• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Jumlah aparat keamanan yang berlebihan malah membuat warga takut beraktivitas

October 8, 2025
in Polhukam, Meepago
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aryo Wisanggeni G
Aparat Keamanan

Anggota Panitia Khusus atau Pansus Kemanusiaan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Intan Jaya, Bartolomeus Mirip. - Jubi/Larius Kogoya

0
SHARES
77
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Anggota Panitia Khusus atau Pansus Kemanusiaan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Intan Jaya, Bartolomeus Mirip mengkritik penempatan aparat keamanan dari luar Tanah Papua di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, dalam jumlah yang berlebihan. Menurutnya, pendekatan keamanan yang dipakai pemerintah telah menambah jumlah pos aparat keamanan di berbagai kampung dan distrik, dan membuat warga takut serta tidak bebas beraktivitas.

“Penempatan pasukan dalam jumlah yang besar, itu benar [terjadi. Aparat keamanan] mulai membuka pos-pos di tingkat kampung di berbagai distrik. Ada di Distrik Sugapa, Distrik Agisiga, Distrik Hitadipa, Distrik Ugimba, Distrik Homeyo, itu yang ada,” kata Mirip di Nabire, Papua Tengah pada (6/10/2025).

Bartolomeus Mirip mengatakan penempatan aparat keamanan dalam jumlah berlebihan itu justru tidak membawa kedamaian bagi warga. Mirip menyatakan jika warga tidak merasa bebas untuk pergi ke kebun atau mencari hasil-hasil hutan, bagaimana mereka akan mendapatkan penghidupan mereka. Ia juga mengingatkan anak-anak tidak bisa bersekolah dengan tenang.

“Di kota saja, ruang geraknya tutup. Kami mau berbicara di masyarakat [di kampung], untuk bekerja [di] kebun, sudah tidak tampak, sudah lama lama tidak bekerja. Anak-anak sekolah tidak sekolah,” katanya. Mirip menyatakan situasi seperti itu telah berlangsung sejak 2019.

Ia mengingatkan penempatan pasukan aparat keamanan non-organik di Papua Tengah terbukti tidak menghentikan konflik bersenjata antara TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB. “Negara perlu jujur, jangan saling baku tipu. Negara ini bukan baru hari ini, atau kemarin merdeka, tidak. Kita perlu jujur. Rakyat Intan Jaya maupun rakyat di Puncak, Puncak Jaya, itu kan membutuhkan untuk kedamaian,” ujarnya.

“Damai itu adalah kebutuhan dasar untuk setiap makhluk hidup. Rakyat ingin hidup itu tenang, untuk dia ekspresikan tentang karya-karya Tuhan, untuk dia jaga. Tidak hanya masyarakat, justru personel TNI/Polri juga butuh damai, anggota TPNPB butuh kedamaian juga,” kata Mirip.

Pos aparat keamanan makin banyak

BERITATERKAIT

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

Komnas HAM RI: Kematian warga sipil di Intan Jaya adalah tragedi kemanusiaan

Masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya juga mengeluhkan banyaknya pasukan aparat keamanan yang ditempatkan di sana. Warga di sana mengeluh karena aparat militer membangun pos-pos di hampir semua perkampungan, membuat ruang gerak masyarakat sipil tak bebas. Rasa takut warga membuat pelayanan pendidikan dan kesehatan di Intan Jaya tidak berjalan, karena warga sipil hidup dalam tekanan batin dan psikologis, serta ketakutan dan trauma.

Warga yang meminta dirahasiakan identitasnya mengeluhkan konflik bersenjata yang berkepanjangan di Intan Jaya, yang telah menimbulkan korban dari pihak warga, TNI/Polri, maupun kelompok bersenjata TPNPB. Menurutnya, ribuan warga sipil mengungsi keluar dari Intan Jaya selama beberapa tahun, namun aparat keamanan di Intan Jaya justru terus ditambah. “Setiap hari saja ada yang turun di bandara Bilogai, lewat darat, lewat helikopter, semua dikerahkan ke Intan Jaya,” ujarnya pada Jumat (3/10/2025).

Warga itu menuturkan bahwa kebanyakan pos yang didirikan aparat keamanan memang tidak berada di kawasan permukiman, namun dekat dengan kawasan permukiman. Pos aparat keamanan itu membuat warga tidak bebas pergi ke kebun mereka. Pos itu juga membuat warga tidak berani masuk ke hutan untuk mengambil hasil hutan yang mereka perlukan. Warga selalu khawatir dituduh anggota kelompok bersenjata TPNPB.

“Karena ini semua dikuasai oleh aparat militer atau aktivitas warga dan pergerakan itu agak susah dan sangat sulit. Mau ke kali, mau ke hutan, mau ke kebun, di mana-mana semua kebanyakan aparat keamanan yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan aparat keamanan membangun pos di Sugapa, di Kampung Yalai, Eknemba, Mamba, Wandoga, Titigi, dan Sugapalama. Situasi serupa terjadi di Distrik Homeyo, di mana aparat keamanan membangun pos di Kampung Kendetapa, Bamba, Agapa, Balai, Maya, Nggagemba, Engganenga.

“Jadi pergerakan aparat, misalnya mau bangun pos di satu tempat atau kampung, mereka jalan dengan senjata lengkap dalam jumlah banyak, lalu bermalam di hutan, setelah tiga-empat hari lewat, baru mulai bangun pos,” ujarnya.

Warga sipil lain yang juga meminta dirahasiakan identitasnya dirahasiakan mengeluhkan aparat keamanan yang mendirikan pos di Kampung Bilai, Distrik Homeyo, Intan Jaya. Jumlah aparat keamanan yang ditempatkan di sana berkisar 150 orang.

“Kondisi masyarakat di Kampung Bilai sejak tanggal 26 September sampai 1 Oktober 2025 ini hidup dalam trauma. Karena banyak anggota yang keluar dari posnya, dan menyebar ke dusun-dusun di sekitar Kampung Bilai,” ujar warga itu.

Aparat keamanan lalu menduduki kompleks SD dan SMP YPPK Bilai di Emobugu. Mereka menempati barak guru SD YPPK Bilai. Pada Minggu (28/9/2025), sejumlah perwakilan masyarakat Bilai menemui aparat keamanan di sana, dan meminta aparat keamanan memindahkan pos mereka. “Tapi mereka tidak mau pindah. Para anggota TNI masih tetap menempati barak guru SD YPPK Bilai,” ujarnya.

Butuh dialog

Bartolomeus Mirip membenarkan jika penempatan aparat keamanan dalam jumlah berlebihan dan pendirian pos aparat keamanan yang banyak membuat warga merasa tidak aman. “Sekarang pos TNI non organik yang ada di Kabupaten Intan Jaya sebanyak 22 pos, itu kenyataan yang ada. Kalau kenyataan begitu, kita bisa bayangkan betapa seramnya kegelisahan dari masyarakat,” katanya.

Mirip menyatakan pemerintah harus meredakan ketegangan konflik bersenjata di Intan Jaya. Ia meminta pemerintah duduk bersama berbagai pemangku kepentingan untuk membicarakan langkah yang bisa dijalankan untuk memperbaiki situasi di Intan Jaya. Menurutnya, upaya itu harus melibatkan elemen gereja,  pemuda, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan lain untuk berdialog dan merumuskan langkah-langkah apa yang bisa ditempuh.

Menurutnya, dialog itu jangan terjebak perdebatan mencari siapa yang salah, namun berfokus kepada upaya untuk memperbaiki situasi di Intan Jaya. “[Bahas] langkah-langkah terbaik seperti apa, duduk bersama, baru menyusun [langkah], baru kita akan menemukan [cara untuk memperbaiki situasi]. Kalau tidak duduk bersama, lalu kita hanya pakai ilmu kira-kira atau duga-duga, itu akan membuat hal yang kurang bagus kepada sesama kita yang lain. Soal pengungsi [misalnya], itu belum ditangani secara serius. [Pelayanan] pendidikan [dan] kesehatan sejak 2019 itu tidak berjalan normal,” katanya.

Jubi telah berupaya menghubungi Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Letkol (Inf) Tri Purwanto pada Selasa dan Rabu (8/10/2025), untuk mendapatkan klarifikasi dan informasi pembanding terkait penambahan pasukan aparat keamanan di Intan Jaya dan Papua Tengah. Hingga berita ini diturunkan, Jubi belum mendapatkan klarifikasi ataupun informasi pembanding. (*)

Tags: konflik bersenjataKonflik Bersenjata di Intan JayaKonflik Bersenjata di Tanah Papuapasukan non organikTNI non-organik
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Korban kekerasan dan konflik bersenjata

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026

Komnas HAM RI: Kematian warga sipil di Intan Jaya adalah tragedi kemanusiaan

July 6, 2026

KNPB desak TPNPB dan TNI/Polri mengedepankan dialog bermartabat

July 6, 2026

Masyarakat Kuyawage dan Gereja Baptis West Papua tolak kehadiran TNI non organik

June 15, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

October 22, 2026
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi Papua Tengah: Petani lokal berpeluang memperluas akses pasar

October 22, 2026
Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

0
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

0
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

0
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

0
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

0
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara