Jayapura, Jubi – Dunia sepak bola di Tanah Papua telah kehilangan salah satu legenda hidup Persipura, Marthen Metusala Dwaramury yang meninggal pada Selasa, 27 Januari 2026 di Jayapura, Provinsi Papua. Ia menjadi legenda hidup karena sejak menjadi pemain Persipura Yunior di era Remaja Taruna (Remtar) bersama Rully Nere dan Ian Rex Rumbrar (Yappi Rumbrar) terus meroket kariernya dalam sepak bola.
Dua sahabatnya Rully dan Yapi ke luar Papua di Jakarta dan Salatiga, sedangkan Mettu sendiri tetap bertahan di Persipura dari pemain hingga menjadi asisten pelatih Persipura. Ketiga pemain jebolan Persipura Yunior ini sama sama dipanggil memperkuat timnas Yunior Indonesia.
Selama perkuat Persipura, posisi Mettu Dwaramury selalu menempati gelandang, maklum kekuatan kaki kirinya sangat kuat sehingga posisi gelandang kiri menjadi langganannya sejak di Persipura hingga membela timnas Indonesia dari Yunior sampai Senior.
Ia berkesempatan main di Timnas pada kejuaraan Coca Cola Cup di Daka, Bangladesh. “Saat itu saya sudah sekolah di Ragunan bersama dengan Rismanto, I Wayan Diana dan Zulham Efendi. Di Ragunan saya juga bermain di PSSI Banteng,” katanya kala itu sebagaimana dilansir jubi.id dari Kantor Berita Antara.
Salah satu kesannya kepada jubi.id saat Boaz dan kawan kawan melawan Hekari United di Stadion Papua Bangkit, coach Mettu bilang, dulu memang Persipura pernah kalahkan timnas PNG tetapi sekarang tidak, sepak bola mereka sudah maju.
Ia bersama kapten Persipura era itu Hengky Heipon membawa Persipura juara Soeharto Cup hingga piala itu menetap di Markas Persipura di Kota Jayapura. Tak heran saat Eduard Ivakdalam dan kawan kawan jelang laga melawan Persija di babak final, anak anak harus buktikan bahwa kita bisa juara. Terbukti kariernya sebagai asisten pelatih bersama coach Rahmad Dharmawan menjadi juara Divisi Utama mengalahkan Persija di Stadion Utama Jakarta.
Sebagai pesepak bola di tanah Papua, Bapa Mettu biasa akrab disapa sukses sebagai pemain dan juga asisten pelatih karena saksi hidup Persipura meraih Bintang satu sampai Jenderal Bintang Empat. Mettu bersama pelatih asal Metro Lampung, Coach ‘RD’ Rahmad Darmawan memberikan gelar pertama Liga Indonesia Persiura pada 2005. Ia juga bersama coach Jacksen F Tiago beri sejumlah tropi dan tiga gelar Liga Super Indonesia.
Awal karier di RBC Deplat Jayapura
Sebagai anak polisi yang tinggal di Deplat Base-G, Mettu tergabung dalam klub sepak bola Remaja Bhayangkara Club(RBC). Dua jebolan RBC Deplat di Persipura antara lain Piter Aitamuna dan Jakobus Mobilala yang turut membinan dan bersama Mettu Dwaramury membawa Persipura Juara Seoahrto Cup.
Olah raga sepakbola, dikenal Mettu sejak ia kecil. Pada umur 17 tahun ia sudah bergabung dengan klub lokal Jayapura yakni Remaja Bhayangkara Club (RBC) Deplat Base G bermarkas di Lapangan SPN Deplad Kanan.
Ia terpilih masuk Persipura Yunior atau Remaja Taruna dalam Piala Suratin Cup hingga terpilih masuk ke Persipura senior. Kariernya melejit terus hingga ke timnas Indonesia Yunior maupun senior. Setelah gantung sepatu, Mettu meneruskan kariernya sebagai pelatih. Selama di Persipura sejak 2002 selalu menjadi asisten pelatih. Ia pernah menjadi plt pelatih Persipura menembus babak final Copa Indonesia hanya saja kalah di final melawan Arema FC kala itu. Pria kelahiran Sorong Doom Papua Barat Daya ini akhirnya pergi menhadap Sang Ilahi pada usia ke 67 tahun, pada Selasa 27 Januari 2026. Selamat jalan sang legenda hidup Persipura, Mettu Dwaramurry. (*)
Profil :
Nama : Marthen Metusala Dwaramury
Istri : Sofia Paulina Afasedanya
Lahir : 25 Maret 1958
Tempat : Sorong Doom, Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya
Posisi : Gelandang serang
Karier sepak bola:
1970-an awal: Bermain untuk RBC dan Persipura Yunior
1976–1980-an: Gelandang kiri Persipura senior, juara Perserikatan 1979
2002–2017: Asisten pelatih Persipura
2017: Pelatih interim Persipura
2018: Raih lisensi AFC C
2019–2020: Pelatih kepala tim Pra PON / PON Papua Barat
Timnas:
1978-1979- Timnas Yuinior Indonesia ke India
1980-1982- Timnas Senior Indonesia
Prestasi bersama timnas Indonesia, runner up Piala Presiden di Korea Selatan 1980.























Discussion about this post