Nabire, Jubi – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah berkomitmen membina para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Papua Tengah.
Dinas UMKM Papua Tengah pun mengaplikasikan komitmen itu lewat tiga program utama, yaitu pembinaan UMKM, bantuan modal usaha dan bantuan alat-alat usaha.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, S.E., M.Si mengatakan, jumlah UMKM di Papua Tengah tahun lalu mencapai 10 ribu.
Jumlah ini berdasarkan limpahan data dari Provinsi Papua, sebagai provinsi induk dan pendataan yang dilakukan oleh Dinas UMKM Papua Tengah untuk UMKM yang sudah lama terbentuk maupun baru terbentuk, dan sebagian sudah terdata dalam aplikasi di kementerian.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Tapi usaha macam-macam, usaha bidang perikanan, pertanian, ada perkiosan, usaha-usaha rumahan, begitu. Usaha kuliner, noken-noken dan sebagainya yang dilakukan masyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan usaha yang lebih besar,” kata Norbertus Mote, S.E., M.Si saat wawancara di kantornya, Bandara Lama, Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026).
Menurut Mote, program dinas yang dipimpinnya pun diarahkan pada tiga program utama, yaitu pembinaan UMKM yang sebelumnya sudah lakukan berapa kali lewat pelatihan, penguatan UMKM dan Koperasi, peningkatan usaha, serta peningkatan sumber daya manusia atau SDM untuk dikembangkan menjadi pelaku usaha di Papua Tengah.
“Yang kedua itu, kita intervensi dalam bentuk modal usaha. Banyak yang kita sudah bantu, jumlahnya juga banyak. Nanti tahun ini kita lagi evaluasi, kita akan expose datanya,” ujarnya.
Mote mengatakan program yang ketiga yaitu membantu alat-alat usaha seusai keperluandan kebutuhan dalam usahanya.
Pihaknya sudah membantu peralatan bagi pelaku UMKM misalnya mesin pembuatan keripik, mesin penggilingan kopi, peralatan perbengkelan, alat produksi sagu dan lainnya.
“Tinggal sekarang memang kita harus pikirkan untuk naik kelas itu, soal pemasarannya, promosinya dengan pemasarannya dan sebagainya,” ucapnya.
Bantuan juga diberikan kepada para pengrajin noken di pasar noken yang telah mendirikan koperasi.
“Kita sudah membantu. Kita harap kelompok-kelompok yang lain juga bisa berusaha dan kita bisa membantu,” kata Mote. (*)
Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!


















Discussion about this post