Beijing, Jubi – Pemerintah China memastikan lima warganya menjadi korban jiwa dalam insiden penembakan massal di Half Moon Bay, California, Amerika Serikat.
Sebelumnya, MFA dan Konsulat Jenderal China di San Fransisco mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada warganya di AS terkait peristiwa berdarah itu, yang terjadi pada Senin (23/1/2023) waktu setempat.
Dalam pernyataan terdahulu, China menyatakan tidak bisa memastikan jumlah warganya yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan massal di perusahaan pembudidayaan jamur di Half Moon Bay tersebut.
Pihak Konsulat telah menghubungi anggota keluarga para korban dan menyebutkan bersedia memberikan bantuan yang diperlukan.
Juru bicara Konsulat juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah AS untuk menindaklanjuti investigasi kasus tersebut.
Media China menyebutkan bahwa tersangka pelaku, yang diidentifikasi sebagai Chunli Zhao (66 tahun), telah ditahan atas tuduhan menembak mati empat orang di lokasi budi daya tempat dia bekerja dan tiga lainnya di dekat perusahaan tersebut.
Insiden di Half Moon Bay terjadi berselang 48 jam setelah penembakan massal pada malam perayaan Tahun Baru Imlek di sebuah sanggar tari di Monterey Park, California, yang juga menewaskan seorang warga China lainnya. (*)




















