Wasior,Jubi – Kepolisian Resor Teluk Wondama, Papua Barat menyiapkan 348 personel untuk melakukan pengamanan jelang peringatan satu abad tanah peradaban di Kabupaten Teluk Wondama, Oktober 2025 mendatang.
Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Teluk Wondama, Ajun Komisaris Besar Polisi Bayu Deswanto mengatakan, pihaknya berkomitmen mensukseskan peringatan satu abad tanah peradaban di wilayah hukumnya.
Menurut Bayu Deswanto pihaknya mulai menyusun penebalan pengamanan di Polsek, Pospam, Polsubsektor, dan menempatkan personel di tiga distrik yang digabung dengan pos pengamanan terdekat.
Katanya, dalam rapat koordinasi dengan forum pimpinan daerah atau forkopimda bersama Polres, pengamanan akan difokuskan di lokasi-lokasi seperti perbatasan antara Wasior (ibu kota Teluk Wondama) dengan Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Perbatasan Wasior dengan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, juga Sosepu dan Sough Jaya, sebagai pintu masuk dari Kabupaten Manokwari Selatan, di kawasan pelabuhan, bandara juga lokasi yang dianggap titik rawan.
“Personel yang juga akan menjaga situasi Kamtibmas, serta titik-titik yang merupakan lokasi kegiatan di Miei yang saat ini dalam proses renovasi,” ujarnya.
Selain itu, kini personel Polres Teluk Wondama juga dikerahkan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat guna mencegah peredaran minuman beralkohol (minol).
“Kami memberikan himbauan kepada masyarakat terkait dengan peredaran miras (minol) bagi masyarakat yang menjual kami harapkan memiliki kesadaran,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama memperkirakan sebanyak 15 hingga 20 ribu tamu akan menghadiri peringatan satu abad Wondama sebagai tanah peradaban atau pendidikan modern pertama di Tanah Papua oleh zending berkebangsaan Jerman, Isak Samjuel Kijne.
“Satu abad ini diperingati atau kita Orang Papua mengenang kita mengenal tulis dan baca,” kata Bupati Teluk Wondama, Elisa Auri.
Susi salah satu pelaku usaha rumah makan di Kawasan Kambumi, Distrik Wasior mengatakan peringatan satu abad sudah digaungkan, dan menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat Wondama.
Sebagai pelaku usaha kuliner, Susi berharap momentum satu abad menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Wondama, terutama pedagang-pedagang kecil dan menengah.
“Iya ini momen bagus kita berharap semoga jadi berkah bagi seluruh masyarakat di Wondama,” kata Susi. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post