• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Gempar Papua dan Germapa serukan perlindungan hak masyarakat adat

August 10, 2026
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
masyarakat adat

Aksi peringatan Hari Internasional Masyarakat adat, di Lingkaran, Abepura, Kota Jayapura, Papua (10/08/2026).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
238
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Gerakan Pembebasan Rakyat Papua (Gempar Papua) bersama Gerakan Mahasiswa Papua (Germapa) menyampaikan sejumlah tuntutan pada peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang diperingati setiap 9 Agustus.

Tuntutan itu disampaikan pada peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia lewat aksi damai di Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (10/8/2026).

Dalam pernyataannya Koordinator Lapangan, Yafet Hoberah mengatakan momentum Hari Internasional Masyarakat Adat Seduni menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Menurutnya, masyarakat adat di Indonesia telah diakui secara konstitusional melalui Pasal 18B ayat (2) UUD 1945. Namun, ia pengakuan tersebut belum sepenuhnya diwujudkan dalam praktik.

“Dalam praktiknya, keberadaan masyarakat adat masih menghadapi banyak tantangan besar seperti konflik agraria, ancaman terhadap ruang hidup serta lambatnya pengesahan undang-undang khusus untuk pengakuan hak masyarakat adat di tingkat nasional,” kata Yafet Hoberah.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan dan krisis kepercayaan terhadap negara dalam menjalankan kewajibannya melindungi hak-hak masyarakat adat.

Menurutnya, masyarakat adat Papua yang terdiri dari ratusan suku, bahasa dan sejumlah wilayah budaya menghadapi berbagai persoalan, mulai dari konflik agraria, eksploitasi sumber daya alam hingga kekerasan di wilayah konflik.

BERITATERKAIT

Gempar gelar aksi peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia: Komasdeling Papsel serukan 14 pernyataan sikap

Hari Internasional Masyarakat Adat: MAI-P tolak PSN, KEK dan DOB

KNPB peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

“Kondisi yang krisis ini, masyarakat adat di Papua telah mengalami demoralisasi dalam memperjuangkan hak-haknya secara terstruktur dan masif karena hidup di negara yang korup dan tidak demokratis,” ucapnya.

Ia juga menyoroti keberadaan aparat keamanan di Papua. Menurutnya, penolakan masyarakat adat terhadap penambahan pasukan TNI dan Polri, baik organik maupun anorganik, belum mendapat respons positif dari pemerintah.

Sementara itu wakil koordinator lapangan, Markus Dogomo mengatakan masyarakat adat Papua masih menghadapi tekanan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari di atas tanah masyarakat adat sendiri.

Katanya, kekerasan fisik maupun psikis telah menyebabkan trauma bagi masyarakat adat, termasuk dalam mencari nafkah dan mempertahankan ruang hidupnya.

“Di tengah gempuran trauma, negara melancarkan kontrak karya dengan berbagai investor dan pemerintah daerah untuk mengklaim tanah adat milik masyarakat pribumi Papua,” ucap Dogomo.

Ia mempertanyakan konsep pemerataan pembangunan yang menurutnya belum memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat adat.

Keberadaan sejumlah investor justru dinilai lebih banyak memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu dibandingkan memberdayakan masyarakat adat.

Ia juga menyoroti berbagai proyek pembangunan dan investasi yang masuk ke Papua. Masyarakat adat yang kritis dan menolak kebijakan tertentu justru menghadapi tekanan.

“Selama kedudukan investor-investor asing, tidak pernah memberdayakan masyarakat adat, justru kelompok-kelompok tertentu yang diuntungkan,” katanya.

Beberapa poin tuntutan yang disampaikan, di antaranya mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat menjadi undang-undang.

Menolak seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di Tanah Papua. Menolak pembangunan bandar antariksa di Biak. Mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik pasukan militer organik maupun nonorganik dari Tanah Papua.

Menyerukan penghentian femisida di Tanah Papua. Menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Tanah Papua. Menolak segala bentuk perusahaan yang masuk ke Tanah Papua.

Menyerukan kepada masyarakat pribumi Papua untuk menjaga Tanah Papua sebagai salah satu benteng terakhir iklim dunia.

Menyatakan apabila negara tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut, pemerintah diminta memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi yang mereka sebut demokratis.

Momentum Hari Internasional Masyarakat Adat harus menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan masyarakat adat Papua, sekaligus mendorong perlindungan terhadap hak ekonomi, sosial, budaya, serta identitas masyarakat adat. (*)

Tags: GempaR PapuaGermapahak masyarakat adatHari Internasional Masyarakat Adat Sedunia
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Gempar gelar aksi peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

August 10, 2026
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia: Komasdeling Papsel serukan 14 pernyataan sikap

August 10, 2026

Hari Internasional Masyarakat Adat: MAI-P tolak PSN, KEK dan DOB

August 10, 2026

KNPB peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

August 10, 2026

Keberadaan Satgas PKH tak mampu melindungi hak masyarakat adat

June 26, 2026

Pembangunan Bandar Antariksa di Biak diduga langgar hak masyarakat adat

June 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara