Papua No.1 News Portal | Jubi

Mahda Aulia, atlet NPCI Papua yang sumbang 3 medali di ASEAN Para Games

Writer: Sudjarwo HusainEditor: Dewi Wulandari
Mahda Aulia
Mahda Aulia, atlet Para Archery (Panahan), saat tampil di ASEAN Para Games ke-11 di Solo. – Jubi/INASPOC-Sportsmoment-Erly Bahtiar

Solo, Jubi – Pemanah National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Papua, Mahda Aulia, menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games (APG) Solo, hingga hari kelima, Kamis (4/8/22). Mahda sukses menyumbangkan tiga medali buat Indonesia, yakni satu medali emas dan dua medali perak.

Di kelas ganda putri recurve, Mahda Aulia yang berpasangan dengan dengan Wahyu Retno Wulandari sukses menyumbangkan medali emas, setelah memberi kemenangan untuk Indonesia. Pasangan ini menundukkan wakil Thailand Phattharaphon Pattawaeo/Tpat Chatyotsakorn dengan skor akhir 6-0 (34-32, 32-26, 27-19).

Sayangnya mimpi besarnya untuk meraih tiga emas dalam kejuaraan ini gagal tercapai. Hal ini karena dua final lainnya berakhir dengan kekalahan. Mahda Aulia harus puas sebagai runner-up dengan meraih medali perak.

Itu diraihnya di kelas recurve individu putri, setelah kalah di partai final dari Phattharaphon Pattawaeo asal Thailand 2-6 (23-19, 20-26, 14-24, 22-27).

Baca juga :   Pemain tidak keluyuran, skuad Persipura masih aman dari serangan Covid-19

Di final ganda campuran recurve, Mahda yang berpasangan dengan Kholidin juga belum bisa memberi kejutan. Pasangan ini kalah 3-5 (31-31, 38-32, 31-34, 32-36) dari wakil Thailand Hanreuchai Netairi dan Phattharaphon Pattawaeo.

Meski hanya bisa merebut dua perak dan satu emas, Mahda Aulia tetap bersyukur atas semua pencapaian pribadinya, dan tentu saja dengan tim Indonesia di kejuaraan ini.

“Tetap perlu disyukuri, sudah rezekinya. Terimakasih juga buat support semua pihak, dari teman, pelatih, dan tentunya masyarakat yang mendukung perjuangan kami di kejuaraan ini,” kata Mahda seperti dikutip dari laman resmi APG2022.

APG 2022 ini ternyata jadi ajang internasional perdana buat Mahda. Hal ini lantaran dia baru menggeluti dunia panahan sejak 2019 lalu, setelah bapak angkatnya mulai menempa dirinya. Kejuaraan yang sempat dijalankan adalah Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua. Dia sukses meraih tiga emas di kejuaraan ini.

Baca juga :   KPK panggil tiga saksi kasus proyek Gereja Kingmi Mile 32 Mimika

“Saya baru 17 tahun dan masuk pelatnas juga baru ini. Ini debut internasional saya. Tentu senang bisa dapat medali. Senior di sini baik-baik banget. Dan lawan terberat selama lomba tentu ada pada diri saya sendiri, tapi tentu Thailand juga berat untuk dikalahkan,” tuturnya.

Setelah ASEAN Para Games 2022, Indonesia akan terjun di ajang APG 2023 Kamboja, lalu Asian Para Games 2023 di Tiongkok, dan Paralimpiade 2024 di Paris. Mahda belum bisa bicara banyak soal target ke depannya seperti apa.

“Saja jalani saja, seperti apa ke depannya,” tuturnya.

Pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 lalu, Mahda Aulia sukses mempersembahkan tiga medali emas untuk kontingen NPCI Papua. Berkat prestasinya itu, ia bisa menembus skuad tim nasional NPC Indonesia di ajang APG ke-11 Solo. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250