Jayapura, Jubi – Staf Komisi Pemilihan Umum atau KPU di Provinsi Papua Pegunungan (Pappeg) dilatih teknik fotografi dan editing video untuk kepentingan publikasi lembaga penyelenggara pemilu itu. Pelatihan berlangsung Kota Jayapura, Papua, Kamis (18/9/2025) dan Jumat (19/9/2025).
Pemateri dalam pelatihan ini adalah dua jurnalis Jubi, yakni Engel Wally yang membawakan materi tentang teknik fotografi dan Maurits Yansip dengan materi editing video.
Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh staf KPU Provinsi Papua Pegunungan, juga staf KPU kabupaten yang ada di wilayah itu.
Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan, Agus Filma mengatakan pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan teknis para staf dalam membuat dan mengelola informasi yang berkualitas untuk disebarkan atau dipublikasikan melalui media sosial resmi KPU Papua Pegunungan dan KPU kabupaten.
“Peserta dilatih bagaimana menyajikan pemberitaan yang positif terkait lingkungan kerja di Provinsi Papua Pegunungan. Bagaimana memberikan informasi positif kepada publik,” kata Agus Filma.
Menurutnya, dari hasil evaluasi dan penilaian berbagai pihak, Provinsi Papua Pegunungan merupakan salah satu provinsi rawan kekerasan. Untuk itu, informasi positif diharapkan dapat meminimalisir informasi hoaks.
“Pelatihan ini dilakukan untuk diseminasi informasi. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menyediakan SDM di KPU Provinsi Papua Pegunungan dan KPU semua kabupaten agar mempunyai keahlian dalam diseminasi informasi,” ujarnya.
Katanya, KPU Papua Pegunungan berkolaborasi dengan dua jurnalis Jubi sebagai pemateri, sebab keduanya dianggap punya kapasitas dalam bidang fotografi dan editing video.
“Ilmu itu sesuatu yang mahal dan keahlian itu tidak bisa didapatkan dengan gampang. Dengan kehadiran kedua narasumber ini bisa memberikan informasi tentang fotografer tapi juga editing video,” ucapnya.
Salah satu pemateri, Engel Wally mengatakan materi ia bawakan meliputi dasar-dasar fotografi yang meliputi bagaimana mengatur pencahaayan, komposisi, objek, dan bagaimana teknik dasar menggunakan kamera.
“Cahaya adalah elemen paling penting dalam fotografi, lalu bagaimana menyusun elemen dalam frame untuk menciptakan gambar yang menarik melalui objek yang nantinya di foto,” kata Engel Wally.
Menurut Engel Wally, produk fotografi yang baik tentunya tidak terlepas dari bagaimana paham menggunakan fasilitas pendukung, seperti kamera profesional (DSLR) atau handphone.
“Aperture (Diafragma), Shutter Speed (Kecepatan bukaan shutter), ISO (Sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya). Tiga elemen penting ini yang perlu diketahui saat menggunakan kamera dalam melakukan peliputan atau pendokumentasian,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana menghasilkan foto landscape, portrait, human Interest atau aktivitas manusia serta foto jurnalis.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, ilmu yang diperoleh para peserta bisa diterapkan menggunakan fasilitas yang disediakan oleh masing-masing kantor.
“Belajar ilmunya, tetapi tidak dipraktekkan atau dilakukan setiap saat maka apa yang diperoleh hari ini akan sia-sia. Secara keseluruhan peserta yang mengikuti pelatihan sudah memahami tugas dan fungsi mereka nantinya saat kembali bertugas,” kata Wally. (*)



















Discussion about this post