• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Perjuangkan beasiswa, orangtua menginap di Kantor Gubernur Papua

June 16, 2023
in Penkes
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Papua

Para orangtua penerima beasiswa Otsus menginap di Kantor Gubernur Provinsi Papua. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
26
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

 

 

Jayapura, Jubi – Para orangtua penerima beasiswa otonomi khusus Papua memilih untuk menginap di Kantor Gubernur Provinsi Papua. Mereka menuntut kejelasan pembiayaan studi bagi anak-anak mereka yang sedang menempuih studi, baik  di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dua spanduk dibentangkan di depan pelataran kantor gubernur bertuliskan “Pendidikan: Jalan Emas Menuju Papua Baru Jangan Rusak Masa Depan Papua”. Salah satu spanduk lainnya bertuliskan “Pendidikan yang Bermartabat adalah Hak Konstitusi warga negara dan merupakan Hak Asasi Manusia”.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Para orangtua mahasiswa ini telah berada di kantor gubernur sejak Kamis pagi,  pukul 09.00, 15 Juni 2023, memulai dengan aksi demonstrasi dan telah menyampaikan aspirasi mereka. Namun lantaran tidak ada jawaban yang pasti para orangtua ini memilih menginap di kantor gubernur Papua.

“Kami akan bertahan sampai ada jawaban dari pemerintah. Kita akan berada di sini sampai ada jawaban. Kalau pun harus urusan ke Jakarta orangtua berangkat tapi harus ada orangtua yang tetap tinggal di sini,” kata Ketua Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Dalam Negeri dan Luar Negeri, Jhon Reba, kepada Jubi, Kamis (15/6/2023) malam.

Di kantor senilai Rp400 Miliar yang diresmikan pada Desember 2022, itu para orangtua memilih bertahan menanti kejelasan biaya studi anak-anak mereka.

BERITATERKAIT

Beasiswa Siswa Unggul Papua tertunggak, Pemprov Papua diminta terbitkan Financial Guarantee baru

Beasiswa Siswa Unggul Papua tertunggak lagi, orangtua penerima beasiswa demo

Kesalahan data beasiswa Siswa Unggul Papua harus dikonfirmasikan ke BPSDM

BPSDM Papua tidak bisa lagi bayar beasiswa Siswa Unggul Papua bagi 576 mahasiswa 

Sedikitnya ada 20 orangtua. Mereka tidur di pelataran kantor gubernur. Ada yang tidur bersandar pada tiang, tidur di lantai. Sedangkan    para ibu-ibu tidur beralaskan tikar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi
Papua
Para orangtua penerima beasiswa Otsus menginap di Kantor Gubernur Provinsi Papua. – Jubi/Theo Kelen

Sebagian orangtua berjajar duduk maupun berdiri di depan tangga kantor gubernur. Ada yang berdiri berjaga. Ada yang sambil menyeruput kopi, mengunyah pinang dan panganan seadanya.  Mereka saling  berbagi cerita tentang studi anaknya.

“Biaya [anak saya] tersendat mulai Januari 2022,” ujar salah satu orangtua mahasiswa, Hofni Yapen.

Pria 57 tahun itu menuturkan anaknya Jhoi Yapen (23) harus berhenti kuliah lantaran sejak Januari 2022 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Papua tidak mengirimkan biaya hidup maupun biaya studi.

“Kuliah mengalami kendala sejak Januari 2022. Tidak ada pengiriman lagi [baik biaya studi maupun biaya hidup]. Tidak pernah dikirimkan sehingga proses kuliah tidak bisa lanjut. Kuliah [bisa lanjut] sampai ada penyelesaian administrasi di kampus dulu,” katanya.

Sejak tidak dikirimkan beasiswa, Yapen harus mengeluarkan biaya pribadi senilai Rp150 juta untuk membiayai studi anaknya. Namun, biaya yang dikirim tidak mencukupi untuk anaknya menyelesaikan studinya. Anaknya juga harus bekerja sampingan membayar apartemen dan kebutuhan hidup selama di New Zealand.

“Rp150 juta untuk selesaikan pendidikan tapi tidak cukup,” ujarnya.

Yapen menyatakan memilih memulangkan anaknya ke Papua lantaran tidak ada kejelasan pembiayaan beasiswa dan terancam dideportasi. Ia pun harus merogoh biaya sebesar Rp30 juta guna menerbangkan anaknya kembali ke Papua.

Yapen menyatakan telah menyerahkan bukti-bukti, baik boarding pass pesawat hingga bukti kwitansi biaya pendidikan anaknya ke BPSDM Papua. Namun, Yapen mengaku sampai dengan saat ini BPSDM Papua belum menggantikan uang pribadinya.

“Sudah saya kasih masuk semua pada Mei 2023, tetapi sampai sekarang tidak ada ganti dari BPSDM,” katanya.

Di tengah ketidakjelasan pembiayaan beasiswa, Yapen berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat mencarikan solusi bagi anak-anak mereka. Ia berharap anaknya dapat menyelesaikan studi hingga selesai.

“Kalau bisa dibiayai sampai hingga selesai pendidikan. Seharusnya selesai tahun ini [anak saya],” ujarnya.

Pada 2021, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua Baru) diundangkan. UU Otsus Papua Baru berikut aturan turunannya mengatur sebagian besar proporsi Dana Otonomi Khusus Papua dikelola pemerintah kabupaten/kota.

Akibatnya, Pemerintah Provinsi Papua tidak lagi memiliki anggaran untuk menjalankan sejumlah program yang dibiayai Dana Otsus Papua, termasuk program SUP. Pembiayaan beasiswa bagi lebih dari 2.000 mahasiswa asli Papua yang sedang berkuliah di dalam dan luar negeri hanya dapat berlanjut jika pengelolaan program itu dialihkan dari Pemerintah Provinsi Papua kepada pemerintah kabupaten/kota.

Ketua Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Dalam Negeri dan Luar Negeri, Jhon Reba menyatakan ribuan mahasiswa beasiswa terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan dan dideportasi dari negara studinya. Setidaknya tercatat 3.171 mahasiswa penerima beasiswa otonomi khusus tersebar di dalam negeri maupun luar negeri.

Ribuan mahasiswa itu berasal dari Provinsi Papua sebanyak 1.717 mahasiswa, sedangkan sisanya 1.454 mahasiswa tersebar di Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Proses pendidikan jalan terus, dong harus bayar uang kuliah, sekarang mau ujian semester dong belum bayar uang kuliah. Apakah mereka akan mengikuti semester. Dorang belajar sekarang dengan membuat surat pernyataan sendiri bahwa akan menyelesaikan biaya kuliah. Kasihan-anak-anak itu. Kita khawatir sampai kapan ada kepastian,” ujarnya.

Reba menyatakan Pemerintah Provinsi Papua melalui BPSDM Papua terkesan melepaskan tanggung jawab. Ia menyatakan hal itu dibuktikan dengan lambatnya pelimpahan kewenangan pengurusan mahasiswa beasiswa Otsus ke kabupaten/kota.

“Hingga kini tidak ada pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Papua melalui BPSDM ke Kabupaten/kota. Harus ada data yang diserahkan ke kabupaten/kota. Bagaimana pemerintah kabupaten/kota mau menganggarkan kalau tidak ada data. Acuan kan data. Supaya kabupaten/kota tau dia punya mahasiswa dalam maupun luar negeri berapa dan masing-masing punya biaya. Sementara data di tahan sama BPSDM Papua,” katanya.

Reba menyatakan Pemerintah Provinsi Papua melalui BPSDM Papua secepatnya mencarikan solusi bagi mahasiswa penerima beasiswa. Solusi itu adalah Pemerintah Provinsi maupun kabupaten/kota harus menyediakan anggaran otonomi khusus untuk membiayai mahasiswa tersebut.

“Selama ini sudah melalui proses surat menyurat, pertemuan tapi kitong mau ada langkah dibuat oleh pemerintah dan langkah-langkah itu ada solusi begitu. Kita paham urusan mekanisme keuangan itu sesuatu yang tidak mudah. Yang menjadi masalah beasiswa ini bukan program baru, ini sudah program lama,” ujarnya.

Hingga pukul 02.51 jumat subuh para orangtua masih berada di Kantor Gubernur Papua. Sejumlah Satpol-PP dan anggota Brimob ikut menjaga orangtua. Mereka turut prihatin atas kondisi yang dialami orangtua mahasiswa penerima beasiswa tersebut.

“Rasa kasihan lah. Mau di pikir juga [Itu orangtua perjuangkan anak-anak mereka]. Kasihan di tengah jalan ditelantarkan begitu. Kasihanilah,” ujar salah satu anggota Satpol-PP, Sineri.(*)

 

 

 

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Beasiswa Mahasiswa PapuaBPSDM Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

TBc

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

March 6, 2026
Kasus TBC

1.350 kasus baru TBC ditemukan di Kabupaten Jayapura pada 2025

March 6, 2026

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

February 26, 2026

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

February 16, 2026

Nakes desak Gubernur Papua ganti direktur RSUD Abepura

January 27, 2026
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara