• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Pengungsi internal Papua butuh makanan sehat, layanan kesehatan, akses ekonomi dan pendidikan

September 4, 2024
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Zely Ariane
Papua

Situasi peluncuran Hasil Riset Pengungsian Internal di Tanah Papua melalui live Youtube Yakoma PGI, di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Selasa (3/09/22024) - Jubi/tangkapan layar

0
SHARES
22
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Hasil riset terhadap kebutuhan pengungsi internal Papua di 4 wilayah pengungsian yaitu Maybrat, Sorong, Wamena dan Nabire menunjukkan ada empat kebutuhan internal pengungsi yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Riset yang didukung oleh tiga lembaga gereja, Konferensi WaliGereja Indonesia (KWI), Dewan Gereja Papua Barat (DGP), dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) ini diluncurkan pada Selasa (3/9/2024) di gedung PGI Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, dengan tema Pengungsian Internal di Tanah Papua.

Hadir sebagai pembicara mantan anggota Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt Jacklevyn Manuputty, Moderator  Dewan Gereja Papua Pdt Benny Giay, dan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. Acara tersebut juga dapat disaksikan melalui kanal Youtube Yakoma PGI.

Menurut data berbasis responden yang dihimpun oleh Surya Anta Ginting dan Beka Ulung Hapsara, ada empat kebutuhan pengungsi internal di Tanah Papua. Sebanyak 97 persen pengungsi kekurangan makanan, 87 persen kekuarangan pelayanan kesehatan, faktor penghambat ekonomi sebanyak 81 persen, dan hampir semua anak-anak atau nol persen tidak mendapatkan layanan pendidikan atau sekolah.

“Mereka tidak dapat pelayanan sekolah karena memang masih ada perasaan takut, misalnya di tempat pengungsian mereka masih dipantau aparat yang datang pergi untuk melihat mereka apakah mereka punya hubungan atau tidak dengan TPNPB dan segala macam sehingga membuat anak-anak ada perasaan tidak aman untuk melanjutkan sekolah,” kata Surya Anta Ginting dalam pemaparannya.

Ginting juga mengatakan faktor lain yang membuat anak-anak tidak sekolah adalah ketiadaan biaya sekolah karena orang tua kehilangan mata pencaharian, atau tidak bisa berkebun dengan bebas sehingga biaya untuk menyekolahkan anak-anaknya tidak ada. Hal ini mengakibatkan anak-anak para pengungsi putus sekolah.

Kemudian Ginting menyebutkan terkait bantuan yang diterima, menurut laporan pengungsi hanya sekitar 7 persen bantuan pangan yang mereka terima. Bantuan pangan dari pemerintah daerah setempat bahkan tidak sampai 3 persen.

BERITATERKAIT

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

Bantuan kemanusiaan dari penonton film Pesta Babi telah disalurkan

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

“Dan kami juga menyoroti bantuan dari pihak gereja baik Gereja Katolik, maupun Gereja Protestan serta Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM yang justru lebih besar [daripada bantuan pemerintah] yakni 28 sampai 30 persen kepada pengungsi internal,” katanya.

Ia juga mengatakan untuk pelayanan kesehatan ada 17 persen pengungsi yang mengatakan tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan, dan sekitar 87 persen menyatakan akses terhadap pelayanan kesehatan tidak mencukupi. Sebanyak 57 persen pengungsi internal mengaku perlu perlindungan dari kekerasan saat inu.  Dan 66 persen dari pengungsi melaporkan bahwa mereka merasa tidak aman.

“Merasa aman karena masih ada pemantauan-pemantauan terhadap pihak yang berkonflik dan juga TNI/Polri,” katanya.

Menurut temuan ada beberapa faktor kenapa pengungsi enggan kembali ke kampungnya. Sebanyak 70 persen pengungsi merasa tidak mendapatkan keamanan di tempat asal pengungsi. 64 persen pengungsi menyebutkan  status status konflik bersenjata di tempat asal mereka membuatnya enggan kembali.

Kemudian ada 39 persen pengungsi yang tidak ingin kembali karena ancaman dari pihak yang betkonflik dalam hal ini adalah TNI/polri, ditambah masalah ekonomi karena mata pencaharian mereka yang sudah musnah dan membutuhkan waktu untuk bisa mendapat jalan keluar.

“[Hal ini membuat] perlunya akses perlindungan dan bantuan dari kekerasan di tempat asal mereka. Data pengungsi sebelumnya menyatakan sekitar 45.000 hingga 100.000 orang yang disampaikan SKPKC Fransiskan, dan 99 persen pengungsi adalah Orang Asli Papua,” katanya.

Mantan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengatakan ada 8 wilayah konflik dari tahun 2018 sampai hari ini, yakni Maybrat, Nduga, Intan Jaya, Oksibil, Ilaga Paniai, dan  Puncak Jaya. “Tapi yang kami ambil data responden nya ada di empat wilayah pengungsian yaitu Maybrat, Sorong, Wamena dan Nabire,” ujarnya.

Ulung Hapsara menyebutkan hal utama yang melatarbelakangi riset ini adalah keprihatinan dan kegelisahan melihat kondisi pengungsi di Papua yang jauh dari kata standar.

“Kegelisahan karena melihat langkah-langkah negara dalam mengatasi persoalan pengungsian jauh dari kata tanggung jawab,  karena ini sudah berlangsung bertahun- tahun tapi tidak ada penyelesaian masalah kemanusiaan di Papua dari akarnya,” kata dia.

Ia mengatakan ia mencoba mengkaitkan dengan apa yang diajarkan paus pada bulan April 2024, paus mengeluarkan satu dokumen namanya martabat manusia yang tak terbatas. Dalam dokumen terbaru itu paus mengatakan gereja itu diutus untuk menjamin soal kebebasan dan hak-hak orang dan dalam kondisi saat ini banyak sekali pelanggaran-pelanggaran berat terhadap martabat manusia. Dalam dokumen itu ada sekitar 13 pelanggaran berat terhadap martabat manusia yang seharusnya dihormati.

“Misalnya penderitaan para migran, kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan, aborsi sampai kekerasan digital digambarkan dengan baik oleh dokumen itu. Dan pengungsi-pengungsi ini memang sudah tidak punya martabat lagi hilang akibat konflik bersenjata dan juga rasa solidaritas kita yang sudah mulai berkurang. Berdasarkan riset 99 persen pengungsian internal  adalah Orang Asli Papua papua atau OAP rata-rata lebih dari 3 tahun 16 bulan pindah dari satu tempat ke tempat lain tapi di dalam hutan,”katanya. (*)

Tags: Dewan Gereja PapuaPengungsi Internal PapuaPengungsi PapuaPersekutuan Gereja-Gereja di IndonesiaRiset Pengungsi Internal di Tanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
bantuan kemanusiaan

Bantuan kemanusiaan dari penonton film Pesta Babi telah disalurkan

July 6, 2026

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

February 28, 2026

Dewan Gereja Papua dan KO MASI di Tanah Papua serukan pernyataan sikap kepada pemerintah

February 21, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara