Jayapura, Jubi – Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI Aceh – Sumatera Utara 2024 menjadi PON yang melibatkan relawan terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan PON. Di antara puluhan ribu relawan itu, terdapat dua orang mahasiswa asal Tanah Papua, Isak Kaisala dari Sorong Selatan dan Haskin Alimdam dari Pegunungan Bintang.
Panitia Besar (PB) PON XXI Aceh – Sumatera Utara 2024 menyatakan penyelenggaraan PON XXI melibatkan 82.392 orang relawan. PON XXI yang berlangsung pada 9 – 20 September 2024 itu juga menjadi PON pertama yang melibatkan dua provinsi sebagai tuan rumah.
Sejumlah dua mahasiswa asal Tanah Papua, Isak Kaisala dan Haskin Alimdam bertugas di Gugus Wilayah Sumatera Utara. Keduanya merupakan mahasiswa asal Tanah Papua yang sedang berkuliah di Sumatera.
Isak Kaisala merupakan mahasiswa semester akhir jurusan manajemen ekonomi di Universitas Negeri Medan, Kota Medan. Sedangkan Haskin Alimdam berkuliah di jurusan perencanaan wilayah dan koto, Universitas Syiah Kuala, Aceh.
Isak dan Haskin hanya berdua menjadi relawan PON XXI asal Tanah Papua. Mereka bertugas sebagai LO atau naradamping bagi para atlet atau kontingen PON yang berada di Kota Medan.
Isak menuturkan awalnya ia hanya iseng mendaftar sebagai relawan PON XXI. Ia berharap dirinya punya kesempatan untuk melepas rindu, berjumpa dengan para atlet asal Tanah Papua.
“Saya coba-coba saja, ikut daftar jadi relawan PON. Sambil kuliah, [saya] sambil kerja jadi relawan,” kata Isak saat ditemui di Stadion Utama Sumut, Deli Serdang, berapa waktu lalu.
“Saya termotivasi menjadi relawan di sini karena saya sudah lama merantau jauh ke Sumatera. Jadi [saya] rindu dengan teman-teman dan keluarga di Papua,” ujarnya.
Selama menjadi relawan PON, Isak bertugas melayani kebutuhan akomodasi dan transportasi Kontingen PON DKI Jakarta. Ia mengurus mereka sejak dari kedatangan kontingen itu, hingga kepulangan mereka.
“Saya mengurus terkait transportasi dan penginapan hotel, serta makan [maupun] minum atlet dari DKI Jakarta. [Saya mengurus mereka] hingga mereka pulang,” ujarnya.

Haskin Alimdam juga mengaku termotivasi mendaftar sebagai relawan PON karena ingin melihat perjuangan atlet Papua pada PON XXI. Ia juga ingin melepas rindu dengan saudara-saudara asal Tanah Papua.
“Dengan menjadi relawan, kami bisa lihat saudara kami dari Papua. Sudah beberapa tahun kami merantau ke Sumatera. Motivasi saya menjadi relawan untuk berjumpa dengan mereka [atlet Papua], supaya bisa lihat atlet berprestasi dari seluruh wilayah Papua,” katanya.
Haskin yang saat ini berkuliah di Universitas Syiah Kuala mengungkapkan di antara para mahasiswa asal Tanah Papua yang mendaftar menjadi relawan PON, hanya dia dan Isak Kaisala yang terpilih. Haskin menuturkan pengalamannya menjadi relawan PON menarik dan berharga dalam hidupnya.
Ia senang bisa terlibat langsung dalam perhelatan olahraga terbesar di Indonesia itu. “Saya sebenarnya kuliah di Aceh, cuma terpilih sebagai relawan di Medan. Seru sekali bisa tergabung menjadi relawan PON,” tuturnya.
Dalam seremoni penutupan PON XXI di Stadion Utama Sumut pada Jumat (20/9/2024) lalu, Ketua PB PON XXI Wilayah Sumatera Utara sekaligus Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni mengatakan jumlah relawan PON XXI adalah yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan PON. Jumlah relawan itu mencapai 82.392 orang.
PON XXI yang digelar di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara itu mempertandingkan atau memperlombakan 65 cabang olahraga ditambah 11 cabang olahraga eksebisi. Kontingen PON Papua mengikutsertakan atletnya dalam 43 cabang olahraga, yakni sebanyak 23 cabang olahraga di Aceh, dan 20 cabang olahraga di Sumatera Utara. (*)






















Discussion about this post