• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Akademisi UGM: Dibutuhkan solidaritas lintas kelompok melawan kebijakan PSN

February 21, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
PSN

Ilustrasi penolakan PSN oleh masyarakat adat Papua di Merauke, Papua Selatan - Dok. Jubi

0
SHARES
185
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada atau Fisipol UGM, Amalinda Savirani mengatakan dibutuhkan solidaritas lintas kelompok, termasuk organisasi keagamaan untuk memperkuat demokrasi melawan Proyek Strategis Nasional atau PSN, khususnya di Tanah Papua.

Sebab menurutnya, fragmentasi gerakan masyarakat sipil saat ini dalam situasi ketimpangan ekonomi dan politik yang semakin tajam.

Pernyataan ini disampaikan Amalinda Savirani dalam diskusi publik terkait aktor-aktor agama dan masalah Papua; ‘Memahami pernyataan sikap PGI’ yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Koalisi Advokasi KBB dan disiarkan secara daring di kanal YouTube PUSAD Paramadina, Jumat (20/02/2026).

Katanya, di tengah krisis berlapis dan Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua, gereja tidak boleh diam, dan tidak bisa lagi berada pada posisi netral ketika ketidakadilan semakin nyata.

Karena krisis tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling memperkuat dan berdampak langsung pada masyarakat kecil sebagai kelompok paling rentan.

Posisi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI dinilai sangat strategis untuk menyuarakan keresahan umat di tengah krisis ekonomi, politik, lingkungan, dan teknologi.

“Di Indonesia organisasi keagamaan justru menjadi aktor penting dalam membentuk kultur sosial dan memperjuangkan nilai keadilan serta solidaritas. Karena itu, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat sipil,” kata kata Amalinda Savirani.

BERITATERKAIT

Kebaktian di Gereja tandai Pekan Bahasa Samoa

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

Gubernur Nawipa serahkan bantuan pembangunan gereja di Puncak Rp2 miliar

Ia mengatakan, sangat ironis apabila wilayah Tanah Papua yang kaya sumber daya alam justru mencatat tingkat kemiskinan tinggi. Berbagai proyek dan investasi yang masuk disebut belum menjawab kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat di sana.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Karena itu, isu [mengenai apa yang terjadi di Tanah] Papua tidak boleh dipinggirkan, melainkan harus menjadi agenda bersama gerakan masyarakat sipil nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Gispa Ferdinanda dari Sa Perempuan Papua, mengatakan situasi yang terjadi di Merauke, Papua Selatan sangat konkret. Selama satu bulan terakhir, tercatat tiga kali penangkapan terhadap aktivis yang menggelar aksi bisu di depan Gereja Katolik sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat adat terdampak Proyek Strategis Nasional.

“Kebijakan [PSN] ini memicu keresahan karena menyangkut tanah milik masyarakat adat. Keterlibatan pemerintah daerah dalam proyek itu membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap negara sebagai pelindung,” kata Gispa Ferdinanda.

Menurutnya, kehidupan masyarakat adat selama ini ditopang tiga tungku yaitu masyarakat adat sendiri, pemerintah, dan gereja. Namun ketika salah satu tungku yakni pemerintah dinilai melemah, gereja mesti menjadi tumpuan dan harapan terakhir.

Namun lanjut Gispa Ferdinanda, posisi gereja tidak sederhana itu. di satu sisi gereja perlu menjaga relasi dengan negara, agar pelayanan tetap berjalan.

Akan tetapi, di sisi lain ada tuntutan moral untuk berdiri bersama umat yang terdampak kebijakan, termasuk ketika proyek pembangunan memicu konflik lahan dan mengancam hilangnya sumber penghidupan warga.

“Masyarakat juga menghadapi kesulitan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih. Sehingga para tokoh agama, melalui pendekatan sosial dan pastoral, berupaya membawa isu ini ke ruang publik sebagai bagian dari perjuangan keadilan dan kemanusiaan,” ucapnya.

Katanya, tidak adanya ruang bagi masyarakat sipil dan meningkatnya tekanan terhadap aktivis menjadi alarm bagi demokrasi. Dalam situasi itu, organisasi keagamaan tidak cukup hanya menjadi pengamat.

“Tetapi didorong untuk mengambil peran lebih tegas dalam membangun solidaritas, menyuarakan keadilan, dan memastikan pembangunan tidak meninggalkan masyarakat terutama di Papua,” katanya. (*)

Continue Reading
Tags: gerejaPGIPSNUGM
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

May 28, 2026

Jurnalis senior MalaysiaKini menangis saat menonton film Pesta Babi

May 26, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara