Nabire, Jubi – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, S.E., M.Si berharap orang asli Papua atau OAP tidak hanya menjadi penonton di tengah pembangunan ekonomi di provinsi tersebut.
Nobertus Mote mengatakan, orang asli Papua di Papua Tengah mesti terjun ke dunia usaha dengan mendirikan UMKM.
“Jangan berpikir, sekali memulai langsung menjadi besar. Aka tetapi ikuti prosesnya, dengan tekun mengembangkan usaha serta dukungan pembinaan dari pemerintah melalui kelompok UMKM,” kata Norbertus Mote, S.E., M.Si di kantornya, Bandara Lama, Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/12026).
Nobertus Mote mengatakan, melalui Koperasi maupun UMKM diharapkan orang asli Papua menjadi penggerak perkembangan dan pembangunan ekonomi di Papua Tengah.
“Kalau ada kesempatan yang baik sekarang itu orang sudah harus mulai berusaha. Pokoknya berusaha apa saja. Mulai dari kecil, itu jauh lebih penting. Kita tidak usah berharap yang besar dulu. Jadi orang harus berusaha, berusaha itu harus menjadi tujuan utama. Saya harap terutama generasi muda harus berusaha mulai,” ujarnya.
Katanya, orang asli Papua di Papua Tengah tidak boleh hidup bergantung pada pihak lain. Namun mesti berani memulai merintis usaha sendiri. Sebab, dengan begitu mereka bisa mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Kalau kita tidak berusaha, kita akan kesulitan [memenuhi kebutuhan hidup]. Mau biaya pendidikan [anak], mau biaya kesehatan, itu harus pakai uang. Oleh karena itu, tujuan hidup itu orang harus mengarahkan kepada bagaimana orang itu berusaha untuk bisa mendatangkan uang,” ucapnya.
Ia mencontohkan, para ibu rumah tangga non Papua, meski tidak berpendidikan tinggi namun mereka bisa belajar otodidak membuka lapak jualan, dan terus mengembangkannya.
“Yang penting tekun saja. Sebenarnya orang Papua bisa mencuri (mengikuti) cara-cara mereka itu. Orang Papua juga bisa. Nanti lama-lama kan usaha itu jadi besar. Memang terkadang ini susah. Akan tetapi kalau dimulai, saya pikir bisa,” katanya. (*)



















