Merauke, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua Selatan berusaha mencari solusi permanen terkait persoalan jaringan internet di Kabupaten Merauke, dan sekitarnya. Utusan pemerintah daerah akan mendatangi Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi, dan Telkom Pusat di Jakarta guna solusi layanan jaringan internet di Papua Selatan.
Ketua Komisi II DPR Papua Selatan, Charles Gomar mengatakan bahwa pemerintah daerah menindaklanjuti aspirasi masyarakat Merauke dan sekitarnya yang menuntut optimalisasi jaringan internet dengan mendatangi Komdigi dan Telkom Pusat di Jakarta. Pemerintah daerah mencari solusi layanan internet, mengingat gangguan internet terjadi nyaris setiap tahun di sana.
“Kemarin kami menerima perwakilan Aliansi Mahasiswa-Masyarakat Papua Selatan yang menyampaikan aspirasi masyarakat terkait masalah internet di Merauke dan sekitarnya yang kembali mengalami gangguan. Masalah jaringan internet ini berulang kali terjadi dalam 8 tahun terakhir,” kata Charles kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).
Dalam pertemuan Senin, 1 September 2025, kata Charles, DPR Papua Selatan bersama Aliansi Mahasiswa-Masyarakat membahas masalah layanan publik terkait akses internet dan komunikasi di Kabupaten Merauke. Mereka menyoroti pentingnya pemerintah pusat membangun jalur alternatif kabel laut untuk meningkatkan infrastruktur komunikasi, sehingga akses internet bisa lebih optimal di wilayah tersebut.
“Kesepakatan kemarin, targetnya itu kita minta pemerintah pusat perlu membangun jalur alternatif kabel laut untuk membekap kabel utama kalau ada gangguan lagi. Kita pernah dengar ada proyek pembangunan jalur Merauke-Tual, kita harap supaya itu dituntaskan,” kata dia.
Charles menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan memfasilitasi 8 orang dari perwakilan Aliansi Mahasiswa-Masyarakat, dan DPRPS memfasilitasi 1 orang untuk berangkat ke Jakarta. Mereka bersama unsur pemerintah dan DPRPS akan menemui Komdigi dan Telkom Pusat guna membahas sekaligus mencari solusi terkait layanan internet di Papua Selatan.
“Tentunya di sana [dalam pertemuan dengan Komdigi dan Telkom], kita cari solusi permanen untuk mengatasi persoalan jaringan internet ini, sehingga tidak ada lagi gangguan ke depannya,” kata dia.
Charles berujar bahwa masyarakat di Papua Selatan sejauh ini masih bergantung layanan komunikasi dan internet pada Telkomsel. Ada provider lain yang hadir Merauke, hanya saja infrastruktur telekomunikasi dari provider dimaksud ini “menumpang” di Telkomsel.
“Provider lain saat ini kan ada Indosat, tapi tidak maksimal karena mereka juga pakai infrastrukturnya Telkom atau Telkomsel. Jadi kita harapkan satu-satunya yang milik pemerintah, BUMN [Telkom dan Telkomsel]. Harapan kita pelayanan harus ditangani dengan serius tanpa memikirkan keuntungan semata,” tutupnya.
Sementara koordinator Aliansi Mahasiswa-Masyarakat Papua Selatan, Andika Labobar mengatakan bahwa dua pekan lalu pihaknya melakukan aksi demonstrasi yang menuntut pemulihan jaringan internet, komitmen Telkom membangun jalur backup atau kabel cadangan internet, transparansi anggaran PT Telkom, dan pemerintah perlu memfasilitasi masuknya provider lain di Merauke.
“Dari aksi unjuk rasa itu, kami melanjutkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan DPR Papua Selatan. Telah disepakati bahwa kami akan sama-sama ke Jakarta untuk membicarakan persoalan ini dan mencari solusi bersama masalah jaringan internet ini,” kata Andika. (*)





















Discussion about this post