Jayapura, Jubi – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH., membuka secara resmi festival budaya bahari Tanah Merah di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Sabtu (4/10/2025). Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa tahun 2026, pemerintah Kabupaten Jayapura akan memfokuskan pengembangan pariwisata pada tiga destinasi utama, yakni Pantai Amai di Depapre, Yongsu di Distrik Ravenirara, dan Festival Danau Sentani.
Menurut Bupati Yunus Wonda, ketiga titik tersebut akan menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan promosi wisata daerah. Ia menilai, selama ini pengembangan pariwisata di Kabupaten Jayapura masih tersebar di banyak lokasi, sehingga hasilnya belum optimal.
“Fokus saja tiga tempat ini. Jangan bagi-bagi anggaran kecil ke banyak lokasi. Kalau fokus, hasilnya akan besar dan berdampak,” kata Bupati Yunus Wonda.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti pentingnya penataan kawasan wisata bahari di Tanah Merah dan Pantai Amai. Bupati meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama masyarakat setempat menata kembali kawasan tersebut agar lebih menarik dan layak dikunjungi wisatawan.
“Pantai Amai ini salah satu tempat wisata terbaik. Tata dengan bagus, kerja sama dengan masyarakat dan dinas terkait. Libatkan anak-anak kampung supaya mereka juga dapat pekerjaan,” ujarnya.
Yunus Wonda juga menekankan pentingnya promosi wisata. Ia meminta dinas pariwisata untuk lebih aktif memperkenalkan potensi wisata Jayapura melalui berbagai media, termasuk media sosial dan kanal digital.
Selain itu, ia menginstruksikan agar pembangunan infrastruktur pendukung wisata segera dipercepat. Dinas Pekerjaan Umum diminta memastikan akses jalan menuju Amai dan Yongsu selesai diperbaiki pada tahun 2026.
Bupati juga menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Ia berencana menerbitkan Peraturan Bupati atau Perbup yang melarang wisatawan membawa makanan dari luar ke kawasan wisata, agar masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui penjualan makanan dan produk lokal.
“Tidak boleh lagi orang bawa makanan dari luar. Biar masyarakat di sekitar lokasi yang jual. Itu supaya ekonomi lokal hidup,” kata Yunus
Ia juga mengingatkan agar harga sewa pondok dan biaya parkir di lokasi wisata tidak dibuat terlalu mahal, sehingga wisatawan tetap tertarik datang secara rutin.
“Kalau harga semua mahal, orang tidak akan datang. Lebih baik murah tapi ramai setiap hari,” katanya.
Bupati mengajak seluruh masyarakat dan perangkat daerah untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
“Tuhan sudah kasih kita alam yang luar biasa. Sekarang tugas kita pemerintah dan masyarakat adat kelola sama-sama. Tahun 2026 nanti, tiga titik wisata ini harus jadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya. (*)























Discussion about this post