• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Lima pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru masih mendekam di penjara Prancis

Penangkapan mereka memicu gelombang kekerasan baru setelah kerusuhan awal meletus di Kaledonia Baru pada 13 Mei.

July 8, 2024
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Zely Ariane
Kaledonia Baru

Pemimpin CCAT Christian Téin ikut serta dalam pawai protes.- Jubi/rnz.com/Foto: LNC

0
SHARES
332
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Lima pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru akan terus menjalani hukuman pendahuluan di beberapa penjara di daratan Prancis. Hal itu dilakukan, sambil menunggu persidangan terhadap mereka di Pengadilan Nouméa yang akan memutuskan pada Jumat (12/7/2024).

Kelimanya merupakan bagian dari kelompok yang awalnya ditangkap dan didakwa pada 22 Juni, kemudian dipindahkan ke wilayah metropolitan Prancis dengan pesawat khusus pada hari yang sama.

Jaksa penuntut umum Nouméa, Yves Dupas mengatakan pada saat itu pemindahan mereka diputuskan untuk memastikan penyelidikan dapat dilanjutkan dalam suasana yang tenang dan tanpa tekanan atau konspirasi penipuan, demikian dikutip jubi.id dari rnz.co.nz, Senin (8/7/2024).

Penangkapan mereka memicu gelombang kekerasan baru setelah kerusuhan awal meletus di Kaledonia Baru pada 13 Mei, yang menyebabkan pembakaran, perusakan, penjarahan, dan kematian sembilan orang (termasuk dua polisi Prancis) yang menjadi korban.

Kerugian material akibat kerusuhan tersebut, sejauh ini, diperkirakan lebih dari €2,2 miliar.

Para terdakwa diduga sebagai pemimpin dan “pemberi perintah” kerusuhan.

Mereka menghadapi tuduhan kejahatan terorganisasi sehubungan dengan pengorganisasian protes yang berubah menjadi kerusuhan sipil yang serius.

BERITATERKAIT

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

Prancis berkomitmen memberikan lebih banyak bantuan keuangan kepada Kaledonia Baru

Vanuatu membawa sengketa pulau dengan Prancis ke pengadilan tertinggi PBB

Kerusuhan pecah di kepulauan Pasifik Prancis, awalnya sebagai gerakan untuk memprotes dan menentang rancangan undang-undang amandemen konstitusi Prancis yang akan mengubah secara signifikan sistem pemungutan suara untuk pemilihan lokal.

Di Nouméa pada hari Jumat (5/7/2024), pengadilan banding menolak banding para tahanan dan memutuskan bahwa lima dari tujuh orang yang saat ini ditahan sebagai bagian dari penyelidikan, akan tetap ditahan di beberapa penjara di daratan Prancis.

Beberapa terdakwa hadir melalui konferensi video.

Sidang sebelumnya berlangsung pada hari Rabu sebelum pengadilan ditunda, mengumumkan putusannya pada hari Jumat.

Dua orang lainnya, perempuan, yang juga ditahan di Prancis, telah diberi syarat khusus: mereka akan ditempatkan dalam tahanan rumah dengan kewajiban mengenakan alat pelacak elektronik selama enam bulan pertama. Mereka juga harus mematuhi serangkaian kewajiban termasuk tidak berinteraksi dengan tahanan lain maupun media.

Mereka adalah Brenda Wanabo-Ipeze, yang disebutkan sebagai petugas komunikasi organisasi “CCAT” dan Frédérique Muliava, yang disebutkan sebagai Kepala Staf Presiden Kongres Kaledonia Baru Roch Wamytan.

CCAT (sel koordinasi aksi lapangan) adalah kelompok yang dibentuk pada bulan Oktober 2023 oleh Union Calédonienne, salah satu komponen paling radikal dari platform pro-kemerdekaan (FLNKS).

CCAT mengklaim pihaknya mengorganisasi dan mengoordinasikan aksi protes di Kaledonia Baru.

Sebagai bagian dari putusan pengadilan banding Nouméa pada hari Jumat, pemimpin CCAT Christian Téin akan tetap berada di penjara Mulhouse (Timur Laut Prancis).

Dua orang lainnya (Joël Tjibaou dan Gilles Jorédié) akan tetap berada di penjara Camp-Est Nouméa.

Salah satu pengacara pembela pada hari Jumat, Martin Calmet, mengatakan kepada media bahwa ia bertekad untuk terus berjuang di tingkat peradilan untuk membebaskan ketiga kliennya, dengan mengatakan “orang-orang ini tidak pernah menyerukan kekerasan”.

François Roux, pengacara lain yang membela Téin dan Joël Tjibaou, mengatakan selama persidangan bahwa ia menganggap seluruh persidangan sebagai “kasus politik”.

“Mereka adalah orang-orang yang berjuang demi kemerdekaan mereka. Bagaimana kita akan menanggapi kasus ini setelah Kaledonia Baru merdeka?”, ungkapnya kepada Pengadilan.

Téin, berbicara kepada media Prancis awal minggu ini, mengatakan dia menganggap dirinya sebagai “tahanan politik”.

Sekitar 3.500 pasukan keamanan Prancis telah dikerahkan untuk mengamankan putaran kedua dan terakhir pemilihan umum Prancis akhir pekan ini untuk memilih Majelis Nasional (majelis rendah) baru yang beranggotakan 577 kursi, termasuk dua kursi Kaledonia Baru. (*)

Tags: Kaledonia baruPrancispro-kemerdekaan Kaledonia Baru
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Uni Eropa

Uni Eropa siap menandatangani kesepakatan dengan Kaledonia Baru mengenai nikel

October 20, 2026
Polinesia Prancis

Polinesia Prancis di Pasifik mengusulkan proses kemerdekaan di PBB

October 7, 2026

Prancis berkomitmen memberikan lebih banyak bantuan keuangan kepada Kaledonia Baru

September 5, 2026

Vanuatu membawa sengketa pulau dengan Prancis ke pengadilan tertinggi PBB

September 2, 2026

Presiden Kaledonia Baru menguraikan peta jalan pemulihan selama enam bulan

August 26, 2026

Milakulo Tukumuli: Wallisi pertama jadi Presiden Pemerintahan Kaledonia Baru

August 1, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

October 25, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

October 25, 2026
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

October 25, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

0
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

0
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

0
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

0
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

0
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

0
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara