Jayapura, Jubi – Asosiasi Berita Kepulauan Pasifik (PINA) menyerukan penegakan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di seluruh wilayah Pasifik.
Dewan Media Palau dan Forum Kebebasan Pasifik menyatakan keprihatinan atas gugatan pencemaran nama baik yang diajukan oleh ayah Presiden Palau, Surangel Whipps Jr, terhadap surat kabar nasional Island Times Palau. Berita ini dilansir Jubi dari www.rnz.co.nz, Rabu (6/11/2024).
Perusahaan milik Whipps Snr, Surangel and Sons, mengajukan gugatan perdata terhadap editor surat kabar Island Times, Leilani Reklai, pada Rabu, 29 Oktober. Esok harinya, Whipps Jr menyebutkan dalam konferensi pers bahwa
“Island Times terus mencetak propaganda politik yang tidak akurat,” seperti dilaporkan oleh BenarNews.
Dalam pernyataan resmi, PINA menyatakan akan menggalang dukungan regional dan internasional untuk wakil presidennya, Reklai. Presiden PINA, Kalafi Moala, menegaskan bahwa peran media sebagai penjaga demokrasi kini lebih penting dari sebelumnya.
“Kami menyerukan kebebasan, tidak hanya di Palau, tetapi di seluruh wilayah Pasifik,” ujar Moala kepada RNZ Pacific. “Kami khawatir karena di beberapa negara ada kebebasan berbicara dan kebebasan pers, tetapi di beberapa negara lain, ada tantangan dan intimidasi, terutama dari penguasa.”
Moala menambahkan bahwa PINA menentang segala upaya untuk mengintimidasi media. Pada Selasa, PINA telah mengirim surat resmi kepada Presiden Palau untuk menyampaikan keprihatinan mereka.
“Kebebasan berbicara dan demokrasi berjalan beriringan. Advokasi kami untuk kebebasan adalah advokasi untuk demokrasi,” jelasnya.
Moala menekankan pentingnya hal ini, terutama karena warga Palau akan memberikan suara pada Selasa (5/11/2024). (*)























Discussion about this post