Jayapura, Jubi – Meskipun tidak menggelar pemusatan latihan bagi atletnya, Tim Dayung Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua tetap optimistis bisa tampil kompetitif dalam PON XXI Aceh – Sumatera Utara. Namun, mereka belum bisa mematok target medali PON XXI.
Pelatih Tim Dayung PON Papua, Vines Kambay mengatakan para pedayung Papua berlatih secara mandiri, karena pihaknya tidak menggelar pemusatan latihan atau TC. Meskipun demikian, Kambay menyatakan perkembangan latihan setiap pedayung telah dipantau.
“Kami tetap siap untuk menghadapi PON XXI, dalam kondisi apa pun kami harus tetap siap. Persiapan atlet kami sudah 95 persen. Walau tanpa TC terpusat, kami harus tetap siap tempur,” kata Kambay.
Sejumlah 30 pedayung Papua akan berlomba di nomor lomba canoing, rowing, dan traditional boat race (TBR). “Di rowing ada enam atlet. Di canoing, ada enam [atlet] putra, dan ada 14 atlet putri. Sedangkan TBR, hanya tim putri saja yang lolos,” ujarnya.
Kambay mengatakan komposisi Tim Dayung PON Papua kali ini didominasi wajah baru. Kendati begitu, ia tetap berharap para atletnya bisa mempertahankan prestasi Tim Dayung PON Papua dalam PON XX Papua 2021. Saat itu, Tim Dayung PON Papua meraih empat medali emas, empat medali perak dan lima medali perunggu.
“[Atlet] yang lama hanya sekitar empat sampai lima atlet saja, dan lainnya baru. Kami akan tetap berusaha untuk mempertahankan prestasi [yang pernah kami raih dalam] PON XX,” katanya.
Belum tentukan target
Kambay menyatakan saat ini pihaknya belum bisa mematok target medali PON XXI Aceh – Sumatera Utara. Harapan untuk mengulangi prestasi meraih empat medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu PON XX Papua tentu ada, namun raihan prestasi tim dayung dalam Pra PON juga harus jadi catatan.
Pada babak kualifikasi atau Pra PON 2023 di Waduk Cipule, Karawang, Jawa Barat, Tim Dayung Papua meraih dua medali emas, dua medali perak, dan satu perunggu. Menurut Kambay, prestasi para pedayung Papua dalam Pra PON XXI tidak bisa jadikan tolak ukur untuk mematok target prestasi dalam PON XXI.
“Kita belum bisa memastikan dengan hasil Pra-PON kemarin dengan PON nanti. Kita belum bisa pastikan berapa target medali, apakah kita bisa mempertahankan atau masih bisa menambah lagi,” ujarnya.
Atlet nomor lomba Canoing putri andalan Papua, Sella Monim mengatakan dirinya akan berusaha semaksimal mungkin berprestasi dalam PON XXI. Apalagi, demikian menurut Monim, PON XXI sepertinya akan menjadi PON terakhir baginya.

“Dengan kondisi seperti ini dan di PON terakhir untuk saya, pastinya saya akan berikan yang terbaik untuk Papua,” kata Monim.
Saat ini, Monim memilih berlatih bersama tim dayung Jawa Barat, demi mempersiapkan dirinya menuju PON XXI. Ia memilih berlatih di Jawa Barat karena tidak ada pemusatan latihan yang digelar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Papua, gara-gara tidak adanya kucuran dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua.
“Saya masih di Jawa Barat, dan sementara bergabung [dengan latihan] tim Jawa Barat. Tapi saya pasti bergabung sama Kontingen Papua,” katanya.
KONI juga sulit patok target
Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK KONI Papua, Daniel Womsiwor menegaskan pihaknya sulit menentukan target prestasi atletnya dalam PON XXI Aceh – Sumatera Utara. KONI Papua bahkan belum mematok target medali di sejumlah cabang olahraga unggulan Papua.
Gara-garanya, KONI Papua memahami keterlambatan persiapan atlet dari berbagai cabang olahraga yang terkendala masalah biaya. Womsiwor mengakui keterlambatan itu membuat periodesasi latihan tidak berjalan secara maksimal.
“Target semula KONI Papua [ingin meraih] posisi empat atau lima besar [peringkat PON]. Namun, dengan persiapan cabang olahraga yang kurang maksimal, tidak [ada] periodisasi serta uji tanding yang matang, KONI Papua tidak berani memasang target,” katanya.
Womsiwor mengaku belum memiliki data tes medis dan fisik dari setiap atlet yang lolos PON. Padahal, data itu dibutuhkan sebagai dasar untuk mengetahui sampai sejauh mana persiapan atau perkembangan dan kemajuan kondisi fisik atlet Papua yang akan berkompetisi dalam PON XXI.
“[Untuk] Memotivasi atlet pun kami belum buat apa-apa. Asupan nutrisi atau vitamin yang amat sangat penting saja tidak diberikan. Sudah pasti pihak KONI dan cabang olahraga tidak berani mematok target,” ujarnya. (*)






















Discussion about this post