• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Aplikasi SAKRAL khusus untuk badan usaha milik masyarakat adat

August 10, 2026
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Aplkasi SAKRAL

Peluncuran SAKRAL dan program pendidikan berbasis masyarakat adat, di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, Kota Jayapura, Papua (10/08/2026).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
14
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua meluncurkan secara terbatas aplikasi Sistem Akuntansi Keberlanjutan dalam Relasi Alam dan Adat (SAKRAL). Aplikasi ini dirancang khusus untuk mendukung pengelolaan keuangan badan usaha milik masyarakat adat.

Peluncuran aplikasi dirangkai dengan peluncuran program sarjana kehutanan adat dan ekonomi bisnis adat, di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen di Kota Jayapura, Provinsi Papua, (10/8/2026).

Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, Kurniawan Patma mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan karena sistem akuntansi konvensional. Belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik pengelolaan usaha berbasis masyarakat adat, termasuk hubungan antara ekonomi, alam, adat, dan keberlanjutan.

Menurutnya, jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis menginisiasi perencangan aplikasi, yang dikembangkan dari hasil diskusi dengan masyarakat adat itu.

“Pengembangan aplikasi SAKRAL tidak dilakukan secara sepihak oleh akademisi, tetapi melalui proses diskusi dan komunikasi dengan masyarakat adat,” kata Kurniawan Patma.

Katanya, proses pengembangan aplikasi melibatkan komunikasi dengan masyarakat adat di Namlong. Karena itu, aplikasi tersebut disebut sebagai hasil kerja sama dan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat adat.

“Ini tidak serta-merta langsung dibuat. Ada koordinasi dengan pihak masyarakat adat di Namlong. Sehingga boleh dikatakan ini adalah aplikasi yang lahir dari kerja sama atau sinergitas bersama,” ucapnya.

BERITATERKAIT

Pemilik tanah adat serukan kolaborasi lebih kuat dengan Papua LNG

Pemuda Adat Port Numbay serukan penghentian kekerasan di Tanah Papua

KNPB dan Pemuda Adat Kota Jayapura gelar demonstrai damai

Masyarakat adat Knasaimos rampungkan pemetaan wilayah adat

Ia mengatakan, aplikasi SAKRAL dikembangkan dalam beberapa platform sehingga dapat digunakan masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Aplikasi tersebut berbasis website dan desktop. Dapat diunduh melalui perangkat android.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia berharap aplikasi itu dapat membantu badan usaha milik masyarakat adat dalam mengelola administrasi dan sistem akuntansi lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Besar harapan nanti kemudian bisa digunakan. Dengan keterbatasan sinyal pun juga bisa diakses,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa SAKRAL memang dirancang secara khusus untuk badan usaha milik masyarakat adat. Sistem dan akun di dalam aplikasi telah disesuaikan dengan karakteristik lembaga usaha tersebut.

“Aplikasi ini khusus untuk badan usaha milik masyarakat adat. Akun-akunnya dan semua sistemnya sudah didesain sedemikian rupa untuk badan usaha milik masyarakat adat,” katanya.

Peluncuran aplikasi SAKRAL lanjut Kurniawan Patma menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia.

Pimpinan Yayasan EcoNusa, Maryo Saputra Sanuddin mengatakan, peluncuran program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat adat, dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan ekonomi.

Menurut Maryo, masyarakat adat tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi harus menjadi pemain utama, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan perlindungan wilayah adat.

“Kita membuktikan bahwa masyarakat adat, khususnya di Tanah Papua, bisa menjadi yang pertama. Tidak menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama, baik di sisi pendidikan maupun dalam perkembangan ekonomi,” kata Maryo Saputra Sanuddin.

Ia menilai masyarakat adat memiliki pengetahuan dan praktik sendiri dalam menjaga hutan dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Sebab, masyarakat adat tidak perlu diajari bagaimana cara menjaga hutan. Masyarakat tidak perlu diajari bagaimana mengelola ekonomi di dalam keluarga, karena mereka tahu bagaimana memanfaatkan itu dengan sebaik-baiknya.

Peluncuran aplikasi SAKRAL dan program pendidikan berbasis masyarakat adat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tetapi menjadi awal dari pengembangan ekosistem pendidikan, ekonomi, dan tata kelola usaha yang melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik sekaligus pengelola.

Program ini diharapkan memperkuat hubungan antara pengetahuan akademik dengan pengetahuan lokal masyarakat adat.

“Sehingga pengelolaan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan alam, nilai adat, dan identitas masyarakat,” ujarnya. (*)

Tags: Adataplikasibadan usahakhususmasyarakatSAKRAL
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pemilik tanah adat

Pemilik tanah adat serukan kolaborasi lebih kuat dengan Papua LNG

August 9, 2026
Pemuda adat Tabi

Pemuda Adat Port Numbay serukan penghentian kekerasan di Tanah Papua

August 3, 2026

KNPB dan Pemuda Adat Kota Jayapura gelar demonstrai damai

August 3, 2026

Masyarakat adat Knasaimos rampungkan pemetaan wilayah adat

August 1, 2026

Tetua adat Melanesia Selat Torres banding atas putusan kasus iklim

July 30, 2026

Pemilik tanah adat di tambang Ok Tedi PNG peroleh keuntungan K800

July 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

International Indigenous Peoples Day: MAI-P Rejects National Strategic Projects, Special Economic Zone and New Autonomous Regions
10 August 2026
International Indigenous Peoples Day: MAI-P Rejects National Strategic  Projects, Special Economic Zone and New Autonomous Regions

Sorong, Jubi – The Independent Indigenous Peoples Alliance of Papua (MAI-P) in Sorong City, Southwest Papua Province, has rejected the [...]

KNPB Marks International Day of the World’s Indigenous Peoples in Jayawijaya
10 August 2026
KNPB Marks International Day of the World’s Indigenous Peoples in  Jayawijaya

Wamena, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) and Indigenouscommunities from the Lapago customary region marked the International Day [...]

Papuan Journalist Angela Flassy Receives 2026 SK Trimurti Award
10 August 2026
Papuan Journalist Angela Flassy Receives 2026 SK Trimurti Award

Jayapura, Jubi – Papuan journalist Angela Flassy has received the 2026 SK Trimurti Award from the Alliance of Independent Journalists [...]

‘Pig Feast’ Documentary Wins Udin and Tasrif Awards
10 August 2026
‘Pig Feast’ Documentary Wins Udin and Tasrif Awards

Jayapura, Jubi – The documentary ‘Pig Feast’ (Pesta Babi) – Colonialism in Our Time has received both the 2026 Udin [...]

Papua Film Festival 2026 Uses Documentaries to Build Collective Awareness
8 August 2026
Papua Film Festival 2026 Uses Documentaries to Build Collective Awareness

Jayapura, Jubi – The 2026 Papua Film Festival is seeking to build collective awareness among Papuans through documentary filmmaking. Organised [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Petani kopi Papua Tengah

Petani kopi subjek utama pembangunan di Papua Tengah

August 10, 2026
Petani kopi Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah dan SCOPI perkuat petani kopi melalui budidaya berkelanjutan

August 10, 2026
Aplkasi SAKRAL

Aplikasi SAKRAL khusus untuk badan usaha milik masyarakat adat

August 10, 2026
GKI

Sinode GKI di Tanah Papua salurkan bantuan untuk pengungsi Puncak di Nabire

August 10, 2026
masyarakat adat

Gempar Papua dan Germapa serukan perlindungan hak masyarakat adat

August 10, 2026
Papua

Papua luncurkan program sarjana kehutanan adat dan ekonomi bisnis adat

August 10, 2026
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Gempar gelar aksi peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

August 10, 2026
Pesta Babi raih Udin Award

Film Pesta Babi raih Udin Award dan Tasrif Award

August 9, 2026
Komisioner KPU dipolisikan

Oknum Komisioner KPU Papua Barat dipolisikan karena dugaan perzinahan

August 8, 2026
Disdukcapil Papua Tengah HUT RI

HUT RI: Disdukcapil Papua Tengah dan Nabire layani adminduk gratis

August 9, 2026
Forum Kepulauan Pasifik

Forum Kepulauan Pasifik gagal capai konsensus pernyataan anti-rudal Tiongkok

August 9, 2026
JHT BPJS Ketenagakerjaan

JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa diklaim secara daring

August 7, 2026
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia: Komasdeling Papsel serukan 14 pernyataan sikap

August 10, 2026
KPU Papua Barat

AM dilaporkan ke KPU Papua Barat terkait dugaan perzinahan

August 10, 2026
Petani kopi Papua Tengah

Petani kopi subjek utama pembangunan di Papua Tengah

0
Petani kopi Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah dan SCOPI perkuat petani kopi melalui budidaya berkelanjutan

0
Aplkasi SAKRAL

Aplikasi SAKRAL khusus untuk badan usaha milik masyarakat adat

0
GKI

Sinode GKI di Tanah Papua salurkan bantuan untuk pengungsi Puncak di Nabire

0
masyarakat adat

Gempar Papua dan Germapa serukan perlindungan hak masyarakat adat

0
Papua

Papua luncurkan program sarjana kehutanan adat dan ekonomi bisnis adat

0
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Gempar gelar aksi peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara