Samarinda, Jubi – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di provinsi ini.
Pengamat pariwisata dari Politeknik Negeri Samarinda, I Wayan Lanang Nala, menyatakan bahwa sejak pembangunan IKN dimulai, kawasan ini menjadi magnet baru bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Menurut Lanang Nala, daya tarik IKN tidak hanya terletak pada statusnya sebagai ibu kota negara yang baru, tetapi juga pada konsep kota hutan atau “forest city” yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Konsep ini, sejalan dengan cita-cita IKN, menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang peduli terhadap keberlanjutan,” ungkapnya seperti dikutip Jubi dari Antara, Selasa (7/1/2025).
Selain itu, arsitektur modern dan penataan ruang publik yang estetis di IKN juga semakin meningkatkan minat wisatawan. Publikasi di media massa, termasuk foto dan video yang tersebar, turut berperan dalam mempromosikan IKN sebagai destinasi wisata baru yang menarik.
Sektor usaha pariwisata, seperti kuliner, akomodasi, dan transportasi, semakin berkembang pesat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan. Tingkat hunian hotel di Kaltim pun tercatat tinggi, dengan angka mencapai 68,39 persen pada 2024, salah satunya didorong oleh pembangunan IKN.
Lanang Nala mengingatkan pentingnya persiapan dan kolaborasi antar berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi wisata IKN. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pelaku ekraf di IKN dengan kota-kota penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda agar ekosistem pariwisata IKN dapat terintegrasi dengan baik.
Dengan peluang yang semakin terbuka, diharapkan sektor pariwisata di Kaltim dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (*)























Discussion about this post