Manokwari, Jubi – Pembangunan pabrik plywood di Teluk Wondama, Papua Barat, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Namun, proses pelepasan kawasan hutan seluas 60 hektare untuk pabrik PT Wijaya Sentosa masih berlangsung di Kementerian Kehutanan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Jimmy Walter Susanto, mengatakan bahwa meskipun telah memperoleh rekomendasi Gubernur, perubahan status kawasan hutan dari hutan produksi menjadi areal penggunaan lain untuk industri memerlukan proses yang panjang.
“Proses ini diperkirakan terhambat oleh reorganisasi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, yang menyebabkan beberapa posisi eselon belum terisi,” kata Jimmy kepada wartawan di Manokwari, Senin (24/2/2025).
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap proses pelepasan lahan ini dapat rampung tahun ini sehingga pabrik dapat beroperasi dan menyerap tenaga kerja lokal.
Pelepasan kawasan hutan ini melibatkan perubahan status lahan dari kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan. Karena kapasitas produksi pabrik di atas 6.000 unit, izinnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Anggota DPR Papua Barat, Ferry Auparay, menilai bahwa kehadiran pabrik plywood di Dusner, Teluk Wondama, berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, mengingat wilayah tersebut memiliki potensi kayu yang cukup besar.
Ia mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memberikan dukungan penuh terhadap investasi ini tanpa membebani investor dengan persyaratan yang berlebihan.
Auparay mengusulkan agar pemerintah daerah baru meminta kontribusi setelah perusahaan beroperasi dan memperoleh keuntungan.
Ia juga menyoroti ketergantungan ekonomi masyarakat Teluk Wondama terhadap belanja APBD, terutama untuk proyek-proyek pemerintah.
Oleh karena itu, ia mendesak Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk segera merancang strategi investasi guna mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Selain industri plywood, sektor perikanan dan budidaya skala besar juga dianggap potensial untuk menyerap tenaga kerja di daerah tersebut.
“Jika perusahaan seperti plywood, perikanan, atau budidaya skala besar beroperasi di Teluk Wondama, banyak masyarakat yang akan terserap sebagai tenaga kerja,” kata Auparay. (*)





















Discussion about this post