Jayapura, Jubi – Diskusi mengenai kesepakatan global tentang masa depan kedaulatan Kaledonia Baru dimulai pada hari ini di Komisi Tinggi di Noumea. Semua kelompok, termasuk Front Pembebasan Nasional dan Sosialis Kanak atau FLNKS diundang dalam diskusi tersebut.
La1ere.francetvinfo.fr melaporkan diskusi digelar sebagai lanjutan dari agenda kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Manuel Valls ke Kaledonia Baru, sejak akhir pekan lalu. Pertemuan trilateral dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis itu baru kali ini dalam tiga tahun terakhir.
FLNKS mengutus Emmanuel Tjibaou, Mickaël Forrest, Aloisio Sako, dan Omayra Naisseline dalam pertemuan tersebut. Mereka tiba sebelum pukul 08:00 waktu setempat. Rock Wamytan, mantan Presiden Kaledonia Baru yang pro-kemerdekaan juga berpartisipasi dalam diskusi. Dia terlambat tiba di lokasi pertemuan.
Sementara itu, Kelompok Persatuan Nasional untuk Kemerdekaan (UNI) mengutus Victor Tutugoro, Jean-Pierre Djaïwé, dan Adolphe Digoué. Adapun kubu loyalis Prancis mengutus Virginie Ruffenach, Alcide Ponga, Pascal Vittori, Sonia Backès, Nicolas Metzdorf, Gil Brial, dan Brieuc Frogier. Selain mereka, ada Philippe Gomès dan Philippe Dunoyer dari Kaledonia Bersama, serta Milakulo Tukumuli dari Kebangkitan Oseania sebagai peserta diskusi.
“Negosiasi masih jauh dari selesai. Setiap orang datang dengan pola pikir untuk maju dan kemudian kami akan melihat apakah dapat maju terus,” kata Tukumuli.
Philippe Dunoyer menyadari masih butuh waktu panjang untuk mencapai kesepakatan mengenai masa depan Kaledonia Baru. Namun, menurutnya, ada sinyal positif dalam pertemuan tersebut. “Saya tidak sabar untuk langsung [berbicara] ke inti pembahasan.”
Anggota Parlemen Nicolas Metzdorf, yang juga peserta diskusi menyebut situasi ekonomi, dan sosial Kaledonia Baru mengharuskan para pihak hadir pada forum tersebut. “Ini adalah momen kebenaran. Jadi, terserah kita untuk bertindak.”
Menlu Prancis Manuel Valls tidak memberi penjelasan lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut. Dia hanya memastikan masa kunjungannya diperpanjang selama sehari, yakni hingga Sabtu mendatang. “Keputusan yang diambil untuk memberi kesempatan [para pihak] berdiskusi,” ujarnya. (*)





















Discussion about this post