Jayapura, Jubi – Tahun ini, Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia – Australia (IKAHAN) merayakan hari jadi yang ke-15 tahun. IKAHAN mencerminkan komitmen jangka panjang Indonesia dan Australia terhadap hubungan pertahanan yang kuat dan produktif.
“Kerja sama pertahanan antara Australia dan Indonesia terus menguat, menunjukkan komitmen kita terhadap satu sama lain dan terwujudnya kawasan yang damai, stabil, dan makmur. IKAHAN telah memainkan peran kunci dalam memperdalam hubungan antar masyarakat yang menjadi dasar kerja sama ini,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier dalam keterangan pers yang diterima jubi dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au, Rabu (28/1/2026).
Australia dan Indonesia telah berbagi hubungan pertahanan yang erat selama lebih dari 75 tahun. Pada 1947, setelah Indonesia memilih Australia sebagai perwakilannya di Komite PBB untuk merundingkan perjanjian kemerdekaan, pengamat militer Australia disambut di Indonesia dengan baik oleh rakyat Indonesia.
Pada awal 1960-an, perwira Angkatan Pertahanan Australia mulai menjalani pelatihan di Indonesia dan perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mulai menjalani pelatihan di Australia. Sejak itu, ribuan perwira Australia dan Indonesia telah bekerja, belajar, dan berlatih bersama.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Salah satu pendiri IKAHAN dari Indonesia, Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono mengatakan, “IKAHAN adalah contoh luar biasa dari nilai dan pentingnya investasi dalam hubungan antar masyarakat, terutama untuk negara tetangga yang begitu dekat seperti Indonesia dan Australia. Selamat atas lima belas tahun berdirinya IKAHAN.”
“Sejak didirikan, IKAHAN telah menjadi jembatan komunikasi dan kerja sama strategis di semua tingkatan, mulai dari kadet hingga pemimpin pertahanan senior dari kedua negara. Ini adalah cerminan sejati dari penghargaan dan rasa hormat yang tinggi yang kita miliki satu sama lain,” kata the Hon. GEN (Ret) David Hurley, salah satu pendiri IKAHAN dari Australia.
Hubungan pertahanan Australia-Indonesia terus dipererat dengan pengumuman Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Albanese. Perjanjian ini dibangun berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia 2024 dan Perjanjian Lombok 2006.
IKAHAN didirikan pada tahun 2011 sebagai asosiasi alumni formal. Asosiasi ini adalah ikatan alumni pertahanan pertama di Indonesia dan memiliki lebih dari 5.000 anggota hingga saat ini, yang mencakup semua pangkat dan angkatan(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post