Jayapura, Jubi – Persewar Waropen ditaklukkan tamunya, Rans Nusantara dengan skor tipis 1 – 2 pada laga terakhir putaran pertama kompetisi Liga 2 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Jumat (8/11/2024). Persewar Waropen menjadi juru kunci klasemen sementara Grup 3 dengan raihan poin 0, karena selalu kalah dalam tujuh pertandingan putaran pertama Liga 2 musim ini.
Sejak menit awal pertandingan, tuan rumah Persewar Waropen langsung ditekan oleh sang tamu. Para pemain Rans Nusantara bermain lebih tenang dan mendominasi penguasaan bola.
Ketika laga baru berjalan lima menit, Persewar Waropen sudah tertinggal lebih dulu. Eksekusi tendangan bebas oleh Iman Hernandi berhasil menjebol gawang Persewar yang dikawal Sheva Ananda. Rans unggul 0 – 1 dari tim tuan rumah.
Pada menit ke-18, Persewar mendapatkan peluang emas pertama. Namun tendangan keras Yan Sama masih melebar di sebelah kiri gawang Rans.
Pada pertengahan babak pertama, para pemain Persewar mulai mampu mengembangkan permainan. Namun, mereka gagal membuat peluang yang membahayakan gawang Rans.
Rans justru menggandakan keunggulan mereka lewat gol kedua mereka yang dicetak oleh Iqbal Hadi lewat sebuah tendangan spekulasi dari luar kotak penalti pada menit ke-28. Persewar tertinggal 0 – 2 dari Rans Nusantara, dan skor itu bertahan hingga waktu turun minum.
Babak kedua, Persewar bermain lebih terbuka. Mereka melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Rans, dan membuat sejumlah peluang emas. Awalnya, kiper Rans Nusantara, Dimas Galih masih mampu menangkal serangan para pemain Persewar.
Serangan bergelombang Persewar itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-58. Albertho Yumame yang berdiri bebas bisa melepaskan tembakan keras ke gawang Rans. Skor berubah menjadi 1 – 2.
Setelah mencetak gol, para pemain Persewar semakin agresif. Berkali-kali lini depan mereka berhasil menerobos pertahanan Rans.
Akan tetapi, para pemain Rans bermain bertahan, dan menjelang menit akhir pertandingan sengaja mengulur-ulur waktu untuk menjaga keunggulan mereka. Para pemain Persewar yang terus menyerang, namun tak berhasil menyamakan kedudukan. Hingga pertandingan selesai, tim berjulukan Mutiara Bakau itu kalah dengan skor 1 – 2.

Catatan Buruk
Kekalahan dari Rans Nusantara membuat Persewar Waropen mencatatkan rekor buruk pada putaran pertama Grup 3 Liga 2. Tim Mutiara Bakau selalu kalah dalam tujuh laga putaran pertama. Mereka menempati posisi juru kunci Grup 3.
Juru taktik Persewar Waropen, Eduard Ivakdalam, mengakui catatan buruk itu sangat menyakitkan. “Hasil yang telah kami capai hari ini tetap kami syukuri. Walaupun buat kami sendiri hal itu sangat sakit, karena sampai selesainya putaran pertama ini kami belum mendapatkan poin,” kata pelatih yang akrab disapa Edu itu pada konferensi pers usai pertandingan.
Ia menuturkan rentetan hasil buruk yang diderita timnya harus menjadi bahan koreksi oleh semua pihak dalam tim Persewar Waropen. Tim Mutiara Bakau harus menggunakan hasil evaluasi itu untuk memastikan Persewar tetap bertahan di kompetisi Liga 2 musim depan.
“Kami harus mengoreksi diri juga, apakah itu karena kesalahan pelatih, pemain, ataukah manajemen. Saya sendiri sebagai pelatih tidak bisa berkata-kata lagi, karena anak-anak kami sudah mengeluarkan semua kemampuan mereka untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.
Menurut Edu, anak asuhnya punya banyak peluang emas yang sebenarnya bisa membalikkan keadaan untuk mereka. Sayangnya sejumlah peluang itu gagal dikonversi menjadi gol.
“Tim kami tidak bermain sebagai sebuah tim. Tim lawan bermain bola dengan simpel, sehingga mereka bisa menghasilkan dua gol. Gol lawan pada babak pertama [tercipta] karena kesalahan pemain kami sendiri. Kami kebobolan dua gol pada babak pertama, itu sangat riskan buat kami,” tuturnya.
Edu tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai Yohanis Tjoe dan para pemain Persewar Waropen lainnya sudah berjuang sekuat tenaga untuk meraih poin. Akan tetapi, keberuntungan belum berpihak kepada mereka.
“Babak kedua, pemain kami lebih banyak dapat peluang, tapi tidak berhasil menyamakan kedudukan. Saya tetap mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemain saya yang telah berjuang keras,” ujarnya.
Ia berharap semua pemangku kepentingan dalam tim Persewar akan duduk bersama mencari solusi agar tim mereka bisa tampil lebih baik pada putaran kedua Liga 2 musim ini. “Saya tidak tahu ada masalah di mana. Sebelum putaran kedua berjalan, kami harus duduk semua bersama-sama dalam tim. Manajemen, pemain, dan pelatih harus duduk bersama, saling terbuka, karena kami tim pelatih sudah bersusah payah menyiapkan tim ini,” katanya.
Striker Persewar, Alberto Yumame juga tak banyak berkomentar. Ia mengatakan hasil yang mereka raih sepanjang putaran pertama Liga 2 harus dievaluasi.
“Saya dan teman-teman tetap mengucap syukur atas hasil hari ini. Apa pun yang terjadi, biar hasil itu menjadi pembelajaran dan evaluasi buat kami agar lebih baik ke depannya,” kata Yumame.
Dari kubu Rans, pelatih Edi Sudiarto memuji penampilan timnya yang berhasil mencuri tiga poin dari markas Persewar Waropen. Ia juga memuji tim tuan rumah yang memberikan perlawanan luar biasa.
“Alhamdulillah kami bisa dapat poin penuh dari markas Persewar. Tim kami sudah bekerja keras. Persewar juga memberikan perlawanan yang luar biasa. Pertandingan tadi sangat menarik. Kami bersyukur jerih payah semua pemain [membuat kami] bisa memetik tiga poin” kata Edi.
Bek sayap Rans, Saiful Indra Cahya juga terkesan dengan hasil yang mereka raih dari markas Persewar Waropen. Meski para pemain Rans Nusantara kelelahan karena perjalanan panjang menuju Papua, mereka bisa mendapatkan tiga poin.
“Walaupun tim kami dalam keadaan kekalahan, kami bisa mendapatkan tiga poin di sini. Teman-teman sudah bekerja keras dengan luar biasa,” ujarnya. (*)























Discussion about this post