Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura sukses memetik kemenangan pada laga perdana Grup K babak play-off degradasi Liga 2 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (21/1/2025). Persipura mengalahkan Persikas Subang dengan skor telak 3 – 0 pada laga yang berlangsung tanpa dihadiri oleh penonton itu.
Sejak awal, Persipura mencoba menguasai permainan. Ketidakhadiran suporter maupun penonton di tribun akibat sanksi itu tak membuat Persipura hilang semangat. Sejumlah upaya mereka lancarkan untuk membongkar pertahanan Persikas.
Namun, tim tamu lebih dulu mendapatkan sebuah peluang emas. Usman Diara mendapat peluang emas pada menit ke-7. Beruntung tembakan volinya masih melambung di atas mistar gawang Persipura.
Persikas yang baru saja tiba di Kota Jayapura pada Selasa ternyata mampu mengimbangi permainan Persipura. Para pemain Persikas mampu menutup ruang gerak trio lini tengah Persipura Jayapura—Fridolin Yoku, Jason Tjandi dan Markus Madjar.
Pada menit ke-17, Persipura mendapat peluang dari eksekusi tendangan bebas. Sayangnya, tendangan Ramai Rumakiek gagal menembus pagar betis pemain Persikas.
Selang dua menit kemudian serangan berganti dari kubu Persikas. Kerjasama satu dua pemain Persikas di mulut gawang Persipura nyaris membahayakan. Beruntung kiper Persipura masih bisa menangkap bola dengan mudah.
Menit ke-21, Ramai Rumakiek kembali mendapatkan peluang emas lewat tendangan bebas. Namun eksekusinya masih menipis di sebelah kiri gawang Persikas.
Hingga pertengahan babak pertama, Persipura Jayapura masih kesulitan menembus pertahanan Persikas. Sebuah peluang sempat didapat Arodi Uopdana pada menit ke-30, tapi tendangannya masih bisa ditepis penjaga gawang Persikas.
Pada menit ke-32, sebuah serangan balik Persikas nyaris membahayakan gawang Persipura. Lagi-lagi pergerakan Usman Diara sempat membuat panik pertahanan Persipura. Beruntung tendangannya kembali melambung di atas mistar gawang.
Pada menit ke-38, sebuah tusukan dilakukan Ramai Rumakiek. Ia membuat umpan satu dua dengan Arodi Uopdana. Tembakan keras Rumakiek akhirnya menghujam gawang Persikas, skor berubah menjadi 1 – 0 untuk keunggulan Persipura.
Dua menit kemudian, Markus Madjar melepaskan umpan matang dari sisi kiri pertahanan Persikas. Umpan itu disambut dengan sundulan cantik Arodi Uopdana, membuat Persipura unggul 2 – 0.
Masuknya Boaz Solossa membuat serangan Persipura Jayapura jadi lebih hidup. Alhasil, sebuah gol kembali tercipta pada menit ke-44. Umpan Elisa Basna dari sisi kanan kembali disambut oleh Rumakiek dengan sepakan keras, membuat Persipura unggul 3 – 0. Keunggulan tiga gol itu bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua
Unggul tiga gol tak membuat serangan Persipura Jayapura kendur. Begitu babak kedua dimulai, Boaz Solossa dan para pemain Persipura langsung menyerang. Lini tengah Persipura kini tampak lebih hidup dalam mengalirkan bola. Dua peluang sempat dibuat oleh barisan penyerang Persipura, namun masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang Persikas.
Pada menit ke-55, Markus Madjar mendapatkan sebuah peluang. Ia berdiri bebas di depan mulut gawang Persikas, namun penempatan bolanya tipis di sisi luar tiang kanan gawang Persikas.
Pergerakan sayap Persipura di sisi kanan dan kiri merepotkan pemain bertahan Persikas, namun gagal menambah gol. Pelatih Ricardo Salampessy memutuskan untuk memasukkan Reno Salampessy dan Elfis Harewan menggantikan Elisa Basna dan Fridolin Yoku.
Reno menjadi eksekutor tendangan bebas pada menit ke-61. Namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.
Ricardo kembali menambah daya gedor di lini depan Persipura Jayapura dengan memasukkan Marinus Wanewar menggantikan Arodi Uopdana. Setelah itu, Ian Kabes masuik menggantikan Markus Madjar.
Persipura terus menggempur pertahanan Persikas. Sepakan keras Elfis Harewan pada menit ke-79 tepat mengarah ke mulut gawang, namun masih bisa ditangkap kiper Persikas. Persikas akhirnya menumpuk sembilan pemain di lini pertahanan, membuat semua serangan Persipura gagal berbuah gol.
Pada masa tambahan waktu, Reno Salampessy sempat berdiri bebas di area pertahanan Persikas, dan melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang Persikas. Namun sepakannya masih bisa ditepis kiper Persikas. Skor 3 – 0 untuk keunggulan Persipura bertahan hingga pertandingan usai.
Kerja Keras Semua Pemain
Kemenangan Persipura atas Persikas membawa mereka memuncaki klasemen sementara Grup K babak play-off Liga 2. Juru taktik Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy mengatakan kemenangan itu merupakan kerja keras semua pemain yang tak kenal lelah menggempur pertahanan Persikas.
Menurutnya, para pemain sempat kesulitan menembus pertahanan Persikas, dan membuat beberapa kesalahan elementer. Namun mereka berhasil memanfaatkan momentum dan menciptakan gol.
“Puji Tuhan sore ini kami bisa mendapatkan poin penuh, karena semua pemain kami berusaha maksimal dan mencapai hasil yang kami inginkan. Ada beberapa hal yang tidak berjalan dengan baik di babak pertama. Akhirnya kami bisa mendapat momentum hingga bisa mencetak gol,” kata Salampessy pada konferensi pers usai pertandingan.
Ia juga mengakui masuknya Boaz Solossa pada akhir babak pertama membuat serangan tim Mutiara Hitam lebih agresif. “Masuknya Bochi [Boaz Solossa] juga membuat tim kami menjadi lebih termotivasi untuk membuat gol,” katanya.
Meski Persipura Jayapura gagal menambah keunggulan, Ricardo Salampessy tetap puas dengan kinerja timnya. Ia menyebut kemenangan itu menjadi modal mereka untuk menatap laga selanjutnya.
“Pada babak kedua kami belum mampu memaksimalkan peluang yang kami dapat. Tapi ini menjadi modal untuk kita mengarungi babak play off. Terima kasih atas dukungan masyarakat dan suporter untuk tim kami,” ujarnya.
Pencetak dua gol Persipura Jayapura, Ramai Rumakiek juga senang dengan kemenangan itu.Namun menurut dia penampilan Persipura perlu terus dibenahi.
“Kami bersyukur bisa mendapatkan tiga poin di laga kandang. Ke depannya, kami akan evaluasi lagi dan benahi performa kami agar bisa tampil lebih solid,” kata Rumakiek.
Asisten Pelatih Persikas, Iwan Mustofa tak begitu kecewa dengan kekalahan timnya itu. Ia respek kepada para pemainnya yang bisa berjuang habis-habisan, meski baru saja tiba di Kota Jayapura pada Selasa pagi.
“Kami merasa bangga dengan tim kami sendiri. Walaupun kami kalah tiga gol, saya melihat perjuangan pemain sangat luar biasa. Datang jam 9 pagi, dan kami langsung main, dan bisa bermain seperti tadi,” kata Mustofa. (*)





















Discussion about this post