• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Komnas HAM sampaikan temuan kematian Okto Tigau dan tertembaknya Melkiana Duwitau

July 16, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Konflik Intan Jaya

Warga Intan Jaya mengarak jenazah Melkiana Duwitau, seorang ibu yang sedang hamil tujuh bulan, dan meninggal dunia bersama janjinya, karena tertembak saat sedang berada di dalam rumahnya di Sugapa, ibu kota Intan Jaya, 2 Juli 2026 - Dok. Untuk Jubi

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atau Komnas HAM RI menyampaikan temuannya berkaitan dengan kematian Okto Tigau dan tertembaknya Melkiana Duwitau di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu.

Komnas HAM berkoordinasi dengan beberapa pihak di Kabupaten Intan Jaya dan monitoring berbagai pemberitaan media serta melakukan pemantauan lapangan pada 3-5 Juli 2026 di Kabupaten Intan Jaya.

Ini sebagai respons terhadap rangkaian peristiwa kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, selama periode Mei-Juli 2026.

Komnas HAM menyatakan bertemu dan meminta keterangan sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, Polda Papua Tengah, Bupati Intan Jaya, keluarga korban, saksi korban, saksi, tokoh masyarakat, menerima aspirasi warga serta tinjauan ke lokasi tertembaknya Melkiana Duwitau di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa.

Berdasarkan langkah-langkah tersebut Komnas HAM menyatakan memperoleh temuan faktual, yaitu peristiwa kematian Okto Tigau, penangkapan dan penguasaan oleh Anggota TNI pada 29 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 waktu Papua (WP), terhadap Yerinus Lawiya (YL) dan Okto Tigau (OT).

Keduanya dihentikan dan ditangkap oleh anggota TNI di jalan Mamba, Sugapa, ibu kota Intan Jaya, di depan Pos TNI Satgas Rajawali 4 saat mereka sedang mengendarai sepeda motor.

Mereka dibawah masuk ke Pos TNI Satgas Rajawali 4 untuk dimintai informasi lebih lanjut. YL kemudian dilepaskan dan OT belum dibebaskan dengan alasan masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

BERITATERKAIT

Kelompok ACIJ serukan keprihatinan tentang HAM terkait pakta pertahanan Australia-Fiji

Aktivis HAM PNG diserang dengan tusukan

PNG perkuat upaya mengatasi kematian akibat gigitan ular

PM Kepulauan Solomon serukan dialog terbuka tentang HAM di Papua Barat

“YL dan OT mengalami tindakan kekerasan oleh beberapa oknum anggota TNI didalam pos. DIpukul dengan tangan kosong, mata ditutup dengan karton dan direkatkan dengan lakban serta tangan diikat,” tulis Komnas HAM dalam pesan elektroniknya kepada Jubi, Rabu (15/7/2026).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Katanya, kedua korban kemudian ditempatkan pada ruangan yang berbeda. Saksi YL mendengar salah satu anggota TNI menyatakan “kalo kamu terlibat dengan OPM, kami akan bakar kau”.

Selain itu, YL mendengar teriakan OT berkali-kali. Kekerasan dan intimidasi tersebut dilakukan dalam rangka mencari informasi keberadaan kelompok OPM.

Warga kemudian menemukan jasad OT pada 1 Juli 2026. Di jasad itu ditemukan lima luka tembak, pada bagian wajah terdapat empat luka tusukan benda tajam, telinga kanan dipotong dan mata kiri dicungkil/ditusuk.

“Pihak Polres Intan Jaya menyatakan bahwa OT tidak memiliki rekam jejak, catatan kriminal atau pun terlibat dalam pelanggaran atau kejahatan pidana di Intan Jaya”.

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini juga menyatakan bahwa Okto Tigau dan orangtuanya merupakan warga sipil biasa yang menetap di Kampung Mamba, Distrik Sugapa dan sehari-hari bekerja sebagai petani.

Sementara itu berkaitan dengan peristiwa kematian Melkiana Duwitau, Komnas HAM menyatakan ada kontak tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dengan anggota TNI di Pos Satgas Pamtas 744 dan Pos Elang J2, Kampung Bilogai dan Wandoga, Distrik Sugapa pada 2 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WP.

Kontak tembak berlangsung hingga pukul 21.30 WP. Saat terjadi kontak tembak, keluarga mendapati Melkiana Duwitau mengalami luka di bagian bahu kiri, saat korban berada di dalam honai.

Jarak antara rumah korban dengan Pos Satgas Pamtas 744 dan Pos Elang diperkirakan 250 meter.

Keluarga korban kemudian membawa Melkiana Duwitau ke Puskesmas Bilogai. Namun dokter menyatakan pasien telah meninggal dunia.

Menurut Komnas HAM, ditemukan delapan bekas tembakan senjata api di rumah korban. Bekas tembakan mengenai dinding rumah. Salah satu bekas lubang tembakan arahnya sejajar dengan posisi korban saat ditemukan terluka oleh keluarga.

“Berdasarkan reposisi arah lobang tembakan, arah tembakan masuk diduga kuat berasal dari Pos Satgas Pamtas 744 dan Pos Elang yang posisinya berada di atas bukit, sedangkan rumah korban terlihat posisinya lebih rendah,” kata Komnas HAM.

Berdasarkan pemantauan lapangan, Komnas HAM juga menemukan terjadinya pengungsian internal masyarakat yang bermukim di Distrik Sugapa dan Hitadipa. Mereka mengungsi ke beberapa wilayah.

Komnas HAM memperoleh keterangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya melalui tim penanganan konflik bahwa sebagian warga meninggalkan kampung untuk mencari perlindungan ke kampung lain, terutama ke ibu kota Sugapa.

Jumlahnya warga pengungsi internal mencapai tiga ribu orang. Mereka meninggalkan kampungnya akibat rangkaian peristiwa kekerasan sepanjang Mei-Juli 2026 di sana.

Para pengungsi itu berasal dari kampung Dangoa, Mbamogo, Soali, Tausiga, distrik Agisiga dan kampung Balamai, Dangomba dan sekitarnya, distrik Hitadipa.

Kini sebagian pengungsi telah kembali ke kampung asal mereka, dan sebagian besarnya masih berada di Posko Pengungsian di Sugapa, ibu kota Intan Jaya.

Menurut Komnas HAM, dari keterangan warga mereka meninggalkan kampung halaman, karena takut, trauma, dan khawatiran berulangnya kekerasan.

Situasi ini pun berdampak pada akses warga terhadap tempat tinggal, rasa aman, mata pencaharian, layanan kesehatan,
pendidikan dan layanan dasar lainnya.

Komnas HAM menyimpulkan, peristiwa kematian Okto Tigau dan tertembaknya Melkiana Duwitau hingga meninggal dunia menimbulkan berbagai pelanggaran
HAM, yaitu pelanggaran hak hidup.

Hak untuk bebas dari penyiksaan, dan perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat. Hak atas proses hukum yang adil, dan hak atas rasa aman.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, Komnas HAM menyampaikan rekomendasi, yaitu meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi setiap kebijakan di Tanah Papua, terutama pendekatan militer dan pola operasi TNI untuk dilakukan dalam koridor penegakan hukum

Panglima TNI diminta menerapkan penegakan hukum dalam setiap satuan tugas operasi, untuk menghindari timbulnya pelanggaran HAM dan memberikan perlindungan kepada warga sipil.

Panglima TNI melakukan penyelidikan secara profesional, independen, dan transparan terhadap dugaan keterlibatan personel Satgas TNI atas keterlibatan dalam setiap peristiwa yang menimbulkan korban jiwa masyarakat sipil.

Gubernur Papua Tengah diminta melakukan koordinasi dan pendampingan terhadap Bupati Intan Jaya dalam upaya penanganan konflik dan pemulihan kondisi keamanan. Termasuk layanan kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan, dan layanan dasar lainnya di Distrik Sugapa dan Hitadipa serta wilayah terdampak lainnya di Intan Jaya.

Melakukan pendataan resmi terhadap warga terdampak dan warga yang mengungsi, termasuk jumlah kepala keluarga, jumlah jiwa, kelompok rentan, lokasi pengungsian, kebutuhan dasar,
kondisi kesehatan, serta kebutuhan pemulihan jangka pendek dan jangka menengah.

Menyalurkan bantuan logistik, bantuan sosial, layanan kesehatan, layanan psikososial, dan bantuan lain yang dibutuhkan oleh warga terdampak, khususnya warga yang mengungsi,
korban kekerasan, perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Komnas HAM pun meminta Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Gubernur Papua Tengah, menindaklanjuti rekomendasi itu sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban negara dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya. (*)

Tags: HAMKematianKomnastemuanTertembakny
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

HAM

Kelompok ACIJ serukan keprihatinan tentang HAM terkait pakta pertahanan Australia-Fiji

July 10, 2026
Aktivis PNG

Aktivis HAM PNG diserang dengan tusukan

July 2, 2026

PNG perkuat upaya mengatasi kematian akibat gigitan ular

July 1, 2026

PM Kepulauan Solomon serukan dialog terbuka tentang HAM di Papua Barat

June 29, 2026

Komnas HAM diminta tetapkan status 12 korban sipil di Kembru

June 23, 2026

Penentuan status pembela HAM oleh pemerintah menciderai prinsip dasar HAM

May 1, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Questions over Indigenous rights go unanswered as minister touts progress on Merauke PSN
15 July 2026
Questions over Indigenous rights go unanswered as minister touts progress on Merauke PSN

Merauke, Jubi – Coordinating Minister for Food Affairs Zulkifli Hasan said the government’s National Strategic Project (PSN) to develop a [...]

Papua Cultural Showcase highlights ancestral stories and Indigenous traditions
15 July 2026
Papua Cultural Showcase highlights ancestral stories and Indigenous traditions

Jayapura, Jubi – Traditional dances from across Papua took centre stage at the opening of Kilas Budaya Papua 2026 (Papua [...]

Civil Society Groups Oppose Plan to Turn Wanam, Merauke Into Defense Industrial Zone
14 July 2026
Civil Society Groups Oppose Plan to Turn Wanam, Merauke Into Defense Industrial Zone

Jayapura, Jubi – Indonesian Army Deputy Chief of Staff Lt. Gen. Muhammad Saleh Mustafa, accompanied by senior military officers and [...]

Journalism Training Encourages Critical Thinking and Media Literacy Among Cendrawasih University Students
13 July 2026
Journalism Training Encourages Critical Thinking and Media Literacy Among Cendrawasih University Students

Jayapura, Jubi – A journalism training workshop at Cenderawasih University (Uncen) was held to help students develop critical thinking, creativity, [...]

Papua Woodball Team’s National Championship Campaign Ends in Quarterfinals
13 July 2026
Papua Woodball Team’s National Championship Campaign Ends in Quarterfinals

Jayapura, Jubi – Papua’s women’s woodball team saw its campaign at the 2026 National Woodball Championship come to an end [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Konflik Intan Jaya

Komnas HAM sampaikan temuan kematian Okto Tigau dan tertembaknya Melkiana Duwitau

July 16, 2026
Kapal nelayan Merauke di PNG

Satu kapal nelayan Merauke dilaporkan tenggelam di perairan PNG

July 15, 2026
Konflik Papua

Perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas penyelesaian konflik Papua

July 15, 2026
Distrik Sentani Barat

Pergantian nama Distrik Sentani Barat menjadi Distrik Moy tunggu tanggapan Pemkab Jayapura

July 15, 2026
Kepulauan Solomon

Menlu Kepulauan Solomon memulai kunjungan resmi pertamanya ke China

July 15, 2026
PNG

Identifikasi pemilik lahan masih menjadi masalah di PNG

July 15, 2026
Spesies Burung Baru

Spesies burung baru ditemukan di PNG

July 15, 2026
Persipura, Owen Rahadian

Owen Rahadian tak lagi menjabat manajer Persipura

July 15, 2026
Hutan Mangrove

Perempuan adat Kampung Enggros jaga hutan mangrove di tengah keterancaman

July 14, 2026
Teluk Bintuni

Masyarakat adat Teluk Bintuni laporkan penerbitan 2.474 sertifikat HGU ke polisi

July 14, 2026
Pasifik

PRNGO Pasifik mengutuk uji coba rudal balistik Tiongkok

July 13, 2026
KSPEAN

Presiden diminta tinjau ulang KSPEAN dan hentikan pembangunan pabrik propelen di Papua Selatan

July 14, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta pertanyakan siapa yang merekomdasikan hutan adatnya menjadi HGU

July 13, 2026
Spesies Burung Baru

Spesies burung baru ditemukan di PNG

July 15, 2026
Konflik Intan Jaya

Komnas HAM sampaikan temuan kematian Okto Tigau dan tertembaknya Melkiana Duwitau

0
Kapal nelayan Merauke di PNG

Satu kapal nelayan Merauke dilaporkan tenggelam di perairan PNG

0
Konflik Papua

Perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas penyelesaian konflik Papua

0
Distrik Sentani Barat

Pergantian nama Distrik Sentani Barat menjadi Distrik Moy tunggu tanggapan Pemkab Jayapura

0
Kepulauan Solomon

Menlu Kepulauan Solomon memulai kunjungan resmi pertamanya ke China

0
PNG

Identifikasi pemilik lahan masih menjadi masalah di PNG

0
Spesies Burung Baru

Spesies burung baru ditemukan di PNG

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara