• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Hentikan pemekaran, segera gelar dialog Jakarta – Papua!

February 13, 2022
in Opini
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: - Editor:

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73
0
SHARES
9
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh: Zebedeus G Mote*

Prolog

Penulis merefleksikan dan sadar bahwa banyak pihak menyoroti pemekaran. Pada kesempatan ini juga penulis hendak menyoroti pemekaran atau daerah otonomi baru (DOB) di seluruh wilayah di Papua.

Bahwa pemekaran yang sedang diwacanakan hanya menambah luka di atas penderitaan dan trauma orang Papua. Pemekaran ini merupakan bentuk penjajahan lain dari Indonesia di Tanah Papua, misalnya, transmigrasi dan pelanggaran HAM.

Negara Indonesia atau para elite Jakarta dan Papua harus pikir baik, karena pemekaran pasti mengancam eksistensi manusia dan alam Papua. Kita belajar dari sejarah.

Baca juga: Ideologi Papua merdeka bukan “jenaka” di Jakarta

BERITATERKAIT

Tak ada kursi, lantai pun jadi

Sekda Papua Barat diingatkan fokus laksanakan tugas, bukan bicara DOB

Wagub Geley: Jangan percaya tim pemekaran abal-abal

Bougainville dan PNG putuskan tanggal pengumuman hasil referendum

Semenjak pemekaran pada dekade sebelumnya tidak ada nilai positif ataupun pembangunan yang maju, malah kekerasan dan transmigrasi melalui pemekaran terus bertambah.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pemekaran juga hanya memperluas lapangan pekerjaan untuk para elite dan kapitalis, guna menguasai daerah demi kepentingan golongan tertentu, misalnya, kepentingan pribadi. Persis di situ warga sipil menjadi korban di atas korban.

Negara Indonesia juga perlu mencabut Undang-Undang Nomor 22/1999 tentang pemerintahan daerah yang khususnya mengatur tentang otonomi daerah, pemekaran wilayah administratif. Tentu banyak kerugian, konflik, penjajahan dan kematian manusia (bdk. studi evaluasi dampak pemekaran daerah, BAPPENAS: iv).

Mengapa pemekaran harus dihentikan?

Rakyat Papua tidak merindukan pemekaran. Ini justru bentuk kejahatan pemerintah Indonesia, yang menyebabkan penderitaan dan kematian bagi orang Papua.

Tragedi serupa juga pasti terjadi jika pemekaran berlanjut, maka para elite setop memekarkan Papua, supaya tidak lagi terjadi kekerasan yang mengobarkan alam dan manusia yang tinggal di Papua, khususnya masyarakat adat. Situasi hari ini membuat penulis menilai bahwa hampir seluruh rakyat Papua menolak pemekaran.

Mengurus daerah sendiri tanpa mengobati luka sebelumnya memang tidak bisa. Justru menambah luka di atas luka, seakan tidak ada obat untuk saling menyembuhkannya.

Pemikiran yang mengobjekkan masyarakat untuk menguasai daerahnya, merupakan salah-satu bentuk pemusnahan manusia, boleh dikatakan pelanggaran HAM.

Memang itu hak dan kebebasan para elite politik. Namun kenyataannya pelanggaran HAM terus berlanjut walau sebelumnya juga pernah terjadi pemekaran, seperti beberapa wilayah di seluruh Tanah Papua.

Baca juga: Menatap Pemilu 2024 dengan penuh kasih sayang

Pendekatan yang dijalankan oleh Indonesia di Papua masih menerapkan lagu lama, seperti penjajah Belanda terhadap Indonesia pada masa itu. Indonesia hari ini, melakukan banyak kegagalan dalam hal membangun apa saja di Papua (Oase Gagasan Papua Damai, 2012: 131 – 142).

Pemekaran mengakibatkan konflik dan pelanggaran HAM. Penulis mencontohkan beberapa kasus, seperti, Nabire yang dimekarkan menjadi Kabupaten Paniai dan Dogiyai. Di sana terjadi kasus Paniai Berdarah dan Dogiyai Berdarah. Hingga saat ini kasusnya belum dituntaskan.

Kabupaten Paniai dimekarkan menjadi Kabupaten Intan Jaya. Sampai detik ini konflik masih lanjut di Intan Jaya, yang memakan korban nyawa. Lalu Kabupaten Jayawijaya dimekarkan ke Kabupaten Pegunungan Bintang. Di sana konflik masih terjadi.

Kabupaten-kabupaten dan kota di Papua punya peristiwa sadis masing-masing, sebab akibat pemekaran sudah kita saksikan sama-sama. Namun mengapa pemekaran diperjuangkan?

Pemekaran bukan metode “Papua Tanah Damai”

Rakyat Papua Barat (Provinsi Papua dan Papua Barat) sama sekali tidak merindukan pemekaran atau DOB. Para elite politik Jakarta dan Papua, tidak punya akal sehat, karena tidak punya pertimbangan atas realitas sebelumnya, yang penuh dengan pelanggaran HAM.

Rakyat Papua yang terpengaruh oleh penguasa setop menyetujui pemekaran, karena itu bukan metode yang tepat untuk mewujudkan Papua tanah damai.

Sebaiknya yang rakyat kerjakan adalah memeriksa diri dan merenungkan seluruh peristiwa sadis yang dialami orang Papua, sebagai akibat dari pemekaran.

Baca juga: Karya malpraktik di Papua dan penentuan nasib sendiri

Sungguh ngeri jika pemekaran dibiarkan. Rakyat Papua juga sudah tahu dan menolak bahwa pemekaran bukan metode yang tepat untuk mewujudkan perdamaian di Papua.

Memang tidak semua elite politik di Papua menyetujui pemekaran. Karena itu penulis memberi apresiasi kepada mereka, karena mereka masih menggunakan akal sehatnya.

Banyak aktivis kemanusiaan, intelektual dan masyarakat melalui berbagai cara sudah tolak pemekaran. Maka elite-elite setop menyetujui pemekaran. Setop melahirkan metode yang tidak tepat dalam nalar yang “busuk”.

Cobalah menalar sesuatu dengan baik, supaya tidak cacat atas semua kelakuan dan karakter kapitalis dan penjajah itu. Carilah metode yang tepat, sebab pemekaran itu tidak menjawab kemauan semua orang di Papua.

Segera gelar dialog Jakarta-Papua

Dialog yang ditawarkan ini merupakan salah satu metode dari sekian banyak cara. Untuk para pemikir DOB, baik di Jakarta, maupun Papua, penulis merasa amat sangat penting jika dialog Jakarta-Papua digelar.

Pemekaran bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan kekerasan yang terus terjadi jika tidak ada dialog.

Sebaiknya pemimpin sering mendengarkan aspirasi rakyat yang bertujuan baik. Pemimpin negara seharusnya jangan menambah peraturan hanya berdasarkan keinginan pribadi. Bila peraturan negara selalu berubah dan bertambah berat, rakyat tidak akan bisa mengikutinya, apalagi menerimanya.

Baca juga: Fenomena komunitas lokal “gadungan” di Papua

Masyarakat akan merasa tidak tenang dan tentu negara akan selalu bergejolak dalam waktu dan situasi yang tidak menentu, malapetaka pun muncul dan keharmonisan hidup sebagai sesama saudara dan sahabat yang tidak tercipta serta suasana hidup damai pun berantakan (Er Lie, Lika, 2012: 205).

Keteladanan dan moral hidup yang baik oleh pribadi manusia penting untuk saling menyelamatkan dalam situasi apapun. Akan tetapi keselamatan itu juga terjadi ketika persatuan hidup sebagai sesama saudara, dan sahabat itu kuat.

Untuk situasi saat tidak urgen untuk pemekaran. Cara yang harus dilakukan adalah menggelar dialog Jakarta-Papua, supaya dapat menemukan jalan yang menghidupkan, bukan mematikan.

DPR Papua pada 2015 mempertanyakan komitmen negara soal dialog Jakarta-Papua. Kenyataannya tidak terlaksana sampai saat ini. Mengapa? Kepercayaan antara Jakarta dan Papua terbatas di bibir, tidak sampai di pikiran dan hati. Manusia di Indonesia hilang identitas sebagai manusia yang bermartabat karena melecehkan janji atas diri untuk semua orang di Indonesia (JDP News, 2015: 2).

Epilog

Sesudah melihat, mendengar, dan merasakan realitas penindasan di Papua Barat, penulis melihat secara keseluruhan, bahwa ada yang diuntungkan dan dirugikan secara sistematis dan terstruktur. Pikiran Jakarta tidak diterima oleh rakyat Papua dan juga sebaliknya.

Jika demikian tentu semua agenda Jakarta dan sikap penolakan dari akar rumput rakyat Papua tetap menjadi basi.

Masyarakat Papua, baik orang asli Papua (OAP), maupun non-OAP tentu menolak program Jakarta (pemekaran) walau tidak semua. Suatu metode yang dituntut dari kedua pihak ini adalah dialog kemanusiaan antara Jakarta-Papua, bukan DOB.

Pemekaran itu keinginan Jakarta, para elite Papua mohon pikirkan baik-baik. Maukah kita hidup terus-menerus dalam penindasan?

Semoga akal sehat menuntun kita untuk melihat realitas saling menjajah ini di meja dialog sebagai manusia yang bermartabat. Kelompok Jaringan Damai Papua sudah melihat itu sebagai metode yang tepat untuk mengakhiri dan memulai hidup baru sebagai sesama manusia di bumi. (*)

* Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur dan Anggota Kebadabi Voices Abepura, Papua

Editor: Timoteus Marten

Tags: Daerah Otonom BaruDialog DamaiDialog Damai Papuahak menentukan nasib sendiriOtonomi KhususOtsus Papuapemekaran Provinsi PapuaReferendumRevisi UU Otsus Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
Sekda

Sekda Papua Barat diingatkan fokus laksanakan tugas, bukan bicara DOB

September 2, 2026

Wagub Geley: Jangan percaya tim pemekaran abal-abal

August 6, 2026

Bougainville dan PNG putuskan tanggal pengumuman hasil referendum

August 6, 2026

3 fraksi DPR Kabupaten Jayapura minta 3 pansus dibatalkan

June 30, 2026

Sulit dapat tender, pengusaha asli Papua datangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura

June 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara