan alat itu bisa menambah pelayanan kesehatan lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Jayapura ,” ujarnya di Sentani, Sabtu (20/7/2024).
Ia menjelaskan kedua faskes tersebut sudah ada sebelumnya. Peralatan CT-Scan misalnya sudah tersedia sejak tahun lalu di ruangan Radiologi.
“Hanya saja belum memiliki izin dari Kementerian Kesehatan RI sehingga alat itu baru bisa digunakan setelah ada izin,” ujarnya.
Direktur Umum RSUD Yowari Petronela Risamasu mengatakan peresmian dua layanan itu merupakan momentum penting bagi rumah sakit yang dipimpinnya.
“Sebab kedua layanan bisa beroperasi setelah ada izin dan peresmian menandakan kedua layanan bisa digunakan oleh masyarakat umum, meskipun sebelumnya alat CT-Scan telah lebih dulu digunakan namun belum terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Petronela masyarakat Kabupaten Jayapura sudah lama menanti kehadiran kedua fasilitas. Karena itu pada saat peresmian ada ratusan pasien yang sudah menunggu dan mengantre di depan pintu Poli Jantung maupun ruang Radiologi, tempat layanan CT-Scan berada.
“Catatan kami, sebanyak 485 pasien yang masuk ke ruang Poli Jantung dan 30 pasien di ruangan Radiologi,” katanya.
Ia menyebutkan tenaga yang melaksanakan layanan pada kedua fasilitas sudah tersedia, karena itu ia yakin pelayanan akan berjalan dengan baik.
Petronela menyebutkan dengan diresmikannya Poliklinik Jantung, maka kini ada 13 poliklinik di RSUD Yowari.
Ke-14 poliklinik adalah Poliklinik Anak, Poliklinik Kebidanan, Poliklinik Bedah, Poliklinik Ortopedi, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Endoskopi, Poliklinik Jantung, Poliklinik Paru, Klinik Hana (Pelayanan ODHA), Poliklinik Saraf/Neurologi, Poliklinik Rehab Medik, Poliklinik THT, dan Poliklinik Gigi.
Berkontribusi pada PAD
Untuk pengadaan alat CT- Scan, kata Petronela, dibiayai dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Jayapura 2023. Sarana dan prasarana pendukung lainnya, termasuk SDM, juga disiapkan.

“Ini fasilitas-fasilitas yang kita upayakan untuk bisa menambah pelayanan kepada masyarakat. Masih ada faskes lain seperti Poliklinik Mata dan Poliklinik Kulit Kelamin yang belum ada dan sedang diupayakan bersama tenaga dokter dan nakes lainnya,” katanya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Hariyanto Piet Soyan mengatakan ada sejumlah faskes yang canggih dan modern di RSUD Yowari. Fasilitas penunjang layanan kesehatan tersebut diharapkan bisa berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kehadiran faskes bagi layanan kesehatan diimbangi dengan ketersediaan tenaga dokter, sehingga tidak lagi ‘bayar-bayar’ dokter atau pasien harus menunggu kehadiran dokter di rumah sakit,” ujarnya.
Soyan juga mengingatkan Pemkab Jayapura agar segera menyelesaikan bagian-bagian tanah yang sedang digunakan RSUD Yowari agar segera didiselesaikan dengan pemilik hak ulayat. Selain itu, sisi keamanan dan kenyamanan pasien di rumah sakit perlu menjadi perhatian serius.
Menurutnya, RSUD Yowari Kabupaten Jayapura selain menjadi rumah sakit rujukan, status rumah sakit tersebut sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan kepemilikannya oleh Pemkab Jayapura.
“Semua layanan kesehatan ini harus sinkron, dari puskesmas hingga rumah sakit. Pelayanan harus berjalan dengan baik sehingga tidak muncul imaji negatif di tengah masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang buruk di rumah sakit terbesar di daerah ini,” katanya. (*)






















Discussion about this post