Jayapura, Jubi – Di tengah kerusuhan yang masih melanda Kaledonia Baru, pimpinan delegasi politik tingkat tinggi Selandia Baru merencanakan agenda tur ke Pasifik minggu depan.
Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters pada Kamis (27/6/2024) rnz.co.nz, Sabtu (29/6/2024).
Peters akan memimpin “delegasi politik tingkat tinggi ke Kepulauan Solomon, Nauru dan Niue” mulai 1 hingga 6 Juli 2024.
Wakil Perdana Menteri menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa “masalah-masalah regional utama (akan) menjadi agenda kunjungan, termasuk peristiwa di Kaledonia Baru”.
Kaledonia Baru masih dilanda kerusuhan politik yang serius dan merusak pasca kerusuhan dan kekerasan yang meletus pada pertengahan Mei 2024 lalu. Pergolakan yang berujung rusuh ini telah mengakibatkan kerusakan yang luas, pembakaran, penjarahan, dan pemblokiran jalan hingga mengakibatkan kerugian sekitar 1,5 juta Euro dan mengakibatkan kematian sembilan orang.
Hal ini juga menyebabkan kunjungan Peters yang direncanakan sebelumnya ke Kaledonia Baru, sebagai bagian dari tur regional lainnya, pada Mei, ditunda. Sejak saat itu, Peters secara konsisten menyatakan “keprihatinan yang besar” dan menyerukan agar persoalan diatasi dengan “kepala dingin, kebijaksanaan (…) perdamaian, ketenangan, dan dialog terbuka di semua pihak, ” terhadap situasi di kepulauan Pasifik Prancis itu.
Lebih dari 3.500 pasukan keamanan Prancis dikerahkan namun hingga kini situasi Noumea masih terus berupaya memulihkan hukum dan ketertiban serta meredakan situasi yang nyaris menuju pemberontakan.
“Kami berharap dapat terlibat dengan para pemimpin politik di Kepulauan Solomon, Nauru, dan Niue minggu depan, dalam konteks pembangunan yang mendesak dan tantangan strategis di kawasan ini.
Mr Peters akan didampingi oleh Menteri Kepolisian dan Manajemen Darurat dan Pemulihan, Mark Mitchell; Ketua Komite Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan (FADTC) Tim van de Molen; anggota FADTC Damien O’Connor dan Teanau Tuiono; dan Ketua Kaukus Buruh Pasifik, Jenny Salesa. (*)





















Discussion about this post