Manokwari,Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Irjen Johnny Eddizon Isir mengumumkan pencarian Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor atau Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tommy Samuel Marbun dihentikan untuk sementara waktu. Pencarian itu akan dilanjutkan kembali setelah operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru selesai.
Hal ini disampaikan Isir pada keterangan pers akhir tahun yang berlangsung di Markas Kepolisian Daerah Papua Barat di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Selasa (31/12/2024). Isir menyampaikan rasa duka cita atas hilangnya Tommy Samuel Marbun. “Kami berduka atas hilangnya Kasat Reskrim polres teluk Bintuni, untuk pencarian dihentikan sementara,” kata Isir.
Tommy Samuel Marbun tergelincir saat ikut melakukan pengejaran Marthen Aikingging. Marthen Aikingging adalah orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyerangan pekerja jalan Mayerga pada 2022 silam. Tommy tergelincir saat menyeberangi Sungai Rawara di Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (18/12/2024).
“Upaya pencarian telah dilakukan sejak [Kasat Reskrim] dinyatakan hilang. Namun [pencarian itu] belum ada hasil. [Pencarian] akan dilanjutkan setelah agenda Natal dan Tahun Baru selesai,” kata Isir.
Sejak peristiwa itu terjadi, pencarian dilakukan dengan kapal maupun helikopter milik Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri. Masyarakat juga diimbau untuk mencermati lokasi di kawasan hilangnya Tommy.
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH), Yan Cristian Warinussy mendesak Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memberi perhatian terhadap kasus di Moskona Barat. Warinussy menyatakan warga di sana membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan, karena warga di sana membatasi aktivitas mereka sejak peristiwa hilangnya Tommy.
“Sejak peristiwa dugaan hilangnya Iptu Tommy Samuel Marbun pada 18 Desember 2024, masyarakat tidak melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Masyarakat lebih banyak memilih untuk menetap di rumah, dan ada juga warga masyarakat yang memilih untuk mengungsi keluar dari kampungnya di Meyerga dan sekitarnya,” kata Warinussy
Menurutnya, pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan gizi dan pelayanan bagi ibu dan anak, harus diprioritaskan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Warinussy juga menyatakan para warga membutuhkan bantuan sembako.
Warinussy meminta polisi tidak mendatangi atau memaksa warga untuk memberikan keterangan tentang kasus hilangnya Tommy, karena mereka memang tidak tahu menahu.
“Atas nama kemanusiaan, saya mendesak Kapolda Papua Barat sebagai penanggung jawab keamanan dapat memberi akses bagi warga masyarakat untuk berinteraksi secara damai dan tidak terintimidasi oleh adanya operasi pencarian Iptu Tommy Samuel Marbun tersebut,” ucapnya. (*)




















Discussion about this post