Jayapura, Jubi – Badan Pengurus harian Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Tolikara atau BP-HMPT Kota Studi se-Jayapura, mengklarifikasi adanya aksi mimbar bebas yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa di Sekretariat HMPT Tolikara, di Jln. Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Kamis (5/9/2024), tanpa ada pemberitahuan dan koordinasi kepada BPH.
Pihaknya berharap hal tersebut tidak terulang lagi.Ketua HMPT Misoi Wanimbo mengatakan, mahasiswa/i Tolikara telah menerima beasiswa atau bantuan studi dari Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk tahun anggaran 2024. Bantuan tersebut mulai disalurkan sejak 4 September, dengan layanan distribusi dilakukan oleh pihak Bank BRI cabang Abepura, hingga Kamis ini.
“Saat kami disana, di sekretariat ini ada sejumlah teman-teman mahasiswa yang menggelar aksi mimbar bebas disini, memang tuntutan itu kami setuju namun mereka lakukan ini tanpa berkoordinasi dengan kami badan pengurus HMPT dan kami tidak terlibat dalam aksi itu, bahkan kami tidak pernah keluarkan perintah,” kata Wanimbo.
Misoi Wanimbo mengatakan, dalam aksi mimbar bebas itu mereka sampaikan beberapa tuntutan, antara lain penghapusan aplikasi Sistem Informasi Mahasiswa Tolikara atau Simara serta permintaan agar beasiswa disalurkan dua kali dalam setahun dan evaluasi pelayanan beasiswa selama dua tahun terakhir.
“Jika ada hal penting yang perlu dibahas, kami biasanya akan mengeluarkan surat resmi untuk berdiskusi. Dan aksi spontan ini menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah pengurus terlibat, padahal bukan teman-teman mahasiswa yang aksi itu juga membentangkan logo organisasi BP-HMPT yang seakan-akan aksi itu dilakukan atas perintah pengurus. Jadi kami klarifikasi bahwa aksi tersebut adalah inisiatif spontan dan tidak melalui proses diskusi organisasi,” katanya.
Ia menjelaskan, pelayanan penyaluran beasiswa melalui aplikasi Simara baru dimulai pada 2022, dan BP-HMPT saat ini masih dalam proses evaluasi terhadap sistem tersebut. Pihaknya berencana mengadakan diskusi evaluasi untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pada 2025 mendatang, sehingga itu akan ada undangan resmi kepada semua mahasiswa/I untuk melakukan diskusi dan evaluasi dimaksud.
Sekretaris BP-HMPT Kristian Biniluk, mengajak kepada mahasiswa Tolikara agar mendaftarkan diri ketika dibuka kesempatan mendaftar di aplikasi Simara, agar hak dan kebutuhan sebagai mahasiswa/I asal Tolikara dapat terpenuhi.
“Kami berharap mahasiswa segera mendaftar di aplikasi Simara agar tidak mengalami kendala dalam penerimaan beasiswa,” ujarnya.
Ketua Asrama Putra dan Putri Tolikara di Jayapura, Veko Kogoya dan Yomitera Kogoya, juga mengklarifikasi bahwa penghuni asrama tidak terlibat dalam aksi mimbar bebas tersebut. Meskipun aksi berlangsung di sekitar asrama, mereka menegaskan bahwa mahasiswa penghuni asrama tidak terwakili dalam aksi tersebut.
“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah Tolikara karena telah menyediakan kami tempat tinggal. Dengan demikian, kami bisa menjalankan aktivitas kami sebagai pelajar dan mahasiswa di Kota Jayapura ini,” ujarnya.(*)




















Discussion about this post