Manokwari, Jubi – Mahfud (72 tahun) melamun di kursi kapal cepat yang akan membawanya bersama rombongan jemaah calon haji lain dari Pelabuhan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama ke Manokwari, Papua Barat, Kamis (15/5/2025).
Sejak tiga tahun terakhir Mahfud menderita stroke dan mengalami gangguan pendengaran. Ia berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, didampingi putrinya, Fitriani (40 tahun).
Saat pemberangkatan dari Wondama ke Manokwari, Mahfud didorong menggunakan kursi roda dari Mesjid Al-Falah Wasior mengitari taman menuju Pelabuhan Wondama, bersama 17 jemaah calon haji lainnya dengan berjalan kaki.
Jarak tempuh menuju tempat berlabuhnya kapal cepat Ekspres Bahari, yang mereka tumpangi ke Manokwari, sekira 500 meter.
Pria lanjut usia atau lansia asal Kampung Wasior II itu hanya mengangguk saat diwawancara, ketika berada di dalam kapal cepat. “Ia bagaimana,” kata Mahfud.
Mahfud mendaftar sebagai jemaah calon haji asal Teluk Wondama sejak 2014 silam. Ia bisa berangkat pada musim haji Tahun 1446 Hijriah atau 2025 masehi, karena rekomendasi anaknya.
“Saya tahun ini, jadi saya tunjuk ayah (untuk) sama-sama berangkat tahun ini,” kata Fitriani.
Menurut Fitri, ayahnya tidak hanya menderita stroke dan mengalami gangguan pendengar. Kadar gula darah Mahfud juga tinggi.
“Tiga Tahun kena stroke dan juga gula darah tinggi. Akan tapi waktu periksa di kesehatan, normal semua,” ucapnya.
Ada 18 orang jemaah calon haji dari Kabupaten Teluk Wondama yang diberangkatkan tahun ini.
“Kami dari Kementrian Agama memberikan pelayanan khusus, melayani dengan penuh bagi calon jemaah haji, memang tahun ini masih ada pelayanan khusus lansia,” kata Kepala Kemenag Teluk Wondama Alfreth Raunsai.
Gubernur Papua Barat berangkatkan ratusan jemaah calon haji
Sebanyak 345 jemaah calon haji asal Papua Barat diberangkatkan secara simbolis oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dari Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, Jumat (16/5/2025).
Jemaah calon haji terdiri itu berasal dari Kabupaten Manokwari 162 orang, Kabupaten Fakfak 83 orang, Kabupaten Teluk Bintuni 40 orang, Kabupaten Kaimana 36 orang, Teluk Wondama 18 orang dan Kabupaten Manokwari Selatan 7 orang.
“Sebagai perwakilan dari Papua Barat di tanah suci, pesan saya bahwa kalian semua jadi duta yang baik bagi wilayah kita,” kata Dominggus Mandacan.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan akan mengusulkan tambahan kuota haji kepada pemerintah pusat.
Kepala kementrian Agama Papua Barat, Luxen J Mayor mengatakan bahwa Papua Barat masuk dalam kloter 25 yang akan diberangkatkan ke Embarkasi Makassar dan akan berangkat ke Arab Saudi, Minggu (19/5/2025).
Menurut Luxen Mayor, jemaah calon haji tahun ini didominasi oleh jemaah berusia 56–65 tahun, yaitu 374 orang, dan kelompok usia 46–55 tahun 226 orang.
Usia 18–25 tahun 13 orang, 26–35 tahun 30 orang, 36–45 tahun 141 orang, 56–65 tahun 374 orang, 66–77 tahun 89 orang, 77–88 tahun 42 orang.
Jemaah calon haji laki-laki 321 orang dan perempuan 394 orang, dan berdasarkan jenis pekerjaan, jamaah didominasi oleh ibu rumah tangga 286 orang, disusul pekerja swasta 199 orang, pedagang 90 orang, Aparatur Sipil Negera 75 orang, petani dan nelayan 53 orang, pelajar/mahasiswa 14 orang, pensiunan 16 orang, TNI/Polri 13 orang dan karyawan BUMN 9 orang.
Berdasarkan data Kementerian Agama, daftar tunggu tertinggi ada di Kota Sorong, yakni 4.372 orang dengan masa tunggu selama 16 tahun, Kabupaten Sorong sekitar 1.357 orang dengan masa tunggu 18 tahun, dan Kabupaten Manokwari 2.580 orang dengan estimasi masa tunggu 16 tahun.
Kabupaten Fakfak 1.261 orang dengan masa tunggu 16 tahun, Kaimana 648 orang masa tunggu 18 tahun, Raja Ampat dengan masa tunggu 20 tahun, Teluk Bintuni 699 orang dengan masa tunggu 18 tahun.
Kabupaten Teluk Wondama 219 orang masa tunggu 12 tahun, Manokwari Selatan dengan masa tunggu 15 tahun, Tambrauw dengan masa tunggu 8 tahun, Sorong Selatan dengan masa tunggu 24 tahun. (*)






















Discussion about this post