Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura akan kembali memulai perjalanannya di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, Liga 2 atau Pegadaian Championship musim 2025/2026, pada September 2025. Tim ‘Mutiara Hitam’ akan menghadapi ujian yang tak mudah.
Mereka tergabung dalam grup timur yang dikenal sebagai ‘grup sulit’, berisikan tim-tim kuat seperti Deltras Sidoarjo, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, Barito Putera, Persipal Palu, Persiku Kudus, dan tim promosi, Kendal Tornado FC.
Tim-tim yang akan dihadapi Persipura itu bukan lawan yang mudah. Enam di antaranya bahkan pernah mencicipi atmosfer kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Peta kekuatan lawan
Deltras Sidoarjo memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Dengan dukungan suporter yang militan dan manajemen yang solid, Deltras dipastikan akan menjadi salah satu pesaing serius. Klub ‘The Lobster’ pada kompetisi musim lalu berhasil lolos ke babak 8 besar Liga 2, setelah finis sebagai runner up Grup 3, di atas Persipura.
Persela Lamongan juga tim jebolan Liga 1. Klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu punya karakter permainan yang keras dan semangat pantang menyerah. Pada kompetisi Liga 2 sebelumnya, mereka lolos ke babak 8 besar sebagai juara Grup 3.
Kemudian ada Persiba Balikpapan. Klub ‘Beruang Madu’ baru saja promosi dari Liga Nusantara atau kompetisi kasta ketiga. Namun, sebagai klub jebolan Liga 1, Persiba kini kembali dengan ambisi besar untuk bisa bersaing meerebut tiket promosi.

Tiga tim pesaing lainnya adalah PSIS Semarang, PSS Sleman, dan Barito Putera. Ketiganya baru saja terdegradasi dari kompetisi Liga 1 musim lalu. Meski terlempar dari persaingan kasta tertinggi, ketiga klub masih berpotensi menjadi ancaman serius di Grup Timur Liga 2.
PSIS yang dikenal dengan julukan ‘Laskar Mahesa Jenar’ punya tradisi kuat dengan dukungan suporter yang militan. Lalu PSS Sleman masih akan menjadi lawan yang tangguh dengan materi pemain yang sebagian besar masih terbiasa dengan atmosfer Liga 1.
Sedangkan Barito masih berbekal finansial yang mapan dan menjadi salah satu unggulan untuk merebut tiket promosi. Mereka mengontrak eks pelatih Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra dan eks bomber PSBS Biak, Alexsandro Ferreira.
Selain enam klub jebolan kasta tertinggi itu, Persiku Kudus dan Persipal Palu juga tak bisa dipandang remeh. Kedua penghuni Liga 2 itu pada musim lalu peringkatnya di atas Persipura. Lalu ada satu pendatang baru, Kendal Tornado FC yang berstatus runner up Liga Nusantara atau Liga 3.
Juru taktik Persipura, Ricardo Salampessy menyadari peta persaingan di Grup Timur Liga 2 musim ini sangat ketat karena berisi klub-klub jebolan kompetisi kasta tertinggi. Ia menyatakan timnya tak memetakan satu atau dua tim sebagai lawan yang berat.
“Ya, persaingan pasti akan sangat ketat dengan bergabungnya tiga tim yang baru saja turun dari liga 1 ke wilayah timur. Bagi kami, semua lawan harus diwaspadai,” kata Ricardo kepada Jubi, Jumat (15/8/2025).
Satu di antara senior Persipura dan pengamat sepak bola Papua, Fernando Fairyo mengatakan persiapan Persipura menjelang kompetisi musim ini sudah berjalan baik. Dengan bekal itu, tambahnya, Persipura harus bisa memaksimalkan seluruh laga jika ingin menuntaskan kompetisi dengan hasil terbaik.

“Persiapan tim cukup baik dan menurut saya dapat bersaing. Semua tim di Grup Timur punya kualitas yang sama baiknya, tentu semua pertandingan adalah final dan harus dimenangkan oleh Persipura,” kata Nando.
Ikhsan dari kelompok The Comens, mewakili suara suporter yang tak pernah absen mendukung Persipura mengatakan dilihat dari komposisinya Grup Timur ibarat ‘grup rasa Liga 1’ karena banyak klub yang punya pengalaman dan materi pemain yang tidak jauh dari level tertinggi.
“Jadi persaingannya bakal keta, dan poin di kandang bakal jadi harga mati. Tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng, persaingan akan sangat ketat,” kata Ikhsan.
Sejarah pertemuan dengan kontestan ‘Grup Timur’
Meskipun Persipura Jayapura masuk Grup Timur yang dihuni tim-tim kuat, termasuk beberapa jebolan Liga 1, namun catatan sejarah pertemuan Persipura dengan delapan kontestan lainnya di grup ini menunjukkan rekor yang menarik.
Persipura memiliki catatan apik saat bertemu PSIS Semarang. Dalam lima pertemuan terakhir di Liga 1, Persipura selalu meraih kemenangan. Pada Liga 1 2019, Persipura menang 2-0 di laga kandang dan 3-1 di laga tandang. Kemenangan berlanjut pada Liga 1 2020 (sebelum dihentikan) dengan skor 2-0. Pada Liga 1 2021/2022 Persipura kembali menyapu bersih dua laga dengan kemenangan 2-1 dan 4-0.
Persipura juga dominan atas Barito Putera. Di Liga 1 2019, Persipura meraih dua kemenangan, 4-0 di laga tandang dan 1-0 di kandang. Namun, Barito Putera berhasil membalas di Liga 1 2021/2022 dengan dua kemenangan sekaligus, 1-0 dan 3-0.

Dalam empat pertemuan terakhir di Liga 1, Persipura dan PSS Sleman nyaris memiliki rekor seimbang. Persipura hanya menang sekali, sementara tiga laga lainnya berakhir imbang. Di Liga 1 2019 dan pertemuan pertama Liga 1 2021/2022, kedua tim bermain imbang 1-1. Persipura baru bisa menang 4-2 di pertemuan kedua Liga 1 2021/2022.
Rekor Persipura melawan Deltras Sidoarjo juga cukup seimbang. Sejak era Liga Super Indonesia, dari tujuh pertemuan, Persipura mencatat tiga kemenangan dan empat hasil imbang. Pertemuan terbaru di Liga 2 2024 berakhir dengan kekalahan 2-0 bagi Persipura di leg pertama dan imbang 1-1 di leg kedua.
Persela Lamongan menjadi lawan yang sering merepotkan Persipura. Dalam enam pertemuan terakhir sejak Liga 1 2018, Persipura hanya mencatat dua kemenangan. Namun di Liga 2 2024, Persipura menelan dua kekalahan sekaligus dari Persela.
Sama halnya dengan Persiba Balikpapan. Dalam lima pertemuan terakhir, Persipura hanya mencatat dua kemenangan, keduanya di Liga 1 2017. Di Liga 2 2023, Persipura gagal meraih kemenangan dari Persiba dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Persipura dan Persipal Palu akan kembali bersaing untuk musim ketiga berturut-turut di Liga 2. Dalam pertemuan sebelumnya, kedua tim saling mengalahkan. Di Liga 2 2024/2025, Persipura berhasil mendominasi di babak penyisihan grup dengan dua kemenangan. Namun, di babak play-off degradasi, mereka saling mengalahkan.
Pertemuan dengan Persiku Kudus akan menjadi momen reuni setelah 32 tahun. Kedua tim terakhir bertemu pada final Divisi Satu Perserikatan 1993, di mana Persipura menang telak 3-0. Sementara itu, laga melawan Kendal Tornado FC akan menjadi pertemuan perdana bagi kedua tim.
”Secara tradisi dan materi, semua tim cukup mengancam, apalagi mereka punya basis suporter besar yang sangat fanatik dan biasanya tangguh di kandang. Semua punya ambisi dan target untuk lolos ke Liga 1,” ujar Ikhsan, suporter Persipura sejak era Ligina (Liga Indonesia).

Format baru: Setiap tim bertemu tiga kali
Kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 akan tampil dengan wajah yang berbeda. Kompetisi ini punya nama baru, yakni Pegadaian Championship dengan format kompetisi yang berbeda dibandingkan dengan Liga 2 sebelumnya.
Bahkan untuk kali pertama, lewat Pegadaian Championship ini, kompetisi sepak bola Indonesia akan menerapkan format triple round robin, yang artinya setiap tim akan bertemu sebanyak tiga kali.
Pada putaran pertama, masing-masing tim akan bermain sebanyak dua kali di laga kandang dan tandang. Setelah bertemu dua kali, masing-masing tim akan bertemu kembali pada putaran kedua yang tempatnya akan ditentukan berdasarkan peringkat di papan klasemen.
Untuk peringkat 1-5 akan mendapat jatah laga kandang lebih banyak. Sedangkan peringkat 6-10 akan memainkan empat laga kandang dan lima laga tandang.
Persipura bersama sembilan tim lainnya di Grup Timur, yakni PSIS, PSS, Barito Putera, Persela, Persipal, Persiku, Deltras, Persiba, dan Kendal Tornado, akan saling bersaing memperebutkan satu tiket promosi otomatis. Pasalnya, format baru itu juga hanya menyediakan tiga tiket promosi yang di antaranya dua tiket otomatis milik juara grup, dan satu tiket diperebutkan runner up terbaik dari Grup Barat dan Timur.
Lalu, untuk klub peringkat ke-10 di akhir klasemen pada masing-masing grup secara otomatis akan terdegradasi. Sedangkan peringkat ke-9 akan diadu pada babak play-off degradasi.
Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengusung format baru tersebut untuk menghadirkan jumlah pertandingan yang lebih banyak, durasi kompetisi yang lebih panjang, dan persaingan diharapkan lebih kompetitif dan adil.

Total pertandingan yang akan tersaji pada kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship berjumlah 273 pertandingan.
Ricardo Salampessy mengakui kompetisi dengan format baru ini jelas akan lebih banyak menguras energi para pemain dan setiap tim harus konsisten di setiap laga untuk mendapatkan hasil terbaik. Namun, ia tak menganggap format baru ini sebagai masalah bagi timnya.
“Cukup menarik, karena untuk pertama kali Liga mengadopsi sistem triple round robin, lebih banyak pertandingan yang tentunya membutuhkan energi yang besar dan konsistensi,” ujar Ricardo.
Sementara, bagi manajer Persipura, Owen Rahadian, dengan format baru yang berimbas pada jadwal yang lebih padat itu membuat perencanaan tim harus dipersiapkan secara matang, termasuk pembengkakan biaya operasional.
“Untuk Liga 2 musim ini biayanya akan lebih besar dari dua musim sebelumnya, karena durasi liga lebih panjang dan jumlah pertandingan pun meningkat,” kata Owen.
Nando Fairyo berpendapat format baru kompetisi Liga 2 ini akan lebih menguras banyak energi pemain masing-masing kontestan. Menurutnya, semua kontestan harus tampil konsisten jika ingin menjaga kans.
“Ini memaksa semua tim untuk bersaing super ketat, setiap laga harus dimenangkan. Kans Persipura tentu lebih besar jika mampu memaksimalkan setiap laga untuk dimenangkan,” ujarnya.
Di mata suporter, format kompetisi kali ini unik dan memberatkan kontestan. Namun menurut Ikhsan tiga kali penampilan akan memberikan kesempatan balas dendam lebih cepat kalau ada tim yang kalah pada putaran pertama dan bikin persaingan akan terasa panjang.
“Tapi ruginya, beban fisik dan finansial klub bisa meningkat, terutama untuk perjalanan jauh di Grup Timur yang jarak antar kota lumayan ekstrem. Sistem juara grup lolos otomatis ini bikin setiap poin jadi krusial, tidak ada ruang untuk uji coba di laga resmi. Konsistensi adalah kata kunci,” ujarnya.

Persipura mematangakan persiapan
Persipura kini tengah berbenah diri. Setelah mengalami musim yang kurang memuaskan, tim Mutiara Hitam bertekad bangkit dan kembali ke kasta tertinggi Liga 1. Persiapan yang matang dan terencana menjadi kunci utama untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Berbeda dengan musim sebelumnya yang diwarnai persiapan serba mepet, manajemen Persipura kini bergerak lebih cepat dan serius pasca dinahkodai Owen Rahadian. Persiapan yang dilakukan tidak hanya terfokus pada teknis tim, tetapi juga pada aspek non teknis seperti mendatangkan sejumlah sponsor baru.
Untuk mewujudkan target promosi, Persipura juga melakukan perombakan signifikan pada skuad. Mereka tidak hanya mempertahankan pemain kunci dari musim sebelumnya, tetapi juga mendatangkan banyak pemain baru yang memiliki pengalaman bermain di Liga 1.
Sejumlah pemain penting berhasil dipertahankan, di antaranya pencetak gol terbanyak Liga 2 musim lalu, Ramai Rumakiek, Kapten Boaz Solossa, Ian Louis Kabes, Tinus Pae, Fridolin Yoku, Elisa Basna, Yeter Amohoso, Gunansar Mandowen, Reno Salampessy, Marinus Wanewar, Arodi Uopdana, Elfis Harewan, Alex Dusay, Feri Ayomi, Markus Madjar, Rafael Sunuk, Gelfias Waicang, dan Joshua Isir.
Mereka juga mendatangkan banyak pemain baru untuk menambah kedalaman skuad, yakni Ruben Karel Sanadi, Jeam Kelly Sroyer, Marckho Merauje, Todd Rivaldo Ferre, Febrianto Uopmabin, John Pigai, Ferinando Pahabol, Samuel Reimas, Sukandar Kansai, Augusto Dennis Ivakdalam, Adriano Sander Malibela, Adzib Al Hakim, Sewori Marcelino Aisoki, dan Yerimia Stenly Menzo Merauje.
Lalu untuk pemain asing, manajemen Persipura merekrut tiga pemain dengan tiga posisi. Ada gelandang asal Jepang, Takuya Matsunaga, bek asal Brasil, Arthur Vieira, dan satu striker jangkung asal Brasil, Matheus Silva.

Sebanyak 35 pemain terebut sedang ditempa pada pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta. Tak hanya berlatih mendalami taktik dan strategi, skuad Mutiara Hitam juga menjajal beberapa laga uji coba.
Di antaranya menghadapi Jogja Football Management dengan hasil kemenangan telak 7-2, imbang 0-0 lawan Persijap Jepara, menang 7-0 lawan JK Academy, kalah 2-3 lawan Garudayaksa, menang 4-0 dan 1-0 lawan Persibo Bojonegoro, dan imbang 0-0 lawan Sumsel United.
Meski tak selalu menang pada laga uji coba tersebut, pelatih Ricardo Salampessy mengatakan uji coba itu dimanfaatkan untuk mematangkan taktik dan kekompakan tim, terutama di lini depan.
“Chemistry sudah mulai terbangun. Jadi sejauh ini saya senang dengan perkembangan para pemain. Uji coba itu sangat membantu sejauh mana kesiapan tim kita,” kata Ricardo.
Eks pemain timnas Indonesia itu menyatakan timnya sudah siap menyongsong kompetisi Liga 2 musim ini dengan segala persiapan yang telah dilakoni. Ia berharap para pemainnya tetap konsisten saat kompetisi bergulir.
“Secara teknis dan non teknis kita harus konsisten untuk bisa mendapat poin penuh dan bersaing di papan atas, apalagi nanti ada juga fasilitas VAR oleh PT Liga,” ujarnya.
Manajer Owen Rahadian sejak awal sangat serius untuk mengangkat kembali Persipura ke Liga 1. Ambisi ini sudah terlihat dengan persiapan yang telah mereka jalani hingga perekrutan para pemain baru.
“Target kita sejak awal, yah promosi ke Super League (Liga 1). Saya di sini bukan untuk satu atau dua musim, tim kita harus lebih kompak dari biasanya,” kata Owen.
Salah satu legiun asing Persipura, Takuya Matsunaga juga menegaskan dengan persiapan matang mereka optimistis bisa cepat kembali ke tempat semestinya di kompetisi Liga 1.
“Kita tahu harus kerja lebih keras dari tim lain dan itu yang sedang kita lakukan sekarang. Tak ada yang santai-santai, semua pemain mau kasih yang terbaik,” kata Taki. (*)























Discussion about this post