• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Dusun Sagu ‘versus’ sejuta hektar sawah di Merauke

October 5, 2024
in Tanah Papua, Lingkungan
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Edho Sinaga
Sagu

Hutan sagu ditebang demi pembangunan sebuah proyek. – Jubi/dok

0
SHARES
79
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Tidak semua orang di tanah Papua secara tradisional menjadikan sagu sebagai makanan pokok.

Hal ini diungkapkan oleh pakar antropologi Dr. JR Mansoben MA dan Prof. Dr. Walker, yang dikutip dalam buku Sagu Papua untuk Dunia karya jurnalis Kompas, Ahmad Arif.

Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa lingkungan hidup di Papua terbagi menjadi empat zona utama: daerah rawa, pesisir dataran rendah, perbukitan, serta lembah kecil dan dataran tinggi.

Mansoben dan Walker menegaskan bahwa setiap zona di Papua memiliki sumber pangan yang menopang kehidupan masyarakatnya. Namun, hanya masyarakat di dataran tinggi yang tidak mengonsumsi sagu. Di daerah rawa dan pesisir dataran rendah, masyarakat bergantung pada sagu sebagai bahan makanan utama, dengan ikan sebagai sumber protein, seperti yang terlihat di komunitas Asmat, Mimika, dan Waropen.

Sagu
Hutan sagu ditebang demi pembangunan sebuah proyek. – Jubi/dok

Di pinggiran sungai dan daerah pesisir, seperti yang dihuni oleh suku Biak, Wandamen, Moi, Simuri, Maya, dan Raja Ampat, masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi utama berupa perikanan, budidaya sagu, dan pertanian. Menurut Mansoben, suku Biak secara turun-temurun membudidayakan sagu, terutama di wilayah Biak Utara dan Supiori. Selain itu, komunitas di perbukitan dan lembah-lembah kecil, seperti Muyu, Nimboran, dan Arso, menggantungkan hidupnya pada pertanian, sagu, berburu, dan beternak.

Sagu
Mekanisasi persawahan di Merauke dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda, 1943-1961. – Jubi/ist

Sementara itu, masyarakat adat Mepago dan Lapago, seperti suku Dani dan suku Mee, hidup dari pertanian ubi jalar atau petatas (ipere bagi suku Dani dan nota bagi suku Mee), serta memelihara ternak babi sebagai sumber utama penghidupan.

Bagi suku Malind Anim, khususnya marga Mahuse, sagu dianggap sebagai totem. Hampir seluruh ritual adat dan kehidupan sehari-hari mereka terkait dengan tepung sagu. “Karena sagu dianggap sebagai totem bagi marga Mahuse, maka sagu menjadi simbol persaudaraan dan tidak sembarang diperjualbelikan,” ungkap Mansoben.

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

Totem sendiri, menurut antropolog, adalah entitas yang dipercaya memberikan perlindungan atau bantuan kepada sekelompok orang, seperti keluarga, suku, atau klan. Totem ini bukan hanya entitas fisik, tetapi juga simbol yang mengikat kelompok masyarakat tersebut.

Meskipun sagu dianggap sebagai totem dan memiliki nilai adat yang tinggi, kenyataannya kini sagu juga diperjualbelikan, bahkan harganya lebih mahal daripada beras. Hal ini memperlihatkan adanya peningkatan ketergantungan pada beras, terutama sejak kebijakan distribusi beras PNS diterapkan sejak zaman Orde Baru.

Sagu dan sawah
Sawah di Kumbe dibangun oleh pemerintah Nederlands Nieuw Guinea. – Jubi/ist

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, konsumsi beras di Provinsi Papua dan Papua Barat rata-rata mencapai 132.000 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 74 persen beras didatangkan dari luar daerah atau luar negeri. Sementara itu, pasokan beras dari petani lokal hanya mencakup 26 persen per tahun, yang sebagian besar diproduksi oleh petani transmigran di daerah Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, Nabire, dan Merauke.

Kini, pemerintah sedang membangun lima pabrik gula yang terintegrasi dengan bioetanol di lahan seluas 2 juta hektar di Merauke, Papua Selatan. Pembangunan ini dibagi dalam empat klaster, dengan total investasi mencapai US$ 5,62 miliar atau setara Rp 83,27 triliun.

Wakil Menteri Investasi Yuliot Tanjung menjelaskan proyek ini merupakan kerja sama antara pemerintah dan pengusaha dalam mengembangkan industri gula dan bioetanol. Salah satu mitra kerja sama ini adalah Sugar Research Australia, yang terlibat dalam Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.

Program persawahan di Kabupaten Merauke sendiri telah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, setelah Perang Dunia Kedua, di wilayah Kumbe dengan mekanisasi pertanian. Proyek sawah di Merauke, bersama perkebunan cokelat, pala, dan kopi di berbagai wilayah Papua dan Papua Barat, dikembangkan dengan bantuan dari negara-negara Masyarakat Ekonomi Eropa saat itu.

Dalam buku *Perubahan Sosial Ekonomi di Irian Jaya* karya Ross Garnaut dan Chris Manning, disebutkan bahwa pada tahun 1961, pemerintah kolonial Belanda menginisiasi mekanisasi tanah irigasi di dekat Merauke dengan tujuan menghasilkan 400 ton beras per tahun, sebagai bagian dari rencana ambisius untuk mencapai swasembada beras. Selain itu, para pejabat Belanda juga mendatangkan orang-orang Eropa, terutama Indo-Belanda, untuk bertani di daerah Hollandia (Jayapura) dan Manokwari, meskipun sebagian besar usaha tersebut kurang berhasil.

Sejak awal 1900-an, Merauke menjadi pusat bagi imigran dari Jawa dan Timor yang dibawa oleh Belanda. Pada tahun 1910, Belanda memindahkan sejumlah orang dari Jawa dan Timor ke daerah Mopah Lama dan Spadem, yang kemudian menjadi pemukiman baru.

Sagu sendiri, meskipun merupakan pangan tradisional bagi masyarakat Papua, juga pernah dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah lain di Indonesia. Ahmad Arif menyebutkan bahwa sagu dianggap sebagai salah satu sumber pangan tertua yang dikonsumsi manusia, bahkan sebelum manusia modern tiba di Asia Tenggara. Peneliti Ave (1977) juga menegaskan bahwa sagu merupakan sumber pangan tertua yang dikonsumsi manusia.

Meski begitu, hingga saat ini upaya untuk mengembangkan perkebunan sagu secara komersial belum pernah digalakkan, karena dianggap hanya sebagai tumbuhan liar di hutan-hutan rawa. Padahal, sagu adalah tanaman yang sangat ramah lingkungan dan tumbuh tanpa memerlukan pupuk. Di Papua, hutan sagu tumbuh liar di tepi sungai, danau, dan rawa, serta menyediakan habitat bagi ikan dan binatang buruan.

Dr. Henderite Ohee, pakar biologi dan peneliti ikan pelangi dari FMIPA Universitas Cenderawasih, menjelaskan bahwa hutan sagu berperan sebagai tempat pembiakan ikan air tawar.

“Dusun sagu itu ibarat hutan bakau di sungai, tempat ikan-ikan berkembang biak. Seperti di Danau Sentani, tempat ikan gabus asli Khahabei bertelur dan berkembang biak,” katanya kepada Jubi.

Upaya pelestarian sagu juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Jayapura, YP Karafir, pernah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2000 tentang Pelestarian Kawasan Hutan Sagu. Namun, peraturan ini ternyata tidak mampu melindungi ribuan dusun sagu yang terancam oleh pembangunan infrastruktur, terutama menjelang PON Papua 2021.

Meskipun tantangan besar dihadapi dalam melestarikan sagu, para ahli seperti Prof. Dr. Ir. H. Mochamad Hasjim Bintoro dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menekankan bahwa sagu memiliki potensi besar untuk ketahanan pangan Indonesia. Ia menambahkan bahwa sagu dapat menjadi alternatif pangan yang tidak kalah bergizi dibandingkan bahan pangan lainnya. Namun, upaya serius diperlukan untuk mendorong penggunaan sagu sebagai makanan pokok, seperti penggantian jatah beras dengan sagu dan peningkatan daya tarik kuliner berbasis sagu. (*)

Tags: PapuaSaguSawahsejuta hektar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

October 22, 2026
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi Papua Tengah: Petani lokal berpeluang memperluas akses pasar

October 22, 2026
Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

0
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

0
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

0
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

0
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

0
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara