Wasior,Jubi – Sebanyak 18 jemaah calon haji asal Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat diberangkatkan menggunakan kapal cepat menuju Manokwari, Kabupaten Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat Daya.
Pemberangkatan belasan jemaah calon haji dari Pelabuhan Wasior, dilakukan Wakil Bupati Teluk Wondama, Anthonius Marani dan Kepala Kementeria Agama Kabupaten Teluk Wondama, Alfreth N Raunsai, Kamis (15/5/2025).
Jemaah calon haji itu akan diberangkatkan secara simbolis oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Jumat (16/6/2025) menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Jemaah calon haji asal Kabupaten Teluk Wondama yang masuk kloter 25 Papua Barat, akan berangkat dari embarkasi Makassar, Sabtu (17/5/2025).
Wakil Bupati Teluk Wondama, Anthonius Marani saat ditemui di Pelabuhan Wasior mengatakan, pemerintah daerah mendukung penuh keberangkatan jemaah calon haji dari Wasior.
“Kami harapkan mereka berangkat ke (Mekkah dan Madina), sekembalinya ke Wondama menjadi haji yang baik dan jadi contoh bagi kami yang ada di Teluk Wondama,” kata Anthonius Marani.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Teluk Wondama, Alfreth N Raunsai mengatakan, pihaknya menjamin pelayanan maksimal kepada 18 jemaah calon haji asal Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dan pada 2025, masih diberlakukan pelayanan khusus bagi jemaah calon haji lanjut usia atau lansia.
“Kementerian agama ujung tombak terdepan. Pelayanan kami tetap lakukan, baik disini hingga ke embarkasi, sampai ke Arab Saudi hingga kembali ke tanah air, itu pelayanan khusus bagi lansia,” kata Alfreth Raunsai.
Menurutnya, Kabupaten Teluk Wondama sebenarnya memiliki kuota 20 jemaah calon haji. Hanya saja tambahan dua orang lainya, masih menunggu kuota dari Provinsi Papua Barat.
“Kami sebenarnya ada 20 cuma dua [orang] yang jadi tambahan dari provinsi, karna tambahan itu dimaksudkan mencari kloternya mengumpulkan dari embarkasi Makassar. Dari berbagai provinsi dan daerah mencukup satu kloter, tapi kalau tidak mencukupi mereka akan diprioritaskan di tahun depan,” ucapnya.
Jemaah calon haji asal Kabupaten Teluk Wondama berasal dari berbagai kalangan, yaitu mantan anggota polisi mantan anggota DPRD, ASN, pengusaha dan masyarakat.
“Kali ini yang berangkat haji adalah orang yang belum pernah berangkat sebelumnya,” kata Raunsai.
Salah satu jemaah calon haji asal Kabupaten Teluk Wondama, Mahfud (72 tahun) mengalami stroke serta gangguan pendengaran, dan berangkat menggunakan kursi roda.
Menurut Fitriani, ayahnya menderita stroke sejak tiga tahun lalu. Meski begitu, ia mengklaim hasil pemeriksaan dokter, kondisi Mahfud sudah membaik.
“Sudah bagus semua, kan dari pemeriksaan dulu gulanya tinggi tapi saat pemeriksaan dokter hasilnya bagus,” ucapnya.
Jemaah calon haji asal Teluk Wondama yang akan mengikuti Ibadah Haji di tahun ini, yakni La Faani, Wa Ampi, Fitriani, Suhardi, Mahfud, Muslimin, Anna Restuwati, Yos Wariana, Dasrizal, Wa Tiindo, Rosni Madu, Tri Retno Rahayu, Usman, Munawar Jamalu, Mukadi, Maryati, Nur Aeni, Sujarwa. (*)




Discussion about this post