Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Vanuatu telah disambut di Parlemen dengan pōwhiri (upacara penyambutan Maori) formal dan penghormatan senjata.
Charlot Salwai akan berada di Selandia Baru hingga Kamis (8/8/2024), termasuk mengunjungi Auckland, demikian dikutip jubi.id dari rnz.co.nz, Senin (7/8/2024).
Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon menyambut Salwai dan membicarakan tentang hubungan jangka panjang antara kedua negara.
Luxon juga menyampaikan terima kasih kepada para pekerja RSE (Recognised Seasonal Employer) Vanuatu atas dukungan dan kontribusi mereka terhadap Selandia Baru.
Selama di Selandia Baru, Salwai akan bertemu dengan mitranya dari Selandia Baru. Christopher Luxon untuk membicarakan mobilitas tenaga kerja, perubahan iklim, memajukan regionalisme Pasifik, dan bidang-bidang lain yang menjadi kepentingan bersama.
Kantor Perdana Menteri Selandia Baru mengatakan Vanuatu merupakan mitra utama skema Pemberi Kerja Musiman yang Diakui (RSE) Selandia Baru, yang menyediakan jumlah karyawan terbesar setiap tahunnya.
Luxon mengatakan kedua negara memiliki persahabatan yang sudah lama.
“Keduanya mendambakan kawasan Pasifik yang aman, terlindungi, dan sejahtera secara ekonomi,” katanya.
“Saya berharap dapat terus mengembangkan hubungan kita dan menegaskan kembali dukungan Selandia Baru sebagai mitra tepercaya Vanuatu.”
Ini akan menjadi kunjungan resmi ketiga Salwai sebagai perdana menteri dan yang pertama sejak 2019.
Ia juga akan bertemu dengan menteri luar negeri Winston Peters dan berhubungan dengan pekerja RSE, serta mengadakan sejumlah pertemuan di Auckland.
Salwai akan didampingi oleh Menteri Pertanahan dan Sumber Daya Alam Vanuatu, Rick Tchamako Mahe.
Sementara itu, menteri luar negeri Australia Penny Wong menggunakan media sosial untuk mengucapkan selamat kepada Vanuatu atas 44 tahun kemerdekaannya.
“Hubungan historis Australia yang panjang [dengan Vanuatu] telah menghasilkan kemitraan modern dan komprehensif yang kita miliki saat ini berdasarkan rasa hormat dan nilai-nilai demokrasi bersama,” tulisnya. (*)




















Discussion about this post