Manokwari, Jubi-Anggota DPR Papua Barat menerima laporan dari warga yang hidup di dekat kawasan Industri LNG Tangguh, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat mengenai hasil pertanian yang semestinya dibeli oleh perusahaan raksasa gas tersebut. Hal ini diperoleh ketika Ia melakukan Reses ke II di tiga distrik termasuk yang berada di dekat kawasan LNG Tangguh.
“Kami menemui sejumlah warga di Kampung Taroi Distrik Taroi yang mayoritas warga merupakan nelayan, kemudian di pendopo Pakowojo dimana masyarakat disana merupakan petani,” kata Politikus Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Asri ST, Rabu (4/6/2025)
Di Pakuwojo, warga tani berharap Pemerintah hadir dalam memberikan bantuan pertanian dan membackup mulai hulu hingga ke hilir. Mulai dari pengadaan bibit, hingga kepastian pembeli. Selain itu, penyertaan modal melalui dana talangan Pemerintah, sangat diharapkan oleh petani lokal.
“Mayoritas warga yang kami temui di Pakuwojo berharap hasil tani mereka dibeli oleh perusahan LNG Tangguh, karena kehidupan masyarakat dekat dengan kawasan industri,” kata Asri.
Warga Pakowojo juga mengharapkan pembangunan irigasi dan pencetakan sawah untuk memudahkan mereka dalam mengolah lahan pertanian.
Di Kampung Taroi, masyarakat meminta pemerintah untuk membangun jalan cor. Mereka pun merindukan penerangan jalan dari solarcell.
“Masyarakat meminta agar pemerintah hadir terutama .memperhatikan mereka yang berada di kawasan pesisir yang kehidupannya nelayan dan memiliki kebun sagu,” kata Asri
“Mama-mama di Kampung Taroi menginginkan bantuan mesin parut sagu. Hal ini kami akan perjuangkan sebagai wakil rakyat dari Dapil Bintuni. Kami akan pastikan dalam anggaran perubahan. Jika tidak masuk, nanti mesin parut sagu akan saya berikan bantuan langsung secara pribadi,” katanya.
Asri juga menyoroti tidak ada rumah singgah di Kampung Taroi. Dia meminta masyarakat agar mencari dan membebaskan lahan, sehingga ke depan dirinya akan memperjuangan pembangunan rumah singgah bagi masyarakat Taroi.
“Kalau kita bangun rumah singgah di tanah milik pribadi, ke depan jika ada miskomunikasi, nanti diambil kembali tanah, sehingga sia sia kita bangun rumah singgah. Saya harapkan mereka dapat membebaskan tanah, tahun depan akan saya berjuang membangun rumah singgah,” ujar Asri
Dia menyarankan tanah yang akan dibangun rumah singgah tidak jauh dari sungai, agar perahu nelayan milik masyarakat dipastikan terawasi dari rumah singgah.
Warga Kampung Taroi, Syamsul Aser menginginkan kelanjutan pembangunan masjid sebagai sarana ibadah bagi mereka.
“Kami minta agar bapak dewan bisa membawa aspirasi kami terutama ada hibah untuk melanjutkan pembangunan masjid kami,” kata Syamsul Aser.
Warga lainnya, Wardhana (32) menyebut selama ini mereka yang keseharian bertani sayur mayur bingung memasarkan hasil pertanian dengan jangkauan dan akses terbatas
Dia berharap ada kolaborasi dari pemerintah dan pihak perusahaan untuk membeli hasil pertanian.
” Syukur syukur kalau perusahan membeli hasil pertanian kami berupa sayur mayur,” kata Wardhana.
Discussion about this post