• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

7 anggota TPNPB meninggal, 2 tertangkap selama 2024

Sebby Sambom: Ada anggota TPNPB-OPM yang gugur dalam medan perang yang tidak sempat kami umumkan pada 2023 dan 2022

July 18, 2024
in Polhukam
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syofiardi
TPNPB

Atinus Kum, anggota TPNPB-OPM Kodap III Kompi C Ndugabu Batalion Ndulamo. – Jubi/Dok TPNPB-OPM

0
SHARES
585
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Sepanjang 2024, kontak tembak antara aparat TNI-Polri dengan TPNPB-OPM terjadi di sejumlah lokasi di Tanah Papua. Keputusan Pemerintah Indonesia untuk memperpanjang Otonomi Khusus dan memekarkan wilayah provinsi menjadi empat provinsi tidak meredam konflik bersenjata kedua pihak.

Kontak tembak tidak hanya memakan korban prajurit atau anggota kedua organisasi, tetapi juga berdampak kepada warga sipil. Ribuan warga sipil mengungsi dari kampung mereka dan bahkan ada yang meninggal di pengungsian.

Tahun 2024 yang masih berjalan enam setengah bulan menambah daftar panjang korban konflik. Kali ini Jubi.id mengangkat korban dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM.

Data yang dihimpun Jubi.id dari sumber TPNPB mencatat tujuh prajurit TPNPB meninggal pada 2024. Empat meninggal di lokasi saat kontak tembak dengan TNI-Polri, yaitu Otniel Giban, Afrika Heluka, Danis Murib, dan Tetan Murib.

TPNPB

Satu meninggal, yaitu Bazoka Lawiya, ketika dihadang dijalan oleh TNI-Polri. Satu meninggal dalam tahanan yaitu Atinus Kum, dan satu terakhir adalah Keneganus Wasiangge yang meninggal pada Senin (15/7/2024) dalam perawatan akibat luka tembak yang dialaminya saat kontak tembak dua minggu sebelumnya.

Kemudian dua anggota TPNPB lainnya ditangkap aparat keamanan, yaitu Alenus Tabuni alias Kobuter dan Peni Pekei. Keduanya ditangkap Satgas Damai Cartenz.

BERITATERKAIT

Anggota DPRK Puncak: Kami capek melahirkan anak untuk dibunuh

Mahasiswa Yahukimo: TNI/Polri dan TPNPB-OPM jangan libatkan warga sipil

Pengambil kebijakan di daerah disarankan melindungi warga Intan Jaya dan Puncak

Sidang perdana Jemmy Magai Yogi dijaga ketat aparat gabungan

 Alenus Tabuni alias Kobuter ditangkap di depan Puskesmas Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak pada Minggu, 18 Februari 2024. Sedangkan Peni Pekei ditangkap Polres Dogiyai dan Satgas Operasi Damai Cartenz di tanjakan Gunung Ekaugi, Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah pada Jumat, 17 Mei 2024.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kemudian ada lagi anggota TPNPB yang terluka saat kontak tembak dengan TNI-Polri pada 20-21 Januari 2024. Ia adalah Oni Kobogau yang sekarang sedang menjalani perawatan.

Selain akibat kontak tembak dan penangkapan, ada juga anggota TPNPB yang meninggal karena sakit. Ia adalah Wambo Waker yang meninggal di Puncak Jaya, Papua Tengah pada Kamis 4 Juli 2024.

Atinus Kum

Selain itu, ada juga anggota TPNPB yang dinyatakan TPNPB-OPM meninggal akibat disiksa aparat setelah tertangkap, yaitu Atinus Kum.

Siaran pers yang dikeluarakan TPNPB-OPM pada 6 Juli 2024 menyebutkan Komandan TPNPB-OPM Kodap III  Kompi C  Ndugabu Batalion Ndulamo Aibon Kogoya mengumumkan anggotanya bernama Atinus Kum meninggal usai mengalami penyiksaan setelah ditangkap.

“Dan dieksekusi mati oleh TNI-Polri di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah,” katanya.

Aibon Kogoya melalui siaran pers itu menyebutkan pada Minggu, 30 Juni 2024 anggota TPNPB-OPM Kodap III  Kompi C  Ndugabu Batalion Ndulamo atas nama Atinus Kum, anggota Kompi Rangkap Batalyon yang telah bergabung bersama TPNPB selama  enam tahun. “Mengembuskan napas terakhir dengan cara yang naas,” ujarnya.

Kogoya menceritakan kronologis kejadian sekitar pukul 15.30 WP, Atinus Kum menaiki kendaraan roda dua ojek dari  Kampung Titigi ke Sugapa. Setelah sampai di tempat tujuan, Atinus naik ojek roda dua dan kembali ke Kampung Titigi. Saat itu aparat gabungan TNI-Polri mengadakan sweeping darurat.

“Lalu Atinus Kum ditangkap dan dibawa ke Pos Maleo di Kampung Mamba dan Atinus dapat siksaan sampai dengan napas terakhirnya,” ujarnya.

Menurut Kogoya, Atinus Kum ditahan dari 30 Juni sampai 5 Juli 2024. “Kemarin pukul 05.30 sore aparat gabungan TNI-Polri dari Kampung Mamba mengantar Atinus Kum dengan bunyi-bunyi tembakan sampai di Kampung Munumai, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya,” katanya.

Ia melanjutkan, “Aparat melakukan  penyiksaan yang terakhir lebih kejam dan memberikan perintah, menggali kuburan untuk mengubur dirinya sendiri. Kemudian Atinus kum menggali tanah, namun tidak kuat karena fisik sudah lemah, akhirnya aparat TNI-Polri membakar  rumah adat milik warga sipil tiga buah, rumah dan Atinus Kum dilempar hidup-hidup di bara api, lalu ditembak mati,” katanya.

Kogoya mengatakan, hari itu 6 Juli 2024, TPNPB-OPM Makodam III Batalyon Dulamo Kompi C Ndugabu yang dipimpin Komandan Kompi Doume Duwitau dan Komandan Batalyon Aibon Kogoya mengakui anggotanya dibunuh oleh TNI/Polri.

“Kami sudah ketemu prajurit kami yang sudah dibakar oleh TNI-Polri dan saat ini kami sedang duka nasional di markas kami,” katanya dalam siaran pers yang dikeluarkan pada 6 Juli 2024 itu.

Belum ada respon resmi dari aparat keamanan Indonesia terkait informasi dari TPNPB tentang Atinus Kum ini.

Data 2022 dan 2023 akan diumumkan 

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom kepada Jubi.id menyampaikan kebenaran data anggota TPNPB yang meninggal akibat kontak tembak, ditangkap, luka-luka, dan meninggal karena sakit.

“Data itu semua itu benar dan ada anggota TPNPB-OPM yang gugur dalam medan perang yang tidak sempat kami umumkan pada 2023 dan 2022. Data-data itu masih ada di arsip resmi TPNPB,” katanya.

TPNPB
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. – Istimewa

Meski begitu, kata Sambom, memasuki bulan ketujuh 2024, TPNPB tetap kontinu bertempur melawan pihak yang ia sebut ‘kolonial Indonesia’.

“Kami akan umumkan data-data yang sebelum-sebelumnya, jadi untuk saat ini kami umumkan yang 2024 ini,” ujarnya.

Konflik TPNPB dan TNI-Polri korbankan warga Sipil 

Pengamat Militer Indonesia Made Supriatma mengatakan dari Januari hingga Juli 2024 korban terus berjatuhan, baik di pihak TNI-Polri maupun TPNPB. Sedangkan jumlah orang yang mengungsi dari tempat tinggalnya pada 2023 lebih 60 ribu.

“Mungkin sekarang lebih besar lagi mengingat perluasan wilayah konflik,” katanya via WhatsApp pada Selasa (16/7/2024).

Menurut Made Supriatma dalam konflik bersenjata di Tanah Papua korban terbesar adalah masyarakat sipil. “Ini yang harus menjadi perhatian kita semua. Semua pihak harus melindungi warga sipil,” ujarnya.

Meski dari kedua pihak korban berjatuhan, menurut Made konflik tidak akan selesai. Karena itu untuk menyelesaikan konflik ini menuntut pendekatan lain.

“Masalah IDPs (Internally Displaced Person) ini sebenarnya bukan masalah domestik Indonesia. Ia bisa jadi persoalan internasional. Negara-negara yang memiliki komitmen terhadap demokrasi dan HAM seharusnya bisa turun tangan secara langsung untuk membenahi soal ini,” katanya.

Anggota TPNPB yang meninggal, tertangkap, dan sakit (Januari-Juli 2024)

MENINGGAL

Danis Murib: Anggota TPNPB-OPM eks TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang memilih bergabung dengan TPNPB empat bulan. Ia bergabung bersama Undius Kogoya yang ditembak mati pasukan gabungan TNI-Polri setelah kontak senjata di Kampung Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah pada Kamis, 13 Juni 2024.

TPNPB
Anggota TPNPB-OPM eks TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang memilih bergabung dengan TPNPB dan meninggal saat kontak senjata di Kampung Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah pada Kamis, 13 Juni 2024. -Istimewa

Tetan Murib: anggota Panglima Daerah TPNPB-OPM Kodap XVIII Ilaga, Puncak, Papua, Brigadir Jenderal Penny Murib. Tetan Murib meninggal dalam kontak tembak antara TPNPB dengan TNI-Polri selama 50 menit pada Sabtu, 29 Juni 2024. Ia dimakamkan secara militer oleh pasukan TPNPB Puncak pada Senin, 1 Juli 2024.

Keneganus Wasiangge: berpangat mayor di TPNPB adalah pasukan khusus TPNPB Kodap III Ndugama Derakma yang dikirim oleh Egianus Kogeya dalam memperkuat pertahanan TPNPB bersama panglima dan pasukan TPNPB di Sinak. Ia bergabung dengan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma sejak 2016. Ia tertembak saat kontak tembak di jalan Trans-Sinak Agandugume. Setelah dirawat selama dua minggu, ia meninggal pada Senin, 15 Juli 2024.

Otniel Giban: Alias Toni Giban alias Toni Wetapo adalah anggota Batalion WSM Ndugama Darakma/ Kodap III Ndugama Darakma yang dikomandoi Nabeanus Grebea. Ia bergabung dengan TPNPB sejak 2019. Grebea menyebutkan Otniel Giban meninggal dalam baku tembak dengan TNI-Polri di Kali Brasa, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada Kamis, 22 Februari 2024.

Bazoka Lawiya: anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Ia meninggal dan ditembak dalam penghadangan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz di Kampung Topo, Kabupaten Nabire pada Minggu, 7 Juli 2024 sore.

Afrika Heluka: Anggota TPNPB di bawah komando Kopi Tua Heluka. Afrika Heluka tewas ditembak Satgas Operasi Damai Cartenz di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat (12/4/2024).

Atinus Kum: Bergabung sejak 6 tahun lalu di TPNPB-OPM Kodap III Kompi C Ndugabu Batalion Ndulamo yang dipimpin Aibon Kogoya. TPNPB-OPM menyebutkan Kum tewas disiksa aparat setelah tertangkap. Ia meninggal di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah pada 5 Juli 2024.

TERTANGKAP

Peni Peke: Ditangkap di tanjakan Gunung Ekaugi, Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah oleh Polres Dogiyai dan Satgas Operasi Damai Cartenz pada Jumat, 17 Mei 2024 sore.

Alenus Tabuni: Alias Kobuter, anggota TPNPB pimpinan Numbuk Telenggen di wilayah Puncak. Ia ditangkap Satgas Ops Damai Cartenz di depan Puskesmas Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak pada Minggu, 18 Februari 2024.

TERLUKA

Oni Kobogau: Anggota TPNPB di bawah Komandan Operasi Gusby Wakerkwa. Oni terkena luka tembak pada bagian betis saat kontak tembak pada 20-21 Januari 2024. Kini dalam perawatan di Markas TPNPB.

MENINGGAL KARENA SAKIT

Rambo Waker: Ajudan Panglima Tinggi TPN PB Goliath Tabuni Tengah ini meninggal karena sakit di Puncak Jaya Papua Tengah pada Kamis 4 Juli 2024. (*)

Continue Reading
Tags: Anggota TPNPB-OPM MeninggalAnggota TPNPB-OPM tertangkapKonflik Bersenjata di PapuaOrganisasi Papua Merdeka
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Ideologi

Ideologi Papua merdeka dan NKRI tak boleh mengorbankan jiwa umat

June 19, 2026
Mahasiswa Lanny Jaya

Mahasiswa Lanny Jaya serahkan aduan ke Komnas HAM perwakilan Papua

June 15, 2026
Mahasiswa

Mahasiswa desak pengusutan dugaan pelanggaran HAM di Lanny Jaya

June 15, 2026

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke memasuki tahap pembuktian

June 9, 2026

Anggota DPRK Puncak: Kami capek melahirkan anak untuk dibunuh

June 9, 2026

Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

June 9, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara